Cara Mendapatkan Kartu Tani Dan 4 Manfaat Untuk Petani Bikin Greget, Sudah Daftar?

Banyak petani yang kebingungan dengan syarat dan cara mendapatkan kartu tani, padahal alur/langkah-langkahnya sangat mudah sekali. Petani jga dapat merasakan manfaatnya dikemudian hari selama memegang kartu tersebut.

Kelangkaan pupuk bersubsidi bagi petani tampaknya sudah menjadi agenda tahunan. Salah satu penyebabnya adalah kuota pupuk bersubsidi yang tidak sesuai dengan tingkat kebutuhan petani.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah meluncurkan Tani Card untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy menjelaskan, pada dasarnya kartu petani adalah kartu debit seperti kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Kartu tersebut digunakan petani untuk berbagai kebutuhan dan memenuhi kebutuhan pertaniannya.

“Harapannya Kartu Tani berdampak positif bagi semua kalangan. Tidak hanya bagi pemerintah dan pihak terkait, tapi yang terpenting adalah kemanfaatan bagi petani,” kata Sarwo Edhy, dalam rilis tertulisnya, Rabu (25/1). / 2). (10). 21/8/2019).

Cara Mendapatkan Kartu Tani

Perhatikan syarat dan langkah-langkah membuat kartu tani karena bagi pemula mungkin sedikit rumit/susah namun jika sudah tahu alurnya maka akan merasa mudah apalagi mencairkan uang di kartu tani.

Bagikan informasi kartu tani kepada petani lainnya yang membutuhkan bantuan dalam dunia pertanian.

Cara Mendapatkan Kartu Tani

Cara Daftar Kartu Tani

Langkah-langkah untuk menjadi pemilik kartu pertanian ini adalah sebagai berikut:

  1. Calon pemegang harus bergabung dengan kelompok tani.
  2. Petani harus melengkapi fotokopi e-KTP dan Sertifikat Kepemilikan Tanah, bukti pembayaran pajak tanah, bukti sewa, dan anggota LMDH.
  3. Verifikasi RDKK (Rencana Kebutuhan Kelompok Definitif). Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) mengumpulkan data dan memverifikasi data di lapangan (NIK, luas lahan, komoditas, dan jenis pupuk), kemudian PPL mengunggah data petani ke dalam SINPI.
  4. PPL mengunggah data RDKK dan mengunggah alokasi pupuk bersubsidi, dan petani harus hadir di bank yang ditunjuk.
  5. Setelah selesai, petugas bank akan menyerahkan Kartu Tani dan Buku Tabungan kepada petani untuk membeli pupuk bersubsidi.

Petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi cukup datang ke kios dan menunjukkan kartu ini. Kartu Tani akan digesek di mesin EDC di pengecer pupuk bersubsidi. Setelah petani memasukkan nomor PIN, mesin EDC akan menampilkan informasi data alokasi pupuk dan data petani.

Setelah itu, petani bisa membeli pupuk sesuai kebutuhannya. Dan petani bisa melihat alokasi kuota pupuk yang tersisa.

Kartu Tani juga berfungsi sebagai kartu debit dan alat transaksi penjualan hasil bumi. Petani yang membawa Tani Card datang ke Bulog untuk menjual hasil panennya. Pengambil keputusan menimbang hasilnya.

Setelah melakukan pemangkasan, nilai pembayaran akan muncul di server SINPI. Lebih lanjut, SINPI mengirimkan laporan melalui SMS kepada Petani HP tentang laporan jumlah panen dan nilai jualnya (rupiah).

Nilai jual ini akan masuk ke rekening petani, dan bisa dicek di rekening petani melalui mesin ATM.

Cara Cek Saldo Kartu Tani

Untuk sementara ini, cek saldo kartu tani hanya dilakukan di mesin gesek EDC. Informasi selanjutnya akan disampaikan dihalaman ini. Dengan berkembangnya zaman teknologi, cek saldo semakin mudah seperti kartu ATM pada umumnya.

Manfaat Kartu Tani

Pupuk Bersubsidi

Dengan memiliki Kartu Tani, jelas Sarwo Edhy, yang pertama adalah mendapat kepastian mendapat pupuk bersubsidi. Pupuk merupakan salah satu komponen penting dalam pertanian, oleh karena itu ketersediaan pupuk mutlak diperlukan.

”Dengan Tani Card, nantinya petani bisa memanfaatkannya untuk membeli pupuk bersubsidi. Langkah ini juga efektif dalam menyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran, ”terangnya.

Penjualan Langsung

Keuntungan selanjutnya, lanjut Sarwo Edhy, petani bisa menjual hasil panennya tanpa perantara. Ia menjelaskan kendala yang dihadapi petani adalah saat musim panen tiba. Pasalnya, hasil yang didapat tidak bisa langsung dinikmati.

Alasannya, petani terpaksa menjual hasil pertaniannya kepada tengkulak yang untung besar. “Dengan adanya Kartu Tani ini diharapkan dapat memangkas praktik penjualan hasil pertanian yang tidak sehat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Sarwo Edhy.

Di sini para petani bisa dengan mudah menjual langsung ke Bulog sebagai off taker. “Petani cukup membawa Tani Card dan menimbang hasil panen.

Hasil panen akan diinput dan jumlah pembayaran akan muncul di server Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI) dan akan dikirimkan ke ponsel petani melalui pesan singkat. , ”Jelas Sarwo.

Kredit Usaha

Pembayaran pinjaman usaha Keuntungan lainnya adalah kemudahan dalam mengembalikan pinjaman usaha. Ketika petani mendapat keuntungan lebih dari penjualan selama masa panen, dana yang mereka miliki dapat digunakan untuk unit usaha lain.

Dengan menggunakan Kartu Tani, petani dapat mengajukan kredit usaha di bank dan lembaga keuangan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Kartu petani ini juga digunakan untuk memverifikasi data petani saat mengajukan pinjaman kredit usaha.

“Dengan demikian, semua proses akan berjalan lancar karena data yang ada langsung masuk ke kartu petani,” imbuhnya.

Sarwo Edhy menambahkan, kendala lain di sektor pertanian adalah masih adanya petani yang belum menggunakan rekening bank untuk menyimpan uang hasil panennya. Cara yang digunakan masih konvensional, hal ini masih dijumpai di beberapa daerah.

Faktor tersebut adalah letak bank yang cukup jauh dan terkendala oleh persyaratan lainnya. Kartu bertani memberikan alternatif baru, terangnya.

Tabungan dan Bansos

Selain memiliki kartu petani, petani dapat memanfaatkannya sebagai tabungan dan meminimalisir kerugian finansial jika dibandingkan dengan cara konvensional.

Terakhir, manfaat Kartu Tani yang bisa dirasakan petani adalah kemudahan mendapatkan bansos dan subsidi.

Khusus untuk program pertanian dan beberapa kementerian nasional. “Misalnya program bansos dari Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertanian berperan besar dalam memajukan dan memfasilitasi kebutuhan petani di Indonesia,” pungkasnya.

Apakah kartu tani bisa untuk mengambil uang di ATM?

Penggunaan kartu tani selain untuk mengumpulkan pupuk bersubsidi juga bisa digunakan sebagai ATM dimanapun mereka berada.

Apa itu kartu Tani BNI?

Kartu Tani BNI merupakan kartu debit yang juga digunakan untuk bansos dan subsidi serta berfungsi sebagai kartu tabungan dan dompet / e-wallet (Combo) untuk belanja dari alokasi kuota.

Bagaimana Cara Membuat Kartu Tani?

Pertama, petani harus menjadi bagian dari kelompok tani. Kedua, petani harus mengumpulkan fotokopi e-KTP dan sertifikat kepemilikan tanah, bukti pembayaran pajak tanah, bukti sewa, atau anggota Organisasi Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Demikianlah sedikit ulasan cara mendapatkan kartu tani dan manfaatnya, semoga membantu petani yang membutuhkan bantuan dari pemerintah.

Share :

Tinggalkan komentar