Pernikahan Hasil Selingkuh Menurut Islam

Pernikahan Hasil Selingkuh Menurut Islam - Para pembaca yang terhormat, semoga selalu diberkati oleh Allah SWT. Akhir-akhir ini baik di kota dan di desa perselingkuhan semakin lazim. Baik itu dimulai pria atau wanita. Perselingkuhan ini juga merupakan salah satu pemicu tingginya angka perceraian.

Dalam pandangan Islam, segala upaya yang menghancurkan integritas rumah tangga orang lain adalah melanggar hukum. Bahkan tindakan menghancurkan hubungan rumah tangga orang lain termasuk dalam kategori dosa besar.

Pernikahan Hasil Selingkuh Menurut Islam

Salah satu argumen adalah bahwa seorang wanita yang telah ditawari oleh pria lain dilarang (khitbah) dilarang, apalagi mendekati dan merusak hubungan wanita dengan suaminya. Dalam sebuah hadis dikatakan:



Dari penjelasan singkat ini, dapat dipahami bahwa hubungan pria dengan wanita yang statusnya masih menikah adalah hubungan yang dilarang. Dan pria itu dianggap perusak. Jika pada akhirnya keduanya bercerai, maka wanita itu menikahi pria berselingkuh, apakah hubungan terlarang itu memengaruhi status hukum pernikahan mereka.

Pendapat yang sangat kuat disampaikan oleh Madzhab Maliki. Jika seorang pria merusak hubungan istri dengan suaminya, maka suaminya menceraikan wanita itu, maka pria yang merusak hubungan, setelah menyelesaikan masa pernikahan, menikahinya maka pernikahan itu harus dibatalkan, bahkan setelah akad pernikahan. Karena ada kerusakan dalam akad.

Jika kita melihat pandangan Madzhab Maliki di atas, maka konsekuensinya adalah bahwa wanita yang telah menceraikan suaminya dilarang menikah oleh pria yang menyebabkan perceraian selamanya.

Tetapi ada juga pandangan lain dari Madzhab Maliki yang menyatakan bahwa ini tidak selalu dilarang untuk menikah. Dan ini dianggap tidak bertentangan dengan pandangan di atas yang menyatakan bahwa itu harus dibatalkan sebelum akad dan sesudahnya.


Sementara menurut Madzhab Hanafi dan Syafii kehancuran hubungan istri dengan suaminya tidak melarang pihak yang merusak untuk menikahinya. Tetapi pihak yang merusak termasuk orang yang paling jahat, tindakannya adalah dosa yang paling korup dan paling berdosa di hadapan Allah.


Terlepas dari perbedaan pandangan para ulama tentang hukum perkawinan orang yang merusak rumah tangga orang lain, yang jelas adalah bahwa tindakan ini dikategorikan sebagai dosa besar, dan harus dihindari.

Dengan pertimbangan saddudz-dzariah (menutup jalan kejahatan), maka pandangan Madzhab Maliki yang menyatakan bahwa pria yang merusak hubungan istri dan suaminya dilarang menikahinya selamanya, kita perlu dibawa mempertimbangkan.

Itulah jawaban yang bisa kita katakan. Semoga bermanfaat, jangan sampai mengganggu kehidupan orang lain karena dikategorikan sebagai dosa besar oleh Allah SWT dan berdampak negatif pada kehidupan bermasyarakat.

Sumber :

Transgender Menurut Syariat Islam

Transgender Menurut Hukum Islam - Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang transgender, alangkah baiknya mendengarkan terlebih dahulu apa arti transgender. Karena alur diskusi harus terlebih dahulu dapat sepenuhnya menggambarkan apa yang akan dibahas.

Dalam wikipedia, pengertian transgender adalah seseorang yang memiliki identitas gender atau ekspresi gender yang berbeda dari jenis k3lamin yang ditentukan sejak lahir, misalnya orang yang secara biologis lebih nyaman mencari dan berperilaku seperti laki-laki atau sebaliknya.

Kadang-kadang transgender juga disebut trans3ksual jika dia ingin bantuan medis untuk beralih dari s3ks ke s3ks lain, dengan kata lain dia menjalani operasi k3lamin.

Setelah kita tahu apa itu transgender, maka mari kita periksa bagaimana pandangan agama terkait dengan ini. Jika kita melangkah lebih jauh, istilah transgender dalam studi hukum Syariah lebih dekat dengan istilah al-mukhannits (pria yang berperilaku seperti wanita) wal mutarajjilat (wanita yang berperilaku seperti pria).

Dalam yurisprudensi klasik dinyatakan bahwa status mukhannits dan mutarajjil tidak dapat berubah. Disampaikan dalam Buku Hasyiyatus Syarwani :

“Seandainya ada seorang lelaki mengubah bentuk dengan bentuk perempuan atau sebaliknya, maka–jika ada lelaki yang menyentuhnya–tidak batal wudhunya dalam permasalahan yang pertama (lelaki yang mengubah bentuk seperti wanita), dan batal wudhu’nya di dalam permasalahan yang kedua (wanita yang mengubah bentuk seperti lelaki) karena dipastikan bahwa tidak ada perubahan secara hakikatnya, yang berubah tidak lain hanya bentuk luarnya saja,” (Lihat Abdul Hamid Asy-Syarwani, Hasyiyatus Syarwani, Beirut, Darul Kutub Al-Islamiyah, cetakan kelima, 2006, jilid I, halaman 137).

Jadi, bahkan jika seseorang telah mengalami transgender atau trans3ksual, maka dia tidak dapat mengubah statusnya, dengan arti bahwa laki-laki masih laki-laki dan perempuan tetap perempuan.

Selanjutnya, tentang takhannuts, An-Nawawi berkata:

“Mukhannits ada dua, pertama orang yang terlahir dalam kondisi demikian (mukhannits) dan ia tidak sengaja berusaha berperilaku seperti perilaku para wanita, pakaian, ucapan dan gerakan-gerakannya, mukhannits semacam ini tidak tercela, tidak berdosa, tidak memiliki cacat dan tidak dibebani hukuman karena sesungguhnya ia orang yang ma’dzur (dimaafkan sebab bukan karena kesengajaan dan usaha darinya). Yang kedua, orang yang sengaja berusaha berperilaku seperti perilaku para wanita, gerakan-gerakannya, diamnya, ucapan dan pakaiannya. Mukhannits yang keduanya inilah yang dilaknat di dalam hadits,” (Lihat Al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwadzi, Beirut, Darul Fikr Al-Ilmiyah, cetakan kedua, 2003 M, jilid VIII, halaman 57).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA:

“Sesungguhnya baginda Nabi SAW melaknat para lelaki yang mukhannits dan para wanita yang mutarajjilat,” (HR Al-Bukhari dan Abu Dawud).

Hadits ini secara tegas menyatakan bahwa raja Nabi (damai dan berkah besertanya) mengutuk perilaku takhannus dan tarajjul yang memastikan bahwa tindakan itu haram. Di antara alasan dan kebijaksanaan larangan tindakan seperti ini adalah untuk melanggar sifat yang ditetapkan oleh Allah SWT. Al-Munawi berkata dalam karyanya, Faidhul Qadir:

“Hikmah dari laknat terhadap orang yang berusaha menyerupai lawan jenis adalah mengeluarkan sesuatu dari sifat yang telah ditetapkan oleh Sang Mahabijaksana (Allah Swt),” (Lihat Zaid Al-Munawi, Faidhul Al-Qadir, Beirut, Darul Fikr Al-Ilmiyah, cetakan kedua, 2003 M, jilid V, halaman 271).

Selain itu, kenyataannya adalah, ketika seorang pria berperilaku seperti wanita atau sebaliknya, maka sebenarnya ada alasan tertentu bahwa jika dinilai oleh Syariah adalah alasan buruk. Ini mirip dengan apa yang dinyatakan oleh Ibn Taymiyyah yang dikutip oleh Al-Munawi dalam Faidhul Qadir:

“Seorang yang mukhannits terkadang tujuannya agar bisa bergaul dan berkumpul dengan para wanita, terkadang tujuannya agar disukai oleh para lelaki, dan terkadang tujuannya adalah kedua-duanya,” (Lihat Zaid Al-Munawi, Faidhul Qadir, Beirut, Darul Fikr Al-Ilmiyah, cetakan kedua, 2003 M, jilid IV, halaman 332).

Jika ada orang yang mengklaim bahwa Nabi (saw) digunakan untuk membiarkan mukhannit masuk ke tengah-tengah para wanita sehingga ini menunjukkan bahwa takhannuts tidak dilarang, maka sebenarnya insiden itu disebabkan oleh orang yang lahir dari takhannuts-nya dan diduga tidak punya keinginan dengan tipe lawannya.


Tetapi setelah diketahui bahwa dia bisa menyebutkan kondisi wanita yang dia masuki, dia juga dilarang berkumpul dengan wanita itu. (Lihat Al-Mala Al-Qari, Mirqatul Mafatih Syarh Misykatil Mashabih, Beirut, Darul Fikr Al-Ilmiyah, cetakan ketiga, 2004 M, volume X, halaman 64).

Dari semua informasi di atas, kesimpulan dapat ditarik:

1. Transgender adalah kata lain untuk takhannuts dan tarajjul.
2. Transgender tidak dapat mengubah status k3lamin.
3. Transgender adalah haram dan mendapat kutukan. Wallahu A'lam.

Sumber :

5 Manfaat Minum Teh Hitam Campur Jahe Bagi Kesehatan

Manfaat Minum Teh Hitam Campur Jahe - Tahukah Anda, minum teh hitam bercampur jahe dapat membuat beberapa masalah kesehatan teratasi dengan baik? Ya, teh hitam adalah salah satu jenis teh yang memiliki jumlah kafein yang rendah dibanding kopi.

Teh hitam dengan jahe memiliki kombinasi keduanya. Selain dapat meningkatkan sirkulasi darah, minuman ini mengandung fluoride yang membantu memperkuat tulang dan gigi. Ini solusi terbaik bagi anda yang menyukai pengobatan alami agar cepat sembuh.

Jadi apa manfaat kesehatan teh hitam dengan jahe? Berikutnya adalah daftar.

1. Kontrol kadar kolesterol
Ini adalah salah satu manfaat paling penting dari mencampur jahe dengan teh hitam. Penelitian medis telah menunjukkan bahwa teh hitam dapat mengurangi kadar kolesterol LDL hingga 7,5 persen. Jadi, mengonsumsi keduanya dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

2. Membantu pencernaan
Jika Anda makan terlalu banyak, secangkir teh hitam bisa membantu tidak membuat perut Anda terasa tidak nyaman. Ini adalah salah satu obat cepat untuk mengobati gangguan pencernaan atau semua jenis sakit perut.

3. Bagus untuk penderita diabetes
Dengan meningkatnya insulin, teh hitam dapat mengontrol kadar glukosa plasma dalam darah. Selain itu, jahe yang memiliki sifat anti kanker juga dapat mencegah pertumbuhan tumor. Jelas, ini adalah salah satu manfaat kesehatan yang luar biasa dari teh hitam dengan jahe.

4. Mengurangi peradangan
Anti-radang pada teh hitam dan jahe mengobati mulas, sakit punggung, nyeri sendi, radang, dan lainnya. Kombinasi keduanya akan menjadi obat terbaik untuk radang sendi dan organ.

Manfaat Minum Teh Hitam Campur Jahe

5. Memperkuat kekebalan tubuh
Pertimbangkan untuk minum teh hitam secara teratur yang dicampur dengan jahe. Sifat antibakteri dalam jahe dan teh hitam dapat membantu melawan kuman dan bakteri, yang pada gilirannya akan memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda.

Antioksidan dalam jahe dan teh hitam juga membuat Anda lebih kuat untuk melawan penyakit.

Sumber :

Cara Mengolah Lidah Buaya Menjadi Obat

Cara Mengolah Lidah Buaya Menjadi Obat-obatan - Setelah itu dijelaskan secara singkat tentang berbagai manfaat lidah buaya untuk kesehatan. Berikut ini akan dijelaskan tentang cara membuat resep atau bahan-bahan yang terbuat dari bahan berbasis lidah buaya untuk berbagai obat-obatan yang diterbitkan oleh PDII-LIPI melalui warintek.ristek.go.id.

Cacingan dan susah BAB
Siapkan akar lidah buaya, cuci dan keringkan sampai kering. Selanjutnya direbus dengan segelas air hingga airnya tinggal sekitar setengah gelas. Kemudian, minum ramuan sekaligus.

Obati wasir
Ambil 1/2 batang daun lidah buaya yang dibuang dari duri, cuci bersih dan parut. Beri 1/2 gelas air lalu peras. Selanjutnya, beri 2 sendok makan madu. Minumlah secara teratur tiga kali sehari.

Obati konstipasi
Cuci dan kupas 1/2 batang daun lidah buaya. Potong menjadi bagian-bagian kecil. Seduh dengan 1/2 gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Makan selagi hangat. Lakukan dua kali sehari.

Cara Mengolah Lidah Buaya untuk rambut
Cicipi daun lidah buaya secukupnya. Cuci lalu kupas. Selanjutnya gosokkan daging gaharu pada kulit kepala yang telah dicuci pada sore hari. Bungkus dengan kain. Hari berikutnya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Mengobati luka bakar / tersiram air panas (ringan)
Daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Tempel bagian dalam dari bagian yang terkena api / air panas.

Mengobati bisul
Ambil daun lidah buaya secukupnya. Cuci, kupas dan hancurkan. Beri sedikit garam. Selanjutnya, lekatkan pada anggota tubuh yang telah terserang bisul.

Cara Mengolah Lidah Buaya Menjadi Obat

Mengobati jerawat, flek hitam
Daun lidah buaya secukupnya dicuci lalu dikupas. Selanjutnya isi blender atau daging lidah buaya. Seperlima gelas cairan diaduk dengan tepung beras (bubuk) dingin sampai kental. Aduk rata dan oleskan ke wajah. Biarkan selama ± 30 menit, lalu bilas.

Obati batuk bandel
Siapkan 20 gram daun lidah buaya, cuci, kupas dan potong-potong. Tambahkan 2 sendok makan madu murni. Minum ramuan dua kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Mengobati diabetes
Ambil 2 daun lidah buaya. Lalu cuci, buang duri, dan potong-potong. Selanjutnya, rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum dua hingga tiga kali sehari, setelah makan. Satu gelas 1/2 gelas.

Mengobati sakit tenggorokan
Cuci dan kupas 1 daun lidah buaya. Isi atau potong dagingnya, bisa juga dicampur. Tambahkan madu murni secukupnya dan minum tiga kali sehari.

Sebagian orang memanfaatkan lidah buaya sebagai campuran minuman es yaitu nata de coco, lalu bagaimana cara mengolah lidah buaya menjadi nata de coco?

>> Butuh perhatian! Lidah buaya tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi oleh wanita / wanita hamil, ibu menyusui, wanita yang sedang menstruasi yang mengalami pendarahan hebat, penderita lambung atau usus buntu. <<

Sumber :