7 Bukti Orang Tua Tidak Sayang Anak, Nomer 5 Sering di Lakukan Semua Orang

Anak-anak adalah aset berharga dalam keluarga. Tunas-tunas baru itu akan menjadi generasi penerus orang tua mereka. Kebutuhan untuk mendidik anak-anak dengan cara-cara yang tepat merupakan bekal yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Mengarahkan dan memberi nasihat adalah salah satu bagian penting dalam pendidikan anak.

Namun, seringkali kita menemukan orang tua yang begitu ketat dalam mengasuh anak-anak mereka dalam semua aspek. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi, jika Anda melebihi batas yang wajar, Anda bisa menjadi orangtua seperti yang termasuk dalam kategori narsis. Apa karakteristik orang tua narsisistik?

1. Cinta Umbar di depan umum hanya untuk mendapat pengakuan
Cinta orangtua kepada anak-anak mereka adalah hal yang alami dan baik. Harmoni antara keduanya memunculkan chemistry untuk hubungan. Ekspresi kasih sayang orang tua dapat dilakukan di mana saja dan tidak mengenal waktu. Bahkan, di ruang publik pun.

Namun, perlu diingat bahwa orang tua narsis yang khas berusaha terlihat baik kepada anak-anak di depan banyak orang. Itu strategi untuk mendapat pujian dari orang lain. Kemudian, setelah perawatan mereka terhadap bayi akan berbeda ketika tidak di ruang publik.

2. Berikan sesuatu tetapi dengan konsekuensi tertentu
Mendapatkan hadiah dari orang yang dicintai pasti membuat Anda bahagia. Tidak terkecuali, seorang anak mendapatkannya dari orang tua mereka. Ini adalah bentuk kepedulian orang tua terhadap anak-anak atas apa yang telah dilakukan sebelumnya. Baik itu karena prestasi di sekolah atau hal lainnya.

Namun, orang tua narsis tidak memberikan hadiah secara gratis. Dia mengharapkan lebih dari anaknya. Target patokan yang dilakukan oleh orang tua sering membebani anak-anak mereka. Inilah yang dapat membuat hadiah menjadi kurang berarti bagi bayi.

3. Terlalu mendikte anak-anak untuk mengikuti keinginan mereka. Keinginan anak tidak terungkap
Orang tua ingin anak-anak mereka berhasil di masa depan. Membimbing dan mengarahkannya pada hal-hal positif adalah faktor kunci. Namun, semuanya akan berdampak buruk bagi bayi jika melebihi batas.

Orang tua yang narsis selalu berusaha mengatur berbagai hal berdasarkan pandangan mereka. Saat memilih ekstrakurikuler, jurusan, bahkan karier harus sesuai dengan arahan ayah atau ibu. Sekilas, wajar saja memilih semuanya untuk anak-anak. Tetapi, patut dipertanyakan apakah ini semua untuk kebaikan anak atau bahkan hanya untuk mengangkat pamor orang tua di mata orang lain.

4. Mudah marah jika keputusan itu tidak diikuti tanpa mengetahui alasan si anak
Dalam setiap keputusan selalu ada pro dan kontra. Tidak terkecuali ketika orang tua membuat rencana untuk anak-anak. Keinginan ayah dan ibu dan bayi sering kali sebaliknya. Dibutuhkan diskusi dari hati ke hati tanpa memprioritaskan ego sehingga konflik tidak bertambah besar.

Orang tua narsis tidak melanjutkan diskusi. Mereka sepenuhnya berusaha mengendalikan anak-anak melalui keputusan mereka. Jika bayi tidak masuk ke dalamnya, kemarahan akan timbul dan mencoba menemukan dalih bahwa anak mematuhi semua yang telah diputuskan.

5. Masukkan semua kesalahan pada anak tanpa mencerminkan perilaku mereka sebelumnya
Setiap orang harus melakukan kesalahan. Anak-anak juga mengalaminya. Mereka mungkin mendapat nilai buruk atau secara tidak sengaja menumpahkan minuman dari meja. Memberi mereka kesempatan untuk menjelaskan masalah menjadi penting sehingga anak-anak dan orang tua dapat menemukan jalan keluar.

Orang tua narsis tidak. Seberapa logis penjelasan yang diungkapkan oleh anak-anak mereka mencoba menemukan cara agar kesalahan terjadi karena anak-anak. Mereka berperan sehingga anak-anak menjadi takut dan sadar bahwa mereka adalah pembuat kekacauan yang telah berlalu.


6. Tak memberikan dukungan kepada anak-anak. Selalu menganggapnya kurang dari anak-anak lain
Anak-anak dilahirkan dengan keunikannya sendiri. Kelebihan dan kekurangan masing-masing bayi adalah perbedaan satu sama lain. Mendukung dan memberi masukan adalah cara yang tepat untuk membuat mereka berusaha mengeksplorasi apa yang dapat mereka lakukan.

Orang tua narsis bertindak sebaliknya. Mereka selalu mengeluh dan menilai dengan buruk peringatan anak dan sering membandingkannya dengan orang lain. Jika ini terbiasa pesimis, itu akan berkembang dan merusak keinginan anak-anak untuk mengeksplorasi lebih banyak hal baik untuk mereka.

7. Tidak peduli dengan perkembangan anak. Berikan kepada orang lain atau ikuti aturan mereka
Dalam beberapa kasus, orang tua narsis hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri. Mereka fokus pada hal-hal yang membuatnya percaya diri dan mendapatkan pengakuan. Entah karena sibuk bekerja, melakukan hobi larut dalam kehidupan sosial di luar keluarga.

Situasi ini mengakibatkan anak-anak diabaikan. Orang tua menggunakan dua pilihan, menyerahkan urusan anak kepada orang lain atau bayi harus mengikuti aturan mereka. Akhir dari pertumbuhan dan perkembangan mereka tidak optimal karena keegoisan ayah atau ibu mereka.

Anak-anak harus mendapat perhatian dari orang tua mereka. Mengabaikan dan mementingkan diri sendiri akan merusak masa depan dan kepercayaan diri mereka. Jaga tunas muda untuk menjadi generasi penerus yang bangga.

Sumber :

Dear Calon Orang Tua, Belajarlah dari Orang Tua Kamu Walau Seorang Petani, Jangan Malu Jangan Gengsi

Jangan Malu Jangan Gengsi, Belajarlah dari Orang Tua Kamu Walau Seorang Petani - Setiap hari peluk mereka hanya 20 detik. Tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk istri atau suami. Dengan berpelukan, kata Nyi Mas, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini adalah hormon bahagia.

Setelah dipeluk, anak akan merasa senang. Anak-anak yang bahagia akan mencapai kesuksesan.

Kemudian, ucapkan ungkapan cinta kepada anak atau suami atau istri. Apa pun responsnya, biasakan untuk mengatakannya kepada mereka. Jika Anda berada di kejauhan dan tidak dapat menahannya, ucapkan melalui pesan teks atau media sosial.

Ketiga adalah memperhatikan penggunaan perangkat atau gadget oleh anak-anak. Seringkali, ketika memberikan perangkat, orang tua tidak memahami sisi negatifnya.

Sebelum memberikan perangkat, orang tua harus terlebih dahulu memberikan pemahaman tentang sisi positif dan negatif perangkat dan disertai dengan penguatan agama untuk anak-anak mereka.

Masalah menggunakan perangkat pada anak ini juga menjadi perhatian Tanti Diniyanti, seorang psikiater di RSIA Kemang Medical Care. Menurutnya, saat memberikan gadget, saat itulah orang tua memberikan seluruh dunia mereka kepada anak-anak mereka.

Orang tua harus menemukan informasi sebanyak mungkin tentang penggunaan perangkat, jangan merasa seolah-olah mereka sudah tahu segalanya. "[Inilah] mengapa hari ini anak-anak lebih suka bermain game daripada bermain dengan orang tua mereka," kata Tanti.

Orang tua tidak mengambil jalan pintas untuk memberikan perangkat kepada anak-anak hanya karena mereka tidak ingin diganggu dengan perilaku mereka. Awalnya mungkin anak terlihat lebih tenang dan pintar bermain game. Namun, setelah mereka berkumpul dengan teman-teman mereka dan bergabung dengan komunitas yang salah, itu membuka peluang untuk masalah yang lebih besar.

Menurutnya, penggunaan perangkat bisa ditekan oleh aktivitas membaca buku. Rasio kemampuan membaca saat ini untuk anak-anak di Indonesia adalah 1.000: 1 atau dari 1.000 anak hanya 1 orang yang suka membaca.


Jika Anda malas membaca, kemampuan anak Anda untuk berpikir dan menjadi kritis atau menganalisis menjadi rendah. Membantu anak-anak untuk gemar membaca dapat dilakukan dengan menyediakan bacaan di rumah.

"Anak-anak tidak benar-benar membutuhkan TV layar datar, mereka tidak memerlukan smartphone atau kulkas tiga pintu. Orang tua sering melupakan ini, sehingga banyak anak sekarang kecanduan pornografi, kekerasan, pelecehan seksual, dan sebagainya."

Sumber :

Pengobatan dan Pencegahan Stroke

Pengobatan dan Pencegahan Stroke - Penyakit stroke adalah penyakit yang sering menjadi momok masyarakat. Semua orang pasti tidak ingin terkena penyakit stroke. Sebab, dapat menimbulkan berbagai efek serius pada kesehatan. Maka anda harus tahu gejala, faktor dan cara pencegahan agar terhindar dari penyakit stroke.

Pengobatan Stroke
Pengobatan khusus pasien stroke dilakukan oleh ahli saraf, tergantung pada jenis stroke yang dialami oleh pasien. Apakah stroke disebabkan oleh gumpalan darah yang menghambat aliran darah ke otak (stroke iskemik), atau disebabkan oleh perdarahan di dalam atau di sekitar otak (stroke hemoragik).
  • Pengobatan stroke iskemik. Pengobatan dini akan fokus pada mempertahankan jalan napas, mengendalikan tekanan darah, dan memulihkan aliran darah. Penanganan dapat dilakukan dengan menyuntikkan rtPA (aktivator plasminogen jaringan rekombinan), obat antiplatelet, obat pengencer darah (antikoagulan), obat antihipertensi, obat statin, dan endarterektomi karotid serta operasi angioplasti.
  • Pengobatan stroke hemoragik. Dalam kasus stroke hemoragik, pengobatan awal bertujuan untuk mengurangi tekanan pada otak dan mengendalikan perdarahan. Ada beberapa bentuk Pengobatan untuk stroke hemoragik, termasuk minum obat dan operasi.
  • Pengobatan TIA (Transient Ischemic Attack). Pengobatan TIA bertujuan untuk mengendalikan faktor-faktor risiko yang dapat memicu stroke, sehingga dapat mencegah stroke. Dokter akan memberikan obat yang termasuk obat antiplatelet atau obat antikoagulan, obat kolesterol, dan obat antihipertensi, tergantung pada faktor risiko yang dimiliki pasien. Dalam beberapa kasus, prosedur bedah untuk endarterektomi karotid diperlukan jika ada akumulasi lemak di arteri karotid.

Pencegahan stroke
Langkah utama untuk mencegah stroke adalah dengan mengadopsi gaya hidup sehat. Selain itu, kenali dan hindari faktor risiko yang ada, dan ikuti anjuran dokter. Beberapa cara untuk mencegah stroke termasuk:
  • Jaga pola makan. Makan terlalu banyak makanan asin dan berlemak dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menyebabkan hipertensi yang dapat memicu stroke. Hindari konsumsi garam berlebihan. Konsumsi garam yang baik adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari. Makanan yang direkomendasikan adalah makanan yang kaya akan lemak tak jenuh, protein, vitamin, dan serat. Semua nutrisi ini dapat diperoleh dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan daging rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit.
  • Berolahraga secara teratur. Olahraga teratur dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Olahraga juga dapat mengurangi kadar kolesterol dan menjaga berat badan dan tekanan darah pada tingkat yang sehat.
  • Berhenti merokok. Risiko stroke meningkat dua kali lipat jika seseorang merokok, karena rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah membeku. Tidak merokok berarti mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit paru-paru dan jantung.
  • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol. Minuman keras mengandung kalori tinggi. Jika minuman beralkohol dikonsumsi berlebihan, maka seseorang rentan terhadap berbagai penyakit yang memicu stroke, seperti diabetes dan hipertensi. Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan juga bisa membuat detak jantung Anda menjadi tidak teratur.
  • Hindari menggunakan narkoba. Beberapa jenis obat, seperti kokain dan metamfetamin, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah.
Kapan pergi ke dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala stroke di atas. Untuk melakukan pemeriksaan, Anda dapat segera membuat janji dengan dokter di rumah sakit di dekat tempat tinggal Anda.

Untuk mnegetahui penyebab dan faktor datangnya penyakit stroke, kalian kunjungi halaman kemaren terkait faktor dan gejala stroke. Kami ingin anda memberikan masukan cara penyembuhan dan tempat terapi alami penyembuhan stroke di Bondowoso, mohon untuk mengisi form kontak kami. Terima kasih

Sumber :

Penyebab, Faktor, dan Diagnosis Stroke

Penyebab, Faktor, dan Diagnosis Stroke - Untuk menghindari penyakit stroke, Anda harus tahu faktor apa saja yang menjadi penyebab stroke, salah satunya dari makanan dan kebiasaan sehari-hari. Hindari hal-hal yang bisa memicu stroke dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Penyebab Stroke
Stroke Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis stroke, yaitu:
  • Stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan atau penyumbatan, menyebabkan aliran darah ke otak menjadi sangat berkurang. Kondisi ini juga disebut iskemia. Stroke iskemik dapat dibagi menjadi 2 jenis, stroke trombotik dan stroke emboli.
  • Stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang mempengaruhi pembuluh darah. Kondisi-kondisi ini termasuk hipertensi yang tidak terkontrol, melemahnya dinding pembuluh darah, dan perawatan dengan pengencer darah. Stroke hemoragik terdiri dari dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan subaraknoid.
Faktor Risiko untuk Stroke
Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke. Terlepas dari stroke, faktor-faktor risiko ini juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Faktor-faktor ini termasuk:

Faktor kesehatan, yang meliputi:
  • Hipertensi.
  • Diabetes.
  • Kolesterol Tinggi.
  • Kegemukan.
  • Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia.
  • Sleep apnea.
  • Pernah mengalami TIA atau serangan jantung sebelumnya.

Faktor gaya hidup, yang meliputi:
  • Merokok.
  • Kurang olahraga atau aktivitas fisik.
  • Konsumsi obat-obatan terlarang.
  • Alkoholisme.
  • Faktor lain yang terkait dengan risiko stroke termasuk:
  • Faktor keturunan. Jika anggota keluarga mengalami stroke, risiko stroke juga lebih tinggi.
  • Usia. Dengan bertambahnya usia, seseorang memiliki risiko stroke yang lebih tinggi daripada orang yang lebih muda.
Diagnosis stroke
Jika Anda menemui gejala seperti di atas, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Untuk menentukan jenis perawatan yang paling tepat untuk stroke, dokter akan mengevaluasi jenis stroke dan area otak yang mengalami stroke.

Sebagai langkah pertama dalam diagnosis, dokter bertanya kepada pasien atau anggota keluarga tentang beberapa hal, yang meliputi:
  • Gejala yang dialami, timbulnya gejala, dan apa yang dilakukan pasien ketika gejala muncul.
  • Jenis obat yang dikonsumsi.
  • Apakah pasien terluka di kepala.
  • Periksa riwayat kesehatan pasien dan pasien mengenai penyakit jantung, stroke ringan (TIA), dan stroke.
Kemudian, dokter melakukan pemeriksaan fisik pasien secara keseluruhan, yang biasanya dimulai dengan memeriksa tekanan darah, denyut jantung, dan suara abnormal di pembuluh darah leher menggunakan stetoskop.

Selanjutnya, dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes darah, CT scan, MRI, elektrokardiografi, ultrasonografi doppler karotid, dan ekokardiografi.

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang stroke bisa anda kunjungi halaman pengertian, gejala, dan komplikasi stroke. Kami ingin anda memberikan masukan cara penyembuhan dan tempat terapi alami penyembuhan stroke di Bondowoso, mohon untuk mengisi form kontak kami. Terima kasih

Sumber :