Bantuan BLT Guru Ngaji Akan Segera Dicairkan Bersamaan Guru Honorer, Kapan Ya?

Bantuan BLT Guru Ngaji – Pemerintah telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pegawai swasta non BUMN sebesar Rp. 600 ribu perbulan. Bantuan tunai disalurkan kepada 12,4 juta orang. Namun, hal tersebut masih belum sesuai dengan target awal sebanyak 15,7 juta pekerja.

Namun karena masih ada sisa anggaran untuk subsidi gaji, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah juga mengatakan guru honorer dan guru ngaji akan mendapat subsidi.

Anggaran tersebut akan diberikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk disalurkan ke guru honorer. Kemudian, Kementerian Agama (Kemenag) akan mengatur BSU untuk guru ngaji.

“Selain pekerja yang digaji Rp 5 juta, masih ada sektor lain yang butuh subsidi. Ada guru honorer yang juga akan menerimanya, di Kemdikbud, guru honorer dan di Kementerian Agama ada guru ngaji yang butuh bantuan dari pemerintah, ”ujarnya dalam siaran pers telekonferensi, Kamis (1/10).

Bantuan BLT Guru Ngaji

Setelah penyaluran BSU tahap I selesai, pihaknya akan mengembalikan sisa uang anggaran ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kemudian, akan diberikan kepada dua kementerian.

Kemudian mereka akan direlokasi menjadi guru honorer dan guru agama ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama sebagai leading sector, ”ujarnya.

Bantuan BLT Guru Ngaji

Untuk distribusi ini, dia berharap bisa membantu mereka yang terkena dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan pekerja, terutama yang terkena pandemi ini,” imbuhnya.

Selain itu, jika berbicara tentang ekonomi makro secara keseluruhan, diperkirakan pemberian bantuan ini dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga sebesar 0,4 hingga 0,7 persen. Hal ini juga diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian nasional secara bertahap.

“Sekali lagi kami sampaikan bahwa subsidi upah ini merupakan upaya bersama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sekali lagi, kami berharap bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan oleh pekerja untuk memenuhi kebutuhan pekerja. Saya ingatkan untuk dibelanjakan untuk para pelaku UMKM kita untuk mendukung. UMKM kita, ”pungkasnya.

Kendala Penyaluran Bantuan Subsidi Upah

Ida mengungkapkan terdapat beberapa kendala dalam penyaluran subsidi gaji, seperti rekening ganda, rekening tidak valid, rekening tidak aktif dan rekening yang tidak sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Kendala tersebut membuat penyaluran program subsidi gaji tidak mencapai target. “Ada beberapa kendala yang menghambat subsidi gaji, artinya belum 100%,” kata Menaker Ida.

Namun, Menaker Ida belum memastikan berapa sisa anggaran yang akan dikembalikan. Sebab hingga saat ini Kementerian Tenaga Kerja masih harus menyelesaikan pendistribusian tahap 5.

Dari data mungkin dari target 15,7 juta, jumlah rekening yang bisa dikumpulkan dalam 3 minggu adalah 14,8 juta. Lalu yang kami serahkan ke Kementerian Ketenagakerjaan itu 12,4 juta, jadi tidak kami serahkan, artinya kami mencabut regulasi sebanyak 2,4 juta, ”ujarnya.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat pada tahap 1 realisasi penyaluran BLT sudah mencapai sekitar 99,38% dari kuota penyaluran dari 2,5 juta calon penerima, tahap 2 mencapai sekitar 99,38% dari kuota penyaluran 3 juta calon penerima, kemudian tahap 3 sekitar 99 32% dari kuota penyaluran 3,48 juta calon penerima, dan tahap 4 hanya 69,18% dari kuota penyaluran dari 2,65 juta calon penerima. “Jadi dari tahap 1 hingga tahap 4, total penerima gaji atau upah bersubsidi sebanyak 11,65 juta dengan realisasi 92,48%,” ujarnya.

Share :

Tinggalkan komentar