Syarat Tambahan Peserta Prakerja 2021, Catat Dan Siapkan Syarat Lengkapnya Dari Sekarang

Pemerintah belum berencana membuka kembali program pra kerja pada 2020 karena kuota 2020 sudah terpenuhi.

“Mulai gelombang 1 hingga gel 9, total penerima kartu pra kerja sudah mencapai 5.480.918 orang. Sementara itu, pemerintah menargetkan total kuota penerima kartu pra kerja pada tahun 2020 menjadi 5.597.183 orang.

Dengan demikian, sisa kuota 116.261 pra kerja tahun ini akan dialokasikan pada gelombang 10. Total kuota penerima kartu pra kerja tahun anggaran 2020 sudah selesai.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan ada beberapa program prioritas yang sudah pasti akan dilanjutkan tahun depan.

Syarat Tambahan Peserta Prakerja 2021

Bantuan subsidi gaji juga akan dilanjutkan. Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp. 600 ribu per bulan untuk pegawai swasta peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Pemerintah juga akan melanjutkan program bantuan Kartu Pra Kerja. Selain itu, bantuan sosial tunai untuk PKH dan bantuan sembako juga rencananya akan disalurkan.

Syarat Tambahan Peserta Prakerja 2021

Jika program pra-kerja dibuka kembali pada tahun 2021, ada sejumlah persyaratan tambahan bagi pelamar.

Ada beberapa orang yang dipastikan tidak lolos prakerja gelombang 2021.

  • Pejabat negara,
  • Pimpinan dan anggota DPRD,
  • ASN,
  • prajurit TNI,
  • Polisi,
  • Kepala dan perangkat desa Direksi, komisaris, dan dewan pengawas BUMN atau BUMD.

Jumlah ini akan ditambahkan:

  • Warga negara yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos)
  • Warga negara yang mendapat bantuan gaji dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).
  • Telah menerima Kartu Pra-kerja.

Peserta yang belum lulus di tahun 2020 bisa mendaftar di tahun 2021. Sebaliknya yang sudah mendapat Kartu Pra Kerja tidak bisa mendaftar ulang. Program Kartu Pra Kerja hanya bisa diterima sekali seumur hidup.

Direktur Pengoperasian Kartu Pra Kerja, Hengki Sihombing membenarkan bahwa semua peserta tidak akan bisa lulus Kartu Pra Kerja jika terdaftar sebagai penerima bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan bantuan gaji dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Kepala Dinas Komunikasi Pelaksanaan Program Kartu Pra Kerja Kouisa Tuhatu mengatakan, status tersebut dicabut karena penerima kartu pra kerja angkatan 1-5 belum memilih pelatihan pertama. “Mereka (yang masuk daftar hitam) tidak membeli pelatihan pertama mereka dalam waktu 30 hari setelah lolos seleksi,” kata Louisa.

Pemerintah memberikan dana sebesar Rp 3.550.000 bagi peserta yang lolos sebagai penerima Kartu Pra Kerja 2020. Rinciannya, Rp 1.000.000 digunakan untuk membayar pelatihan online kartu pra-kerja.

Sedangkan sisanya untuk insentif yang terdiri dari dua bagian yaitu insentif setelah menyelesaikan pelatihan pertama sebesar Rp. 600.000 per bulan selama 4 bulan.

Demikian informasi terbaru syarat tambahan peserta Prakerja 2021, semoga membantu.

Share :

Tinggalkan komentar