Pemerintah Siapkan Dana Bansos 110 Triliun Dan Segera Cair, Perhatikan Syarat Penerimanya

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 110 triliun untuk melanjutkan program perlindungan sosial pada tahun 2021.

Dalam APBN 2021 kita sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 110 triliun untuk melanjutkan program perlindungan sosial.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk program Kartu Sembako sebesar Rp45,1 triliun. Ini untuk penyaluran bantuan pangan kepada 18,8 juta penerima manfaat, masing-masing Rp 200.000 per bulan per penerima.

Selanjutnya, anggaran sebesar Rp28,7 triliun akan digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Ini untuk 10 juta penerima selama empat kuartal.

Dana Bansos 110 Triliun

Pemerintah juga menganggarkan Rp. 12 triliun untuk dialokasikan sebagai Bantuan Sosial Tunai (Bansos) untuk 10 juta penerima, dimana setiap keluarga penerima menerima Rp. 300.000 selama empat bulan.

Sedangkan untuk program Kartu Pra Kerja dialokasikan Rp 10 triliun. Bantuan langsung tunai dari Dana Desa (BLT Desa) Rp 14,4 triliun. Lalu ditambah diskon listrik enam bulan Rp 3,78 triliun.

Dana Bansos 110 Triliun

Dalam melaksanakan program perlindungan sosial, pemerintah menekankan empat poin utama. Pertama, bansos harus disalurkan mulai Januari 2021.

Bantuan Sembako

Kedua, telah diputuskan bahwa yang sebelumnya disediakan dalam bentuk sembako, khusus untuk wilayah Jabodetabek, akan disalurkan secara tunai melalui pos atau melalui bank, melalui sistem perbankan.

Januari harus dimulai karena menyangkut leverage ekonomi, daya beli masyarakat, konsumsi rumah tangga yang kita inginkan bisa mendongkrak permintaan.

Tepat Sasaran

Ketiga, data penerima bansos harus benar-benar jelas agar tepat sasaran. Libatkan daerah dalam meningkatkan data.

Keempat, jangan sampai sepenggal seperti yang terjadi pada program bansos Jabodetabek. Benar-benar kirim ke rekening atau rekening penerima. Jadi, proses digitalisasi data bansos sudah terintegrasi dengan sistem perbankan.

Share :

Tinggalkan komentar