Gaji Honorer Surabaya Tahun 2021 Rp 4 Juta Lebih Diatas PPPK, Berapa Honorer Daerah Kalian?

Gaji Honorer Surabaya – Kebijakan pemerintah untuk mengarahkan seluruh tenaga honorer K2 dan non-kategori, terutama yang berusia 35 tahun ke atas menjadi PPPK (Pegawai Negeri Sipil dengan Perjanjian Kerja), masih menuai pro dan kontra.

Ada yang menerima, tidak sedikit yang menolak. Pengalaman 51.293 tenaga honorer K2 dan pekerja harian lepas penyuluh pertanian (THL TBPP) yang mengikuti seleksi tahap pertama PPPK pada Februari 2019 menyuarakan keprihatinan di kalangan pegawai non-PNS tersebut.

Mereka takut nasib mereka akan sama dengan rekan-rekan mereka pada tahap pertama.

Gaji Honorer Surabaya Tahun 2021

“Pengangkatan PPPK tahap pertama membuat ada beberapa K2 honorer yang menyerah. Ketakutannya sama seperti dulu, jadi semua bingung mau ikut PPPK atau terus menggugat PNS,” kata Perhimpunan Daerah honorer K2 Indonesia (PHK2I).

Koordinator Eko Mardiono kepada JPNN.com, Sabtu (6/2). Khusus untuk Surabaya, lanjutnya, kehidupan honorer aman, nyaman dan sejahtera. Tanpa diangkat PNS atau PPPK, mereka sudah sejahtera.

Gaji Honorer Surabaya

Gaji Honorer Tukang Kebun Surabaya 2021

Dia mencontohkan, gaji penyapu jalan dan penjaga sekolah per Januari 2021 naik dari Rp. 4.2 juta sampai dengan Rp. 4,6 juta. Sedangkan guru dan pengurus mulai dari Rp. 4,3 juta sampai dengan Rp. 4,7 juta per bulan.

“Kalau gajinya seperti itu apalagi bikin status PPPK. Lebih baik kalau mau diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (ASN) ya PNS,” ujarnya.

Namun, kata Eko, kondisi di Surabaya tidak sama dengan kabupaten / kota lainnya. Banyak yang masih dibayar di bawah Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten / Kota (UMK). Otomatis mereka mau ikut tes PPPK.

“Yang saya lihat, pemerintah berkeras agar honorarium itu diarahkan ke PPPK. Namun, pemerintah harus memberikan solusi jika honorer yang sudah bekerja bisa diakomodir,” ujarnya.

Tidak adil untuk mengukur kemampuan honorer dengan tes dari 150 pertanyaan. Apalagi mengujinya dengan sistem komputer.

“Komputer tidak ada hati. Dia tidak tahu bagaimana kondisi honorer ujian PPPK tegang atau siap. Tahu ada yang lulus atau belum,” ujarnya.

Share :

Tinggalkan komentar