BLT Rp 200 Ribu Pencairannya Tertunda, ini Alasannya

Bantuan BLT Rp 200 Ribu – Pemerintah menilai dampak pandemi Covid-19 belum sepenuhnya mereda pada 2021. Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), pemerintah akan terus menyalurkan bantuan sosial khusus berupa Bantuan Tunai Sosial (BST) untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat yang terkena pandemi.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara membenarkan bahwa Kemensos akan melanjutkan program BST bagi masyarakat yang terkena pandemi pada tahun 2021.

“BST akan dilanjutkan selama enam bulan, mulai Januari hingga Juni 2021. Target program mencakup 34 provinsi atau seluruhnya provinsi di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, “kata Ari dalam keterangan resminya seperti dikutip Minggu (8/11/2020).

BST pada tahun 2021 akan menjangkau 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan indeks sebesar Rp 200.000 / KPM / bulan. Untuk mendukung program ini, Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 triliun.

Bantuan BLT Rp 200 Ribu

Ari mengaku, program bansos pada 2021 tidak akan sebesar tahun ini. Pemerintah akan lebih fokus pada program pemulihan ekonomi dan vaksinasi Covid-19 secara bertahap dan membutuhkan anggaran yang besar.

“Rencana bansos tahun depan tidak sebesar tahun ini. Karena fokus pemerintah, memulihkan kegiatan ekonomi dan bagaimana kita bisa mendapatkan vaksin,” kata Ari.

Bantuan BLT Rp 200 Ribu

Cara Cek Penerima BLT Rp 200ribu

Untuk memeriksa daftar penerima BLT, Anda dapat melakukannya di halaman https://dtks.kemensos.go.id/. Berikut cara cek penerima BLT Bansos BST sebesar Rp 200.000:

  • Buka halaman https://dtks.kemensos.go.id/ di kiri atas, terdapat kolom untuk pengecekan BST penerima BLT.
  • Pilih ID atau identitas yang digunakan, pilih yang akan digunakan yaitu NIK, DTKS ID, atau PBI BPJS Kesehatan.
  • Masukkan nomor NIK
  • Masukkan nama sesuai dengan KTP.
  • Masukkan kode captcha yang muncul di layar Klik tombol “Cari”.
  • Setelah itu akan terlihat apakah pemilik identitas NIK yang dimasukkan tersebut merupakan penerima BLT atau bukan.

Sedangkan menurut Ari, bantuan sosial lainnya seperti Bansos Sembako (BSS), Bansos Beras (BSB), dll untuk sementara tidak akan diberikan. dilanjutkan tahun depan. Namun, kata dia, itu masih bersifat sementara dan fleksibel tergantung situasi tahun depan dan keputusan Presiden.

Meski begitu, bansos rutin berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) / Pangan Pokok akan tetap berjalan normal di tahun 2021.

Kedua program ini tetap menjadi program penting pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan.

“Untuk PKH dan program-programnya tetap berjalan normal,” ujarnya. Untuk PKH, pada tahun 2021 mencapai 10 juta KPM dengan anggaran Rp 30,4 triliun.

Kemudian untuk Program BPNT / Pangan Pokok mencapai 18,5 juta KPM dengan anggaran Rp. 44,7 triliun.

Konsolidasi program perlindungan sosial dari Kementerian Sosial juga dilakukan dengan pertimbangan bahwa pemerintah pusat akan banyak mengembangkan program pemberdayaan ekonomi pada tahun 2021.

Diantaranya adalah pendampingan bagi UMKM, Program Padat Karya, BLT Dana Desa, Pra Kerja Kartu dan sebagainya.

Share :

Tinggalkan komentar