BLT Dana Desa Diperpanjang Hingga Desember 2020, Begini Cara Daftarnya

BLT Dana Desa Diperpanjang Hingga Desember 2020 – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (BLT DD) oleh Kementerian Kesehatan akan diperpanjang hingga Desember 2020.

Sebelumnya, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi mengatakan, hingga 2 November 2020 telah disalurkan Bantuan Langsung Dana Desa (BLT) sebesar Rp18.135.900.300.000 (Rp18.135 Triliun).

Sedangkan total Dana BLT Kementerian Desa adalah Rp. 22,48 triliun yang dialokasikan untuk lebih dari 12,49 juta keluarga miskin selama tiga bulan.

“Dana desa untuk BLT yang sudah disalurkan sudah mencapai lebih dari Rp 18 triliun. Ini salah satu kegiatan untuk mendukung ketahanan ekonomi desa, melalui BLT Dana Desa,” ujarnya saat menjadi keynote speaker pada Studi Desa di secara virtual dengan Village TV di Jakarta, Selasa, 3 November 2020.

BLT Dana Desa Diperpanjang Hingga Desember

Budi Arie mengungkapkan, Dana BLT Desa yang telah disalurkan telah menyentuh sebanyak 8.001.512 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di pedesaan. Menurutnya, BLT Dana Desa merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan daya beli dan daya ungkit ekonomi masyarakat pedesaan.

Artinya sisa dana Rp. 4,34 triliun dan jumlah penerima yang belum tersalurkan kurang lebih 4 juta keluarga miskin.

BLT Dana Desa Diperpanjang

Bantuan Langsung Dana Desa (BLT) sebesar Rp 2,7 juta oleh Kementerian Desa akan diperpanjang hingga Desember 2020.

Penyaluran Dana BLT Desa sebesar Rp. 2,7 juta akan dibayarkan untuk 6 bulan, dimana dalam tiga bulan pertama Rp. 600 ribu / KPM / bulan selanjutnya Rp. 300 ribu / KPM / bulan.

Saat ini bansos atau BLT Dana Desa sudah diperpanjang hingga Desember 2020 sehingga masih ada peluang bagi Anda jika ingin mendapatkan uang tunai dari pemerintah.

Perlu diperhatikan bahwa terdapat beberapa kriteria dan sasaran penerima BLT Dana Desa, sebagai berikut:

Keluarga Miskin Non PKH (Program Keluarga Harapan), Non BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), Kartu Non Kerja dan Kehilangan Penghasilan.
Belum direkam.

Memiliki anggota keluarga yang mudah terserang penyakit atau menderita penyakit kronis.
Jika anda berminat untuk mendapatkan BLT Dana Desa, cara pendaftarannya sangat mudah untuk memastikan anda adalah calon penerima BLT yang merupakan anggota masyarakat yang termasuk dalam pendataan RT / RW dan berada di desa, begitu juga jika Anda belum mendaftar maka segera lapor dan tanya ke aparat desa atau RT / RW setempat.

Cara Daftar BLT Dana Desa

Simak syarat dan cara pendaftaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan program desa seharga Rp. 600 ribu perbulan.

Penyaluran program Bantuan Langsung Tunai (BLT) baru menyerap 65 persen di mana anggaran yang telah ditransfer ke rekening desa sebesar Rp 71,9 triliun.

Dari target 12 juta keluarga penerima manfaat (KPM) BLT ini, hanya 7,9 juta KPM yang terserap.

Berikut adalah persyaratan khusus calon penerima BLT jika belum mendapatkan Jaring Pengaman Sosial lainnya seperti Program Keluarga Harapan atau Bantuan Sosial (bansos).

Jika tertarik untuk mendapatkan BLT ini, segera daftarkan diri Anda dan laporkan dan tanyakan pada perangkat desa setempat.

Prosedurnya dimulai dengan pendataan dari relawan Covid-19 dari RT kemudian dibawa ke Musyawarah Desa Khusus untuk menetapkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang kemudian disahkan oleh Kepala Daerah, kemudian disalurkan.

Program BLT dana desa tidak ditargetkan untuk memenuhi kuota, karena sifat program ini merupakan produk Musyawarah Desa yang melibatkan masyarakat dan berada di tangan masyarakat, ujarnya.

Besaran bantuan yang diterima KPM, kata dia, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan dan Instruksi Mendes, yakni Rp. 600 ribu per keluarga selama tiga bulan.

Yang berbeda, kata Budi Arie, jumlah penerima BLT sesuai dengan kondisi dan dinamika yang terjadi di desa.

Budi Arie mengatakan, “Kami telah mengidentifikasi 84 persen KPM sebagai petani, 4 persen nelayan, 1 persen pekerja pabrik, dan lima persen pedagang. Lebih spesifik lagi, dari 7,9 juta penerima manfaat, 2,5 juta adalah perempuan kepala keluarga atau PEKKA,

Share :

Tinggalkan komentar