Bantuan Subsidi Upah Gelombang 2 Akan Cair, Memenuhi Syarat Tapi Tidak Dapat Bantuan, Gimana?

Bantuan Subsidi Upah Gelombang 2 Rp. 600.000 per bulan diberikan oleh pemerintah kepada pegawai swasta dan pegawai honorer non-ASN dengan gaji dibawah Rp. 5 juta sudah disalurkan sejak 26 Agustus 2020.

Namun, banyak pertanyaan yang masih dilontarkan terkait program ini. Di media sosial Twitter, beredar pertanyaan dari netizen tentang penyaluran bantuan. Hal tersebut dapat dilihat pada kolom komentar di akun resmi BPJS Ketenagakerjaan @BPJSTKinfo.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banda mengatakan, kriteria penerima BSU sebesar Rp. 600.000 per bulan bisa dilihat dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020.

“Persyaratan (penerima) sesuai dengan Permenaker 14 2020,” kata Utoh saat dihubungi Kompas.com, Minggu (30/8 /2020).

Bantuan Subsidi Upah Gelombang 2

Siapa yang bisa mendapatkan bantuan?

Mengutip Pasal 3 Permenaker Nomor 14 Tahun 2020, subsidi gaji pegawai sebesar Rp 600.000 diberikan kepada pekerja atau buruh yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Nomor Induk Terdaftar (NIK)
  • Sebagai peserta aktif dalam Ketenagakerjaan Program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan
  • Pekerja / Buruh penerima Gaji / Upah
  • Partisipasi sampai dengan Juni 2020
  • Peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan yang memberikan iuran sebesar iuran yang dihitung berdasarkan gaji/upah di bawah Rp 5 juta sesuai dengan gaji / upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja untuk BPJS Ketenagakerjaan dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan
  • Memiliki rekening bank yang aktif

Kata Utoh, saat ini telah terkumpul 14 juta nomor rekening dari target penerima sebesar 15,7 juta. Dari total akun yang terkumpul, 11,3 juta sudah divalidasi, sedangkan sisanya dipastikan kembali ke pemberi kerja.

Bantuan Subsidi Upah Gelombang 2

“Kami terus mendorong pengusaha untuk segera mengirimkan nomor rekeningnya hingga 31 Agustus 2020 dan mempercepat pengajuan data untuk konfirmasi ulang,” kata Utoh.

Bagaimana jika memenuhi persyaratan bantuan subsidi gaji tetapi tidak menerima bantuan?

Jika ada karyawan yang merasa berhak tetapi tidak mendapat bantuan, apa yang harus dilakukan? Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Soes Hindarno, para peserta ini dapat melapor ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Apabila ada peserta program yang tidak mendapatkan haknya padahal menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan dapat segera mengajukan pengaduan ke BPJS Ketenagakerjaan,” kata Soes seperti dilansir Kompas.com, Jumat (28/8/2020) siang.

Penerima bantuan subsidi gaji / upah

Melapor ke BPJS Ketenagakerjaan karena terdapat data penerima manfaat yang valid.

“Namun dalam konteks eksistensi negara, Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan posko pengaduan, melalui Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sistem Informasi Ketenagakerjaan) yang memiliki help center,” ujarnya. Pusat bantuan ini dapat diakses oleh komunitas melalui laman kemnaker.go.id.

Kapan bantuan akan dicairkan? Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp. 600.000 per bulan selama empat bulan.

Pembagian dilakukan dua kali yaitu setiap tahap penerima menerima Rp. 1.2 juta. Seperti dilansir Kompas.com, Kamis (27/8/2020), penyaluran bantuan tahap 1 dilakukan melalui transfer ke rekening pekerja mulai Rabu (26/8/2020).

Saat ini, 2,5 juta karyawan sudah mendapat bantuan. Penyaluran bantuan tidak dilakukan secara serempak, hanya disalurkan kepada pegawai yang datanya sudah divalidasi. Seperti dilansir Kompas.com, Jumat (28/8/2020).

Penyaluran Bantuan Upah Karyawan

Utoh mengatakan penyaluran bantuan karyawan akan terus dilakukan pekan depan. Tepatnya, setelah data ketenagakerjaan yang diterima BPJS Ketenagakerjaan divalidasi.

Namun, terkait perkiraan jumlah pegawai yang akan menerima pencairan subsidi gaji pekan depan, Utoh belum bisa memberikan informasi.

Bagaimana skema pencairannya? Seperti dilansir Kompas.com, Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan R Soes Hindharno mengatakan, dalam satu kali transfer, pemerintah menyalurkan Rp 1,2 juta.

Pencairan akan dilakukan secara bertahap mulai Agustus hingga Desember. Soes mengatakan, targetnya pada Desember semua bantuan bisa selesai.

Ia menjelaskan, pada 26 Agustus lalu, tahap pertama dilimpahkan, jumlah penerima sudah mencapai 2,5 juta orang. Kemudian, setiap minggu ditransfer lagi ke 2,5 juta penerima manfaat lainnya.

Soes mengatakan waktu pendampingan tahap kedua tidak pasti, tapi targetnya seminggu sekali untuk tahap selanjutnya.

Dijelaskannya, dari sekitar 15 juta penerima, jika dibagi 2,5 juta penerima akan menemukan angka 6.

Sebagai gambaran, dalam 6 minggu pertama akan diberikan bantuan untuk tahap 1 (Rp 1,2 juta). Kemudian dalam 6 minggu ke depan, sisanya akan diberikan untuk tahap 2 (Rp 1,2 juta). “Pada akhir Desember.

Demikian ulasan bantuan subsidi upah gelombang 2 yang akan dicairkan beberapa hari lagi, semoga informasi dapat membantu.

Share :

Tinggalkan komentar