Alasan CPNS Guru Ditutup

Alasan CPNS Guru Ditutup – Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana secara blak-blakan menjelaskan alasan pemerintah tidak lagi membuka formasi CPNS untuk jabatan guru pada 2021.

Mulai tahun depan, pemerintah hanya akan membuka 1 juta formasi guru berstatus PNS dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2021. “Kami sepakat guru akan beralih ke PPPK. Jadi bukan CPNS (penerimaan) lagi,” kata Bima pada konferensi pers, Selasa, 29 Desember 2020.

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan BKN memutuskan untuk tidak lagi menerima guru berstatus CPNS. “Tapi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,” kata Bima.

Keputusan tersebut antara lain didasarkan pada pertimbangan bahwa selama 20 tahun terakhir telah terjadi ketimpangan dalam sistem distribusi guru antar daerah secara nasional. Hal ini terjadi karena pemerintah membuka formasi guru untuk seleksi CPNS.

Alasan CPNS Guru Ditiadakan

Menurut Bima, ketimpangan sistem distribusi guru antardaerah terjadi karena biasanya PNS usai menjabat empat hingga lima tahun ingin pindah lokasi. “Dan itu kemudian menghancurkan sistem distribusi guru nasional.”

Dalam 20 tahun yang sama, kata Bima, BKN berusaha keras untuk menyelesaikan masalah distribusi guru, tetapi solusi tersebut tidak pernah berhasil.

Alasan CPNS Guru Ditutup

Pasalnya, pembentukan CPNS untuk guru masih terbuka. “Jadi ke depan sistemnya akan diubah menjadi PPPK,” ujarnya.

Kelebihan PPPK

Lebih lanjut Bima menjelaskan, PPPK dan PNS sebenarnya memiliki kedudukan yang setara. Perbedaan kedua pegawai negeri sipil (ASN) ini hanya soal ada atau tidaknya fasilitas manfaat pensiun. “Bedanya, kalau PNS mendapat pensiun (tunjangan), PPPK tidak mendapat pensiun (tunjangan).”

Meski begitu, kata Bima, BKN tengah menggodoknya dengan PT Taspen agar PPPK bisa mendapatkan manfaat pensiun layaknya pegawai negeri.

“Jadi kita sudah berdiskusi dengan PT Taspen, kalau PPPK benar-benar mau, maka iuran pensiun bisa dikurangkan. Sehingga mereka juga berhak mendapatkan manfaat pensiun. Itu sedang dalam pembahasan,” ujarnya.

Pengangkatan Guru Honorer

Tahun ini, pemerintah membuka kesempatan bagi guru honorer, termasuk guru honorer kategori 2 (eks-THK-2), untuk mendaftar dan mengikuti ujian seleksi menjadi guru PPPK.

Kebijakan ini telah dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 23 November 2020 dan akan menjadi fokus Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pada 2021.

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nunuk Suryani menambahkan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar PPPK.

Misalnya, guru honorer K2 harus masuk dalam database BKN dan guru honorer non-K2 di sekolah negeri dan swasta harus masuk dalam data utama pendidikan (Dapodik). “Tidak ada kewajiban melampirkan ijazah pendidik,” kata Nunuk.

Sertifikat Pendidik

Sertifikat pendidik, kata dia, bukan syarat utama untuk mendaftar PPPK. Yang utama adalah ijazah yang selaras dengan formasi yang disiapkan.

Misalnya untuk pembentukan guru sekolah dasar, ijazah yang dibutuhkan adalah pendidikan guru sekolah dasar. Begitu juga dengan bentukan lainnya.

Nantinya, setiap Pemerintah Daerah (Pemda) akan menyerahkan kebutuhan PPPK kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Untuk itu, setelah kebijakan PPPK diumumkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama KemenPAN-RB dan BKN gencar melakukan sosialisasi ke daerah untuk merekrut dan memetakan pembentukan guru PPPK yang dibutuhkan, ”ujarnya.

Demikian Alasan CPNS Guru Ditutup yang bersumber dari Tempo, semoga bermanfaat.

Share :

Tinggalkan komentar