Alpukat : Sejarah, Manfaat, Jenis, Budidaya, dan Cara Mengatasi Hama Penyakit

Alpukat : Sejarah, Manfaat, Jenis, Budidaya, dan Cara Mengatasi Hama Penyakit - Buah yang satu ini sangat disukai semua orang apalagi alpukat mentega namun tak semua orang suka budidaya buah Alpukat dikarenakan selalu terserang penyakit ulat kipat.

Alpukat : Sejarah, Manfaat, Jenis, Budidaya, dan Cara Mengatasi Hama Penyakit
Buah Alpukat Mentega

Buah alpukat tak hanya disukai karena rasanya tapi manfaatnya yang luar biasa bagi tubuh manusia. Disisi lain dari manfaat alpukat, ternyata memiliki efek buruk untuk sebagian orang maka dari itu dalam artikel ini akan di ulas secara jelas ilmu tentang buah alpukat.

Sebelum menuju pembahasan, kamu harus tahu buah alpukat dan pernah merasakannya agar tidak membayangkan terlalu jauh. Jika belum pernah makan, cobalah beli di pasar buah pada musimnya.

Harga Buah Alpukat bervariasi sesuai jenis buahnya dan musimnya. Dari beberapa jenis alpukat yang paling populer dan di sukai jenis alpukat mentega paling mahal karena daging tebal dan manis seperti mentega berwarna kuning.

Diawal musim buah ini, pedagang menjualnya dengan harga tinggi, apabila musimnya akan segra berakhir biasanya pedang menjualnya dengan harga standard.

Buah alpukat juga pantas untuk disajikan untuk tamu spesial dan oleh-oleh. Makan buah ini ada dua cara yakni dimakan langsung campur gula atau tanpa gula dan bisa dibuat jus (juice).

Alpukat (Advocado)

Tanaman alpukat adalah tanaman buah dalam bentuk pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpukat (Jawa Timur / Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain.

Manfaat Alpukat

Tanaman alpukat yang paling banyak digunakan adalah buah sebagai makanan buah segar. Selain itu penggunaan daging alpukat yang biasa dilakukan oleh masyarakat Eropa digunakan sebagai makanan yang diolah di berbagai hidangan.

Manfaat lain dari daging alpukat adalah untuk bahan kosmetik. Bagian lain yang dapat digunakan adalah daun muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik).

Sejarah Alpukat

Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah / dataran tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan akan masuk ke Indonesia pada abad ke-18.

Secara resmi antara 1920-1930 Indonesia memperkenalkan 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk mendapatkan varietas unggul untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama di dataran tinggi.

Negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Australia, Kuba, Argentina, dan Afrika Selatan. Dari tahun ke tahun, Amerika memiliki kebun alpukat yang semakin meningkat.

Di Indonesia, tanaman alpukat masih berupa pekarangan, belum diolah dalam skala pertanian. Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara.

Jenis-jenis Tanaman

Klasifikasi lengkap tanaman alpukat adalah sebagai berikut:
Divisi: Spermatophyta
Divisi anak: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Ranales
Keluarga: Lauraceae
Marga: Persea
Variety: Persea americana Mill

Tanaman alpukat terdiri dari 3 jenis keturunan / ras berdasarkan sifat ekologisnya

Ras Meksiko
Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan iklim semi-tropis Equador dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m di atas permukaan laut. Ras ini memiliki daun dan buah yang berbau adas. Masa berbunga hingga buah bisa dipanen kurang lebih 6 bulan.

Buah kecil dengan berat 100-225 gram, jorong (lonjong), kulit batang pendek, tipis dan licin. Biji besar mengisi rongga buah. Daging buah memiliki kandungan minyak / lemak tertinggi. Balapan ini tahan terhadap suhu dingin.

Ras Guatemala
Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah dengan iklim sub-tropis dengan ketinggian sekitar 800-2400 m di atas permukaan laut. Balapan ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi hingga -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas.

Buahnya memiliki ukuran yang cukup besar, beratnya antara 200-2300 gram, kulit buahnya tebal, keras, mudah rusak dan kasar (pimply). Masak buah antara 9-12 bulan setelah berbunga. Ukuran biji relatif kecil dan melekat erat ke rongga, dengan kulit biji menempel. Daging buah memiliki kandungan minyak sedang.

Ras Hindia Barat
Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang memiliki iklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m di atas permukaan laut. Varietas ini sangat sensitif terhadap suhu rendah, dengan toleransi hingga minus 2 derajat C.

Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih ringan daripada dua ras lainnya. Buahnya besar dengan berat antara 400-2300 gram, batang pendek, kulit licin agak tebal dan tebal. Buah masak 6-9 bulan setelah berbunga. Biji besar dan sering lepas di rongga, biji kasar. Kandungan minyak daging buah terendah.

Varietas alpukat di Indonesia

Varietas unggul
Karakteristik unggul meliputi produksi tinggi, toleran terhadap hama dan penyakit, buah berbentuk oval dan sedang berukuran seragam, daging buah berkualitas baik dan tidak berserat, biji kecil menempel pada rongga benih, dan kulit buahnya licin.

Pada tanggal 14 Januari 1987, Menteri Pertanian telah menentukan 2 varietas alpukat unggul, yaitu alpukat panjang-hijau dan alpukat.

Karakteristik
  1. Tinggi pohon: alpukat ijo panjang 5-8 m, alpukat ijo bulat 6-8 m
  2. Bentuk daun: alpukat hijau panjang, bundar dengan tepi rata, alpukat bulat hijau dengan tepi bergelombang
  3. Berbuah: alpukat hijau panjang terus menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan tanah, alpukat hijau terus menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan tanah
  4. Berat buah: alpukat hijau panjang 0,3-0,5 kg, alpukat hijau bulat 0,3-0,4 kg
  5. Bentuk buah: alpukat bentuk pir panjang hijau (bentuk pir), alpukat bulat lonjong oval (lonjong)
  6. Rasa buah: alpukat hijau panjang enak, gurih, agak lunak, gurih alpukat hijau, gurih, agak kering
  7. Diameter buah: alpukat hijau panjang 6,5-10 cm (rata-rata 8 cm), alpukat bulat hijau 7,5 cm
  8. Panjang buah: alpukat hijau panjang 11,5-18 cm (rata-rata 14 cm), alpukat bulat hijau 9 cm
  9. Hasil: alpukat hijau panjang 40-80 kg / pohon / tahun (rata-rata 50 kg), alpukat hijau bulat 20-60 kg / pohon / tahun (rata-rata 30 kg)

Varietas lainnya
Varietas alpukat kelompok ini adalah plasma nutfah Penelitian Teknologi dan Instalasi Studi, Tlekung, Malang.

Beberapa varietas alpukat yang ditemukan di kebun percobaan Tlekung, Malang adalah alpukat merah panjang, merah bulat, dickson, butler, winowsowson, benik, puebla, furete, collinson, waldin, ganter, mexcola, adipati, ryan, leucadia, ratu dan edranol.

Cara budidaya buah Alpukat

Pohon Alpukat mudah tumbuh dimana saja, tidak memilih tempat seperti buah mangga. Banyak pedagang buah menjual bibit pohon alpukat dengan mahal padahal cara menanamnya sangat mudah.

Dibawah cara budidaya Alpukat dan cara mengatasi hama penyakit.
  1. Pilih biji alpukat sesuai jenis yang kamu inginkan, bisa Alpukat mentega rasanya enak atau alpukat miki tak diserang hama ulat.
  2. Ambil bijinya lalu letakkan di tanah yang lembab, boleh di pot
  3. Biarkan sampai tumbuh tunas dengan ketinggian satu meter
  4. Lalu pindahkan ke tempat yang kamu inginkan dan luas jauh dari tumbuhan lain agar tidak rebutan nutrisi
  5. Beri pupuk untuk penyuburan tanah dan nutrisi

Cukup singkat caranya karena memang tak butuh perhatian ektra dan tak sesulit menanam buah semangka.

Tips pohon Alpukat cepat berbuah lebat

  • Beri pupuk kandang secukupnya, hindari pupuk kimia
  • Pohon Alpukat jangan di stek agar rasa tetap enak
  • Jika melihat anak ulat, segera atasi dengan membakarnya ulatnya di pohon
  • Jika sudah berumur 3 tahun, paku batang pohon dan lepas pakunya jika sudah berbuah

Pohon Alpukat belajar berbuah pada umur lima tahun, namun dengan cara diatas pohon akan cepat berbuah lebat dan rasanya dijamin enak. Berat satu buah Alpukat mentega sekitar 200 - 400 gram, di pasar satu kilogram hanya isi 3 buah dengan harga jual pasaran Rp 15.000 hingga Rp 30.000.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel