Bendebesah

Bendebesah - Kabupaten kecil yang berada di ujung provinsi Jawa Timur yang paling mengesankan adalah Kabupaten Bondowoso karena memiliki sejarah panjang yang patut kita ketahui. Penduduk aslinya tidak menyebutnya Bondowoso tetapi Bendebesah / Mandebesah.

Bendebesah
Gerbong Maut

Untuk penulisan yang baku yakni bendebesah, terkadang orang menulisnya bendhebesah, bendebhesah, mandhebesah, dan mandebhesah.

Kabupaten Bendebesah di kelilingi 4 Kabupaten besar yaitu Kabupaten Jember, Situbondo, Banyuwangi, dan Probolinggo.

Selain dikelilingi 4 kabupaten, Bendebesah juga dikelilingi pegunungan besar yang masih aktif antara lain Gunung Raung, Gunung Ijen, Gunung Putri, Gunung Argopuro.

Bupati pertama Bendebesah adalah Ki Ronggo di tahun 1800an, Ki Ronggo merupakan salah satu pahlawan yang ikut membabat hutan di Bondowoso.

Tak punya laut tapi bendebesah sebagai pusat kerajinan besek. Besek ini digunakan untuk wadah (tempat) hasil tangkapan laut seperti ikan dan cumi-cumi. Besek juga digunakan untuk wadah tape, mengingat tape adalah makanan khas Bendebesah.

Ada puluhan produsen tape di kabupaten ini, sudah sejak zaman kolonial Belanda terkenal penghasil tape (tapai). Tape berbahan dasar singkong (ubi kayu), ditanam di tanah asli Bendebesah. Jika singkong di beli dari daerah lain, rasanya akan berbeda jauh.

Oleh karena itu, tak heran jika mendapat sebutan Bondowoso kota Tape. Tape yang paling laris adalah tape kuning dan suwar suwir.

Di bagian timur kabupaten Bendebesah banyak perkebunan kopi dengan ketinggian diatas 1500 Mdpl. Yang paling banyak dibudidayakan adalah arabika untuk ketinggian 1000mdpl, dibawah 1000mdpl ditanami Robusta dan sayur-sayuran.

Bupati Bendebesah mendeklarasikan Bondowoso Republik Kopi di Tahun 2017 yang bertujuan meningkat pemasaran di pasar lokal dan kancah dunia. Kopi Bendebesah berhasil tembus pasar Amerika dan Eropa setiap tahunnya dilansir di website Kabupaten.

Bendebesah pernah mendapat penghargaan kabupaten / kota terbersih di tahun 90'an yang diabadikan dengan tugu Adipura di Bundaran Kelurahan Nangkaan.

Mayoritas penduduk menggunakan bahasa Madura, seiring dengan masuknya penduduk luar yang menggunakan bahasa Madura sedikit menurun.

Mata pencaharian penduduk mayoritas Petani dan wiraswasta, dan buruh. Bila musim kemarau tiba, penduduk yang memiliki modal besar menanam tanaman tembakau, ini khusus bagi lahan yang susah mendapat air. Jika telah musim hujan rata-rata menanam padi, sayuran dan buah-buah.

Cukup sekian pembahasan tentang bendebesah, jika ada kritik dan saran positif silahkan isi form kontak. Terima Kasih.

Reng bendebesah cinta damai dan anti tokaran. Jek ngakoh reng bendebesah mon gik dhusonan.

#bendebesah
#orengbendebesah
#tapai

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel