Prosedur Mengurus Jenazah Jamaah Haji di Tanah Suci

Prosedur Mengurus Jenazah Jamaah Haji - Prosedur untuk mengurus jenazah jamaah haji di Arab Saudi sebenarnya sederhana dan mudah. Jika seorang jamaah haji meninggal, langkah pertama yang harus diambil adalah melaporkan kepada kepala armada / mutawwif.

Langkah kedua adalah pemimpin kelompok akan memeriksa tubuh ditemani oleh dokter untuk memastikan dan mencatat penyebab kematian tubuh.

Langkah ketiga Ketua akan memberikan informasi tentang tubuh seperti nama, penerbangan, waktu kematian, dan lainnya.

Langkah keempat pemimpin kelompok akan melapor ke Maktab dan area kerja / Pihak muassasah, yang bekerja sama dengan waziratul haji atau Kementerian Haji Arab Saudi, akan membuat sertifikat kematian dari rumah sakit atau CoD (sertifikat kematian).

Prosedur Mengurus Jamaah Haji Yang Meninggal di Tanah Suci

Sertifikat kematian ini dapat dikeluarkan sekitar 1 jam setelah pasien dinyatakan meninggal di rumah sakit. Untuk kasus kematian di luar rumah sakit, prosesnya lebih lama karena mereka harus mendapatkan surat konfirmasi dari polisi terlebih dahulu.

Langkah kelima setelah semua proses ini selesai, maka dokumen tersebut ditangani oleh konsulat Indonesia di Jeddah. Dokumen yang dimaksud adalah izin pemakaman.

Peziarah yang meninggal akan dirawat oleh pemakaman muassasahnya. Mayat para peziarah yang meninggal biasanya dimakamkan di kuburan umum di luar kota Mekah atau Madinah.

Manajemen jenazah seperti mandi, mengandalkan, dan mengubur dilakukan oleh penyelenggara jenazah yang dilakukan oleh yayasan swasta di Arab Saudi dan tidak dikenai biaya. Petugas pemakaman biasanya akan meminta tips yang bisa diberikan dengan ikhlas.

Sumber : Prosedur Pengurusan Jamaah Haji Yang Meninggal di Tanah Suci

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel