Fakta di Balik Misteri Gunung Piramid

Misteri Gunung Piramid - Destinasi yang satu ini baru saja terjamah oleh wisatawan, biasanya hanya di datangi oleh para pencari kayu bakar untuk di jual. Pasti kalian baru tahu dengan gunung Piramid yang lokasi berada di Kabupaten Bondowoso jawa timur.

Tempat ini masih alami belum ada petunjuk arah menuju puncak, setiap grup pendaki membuka jalan masing-masing, bagi pemula biasanya mengikuti kelompok pendaki lainnya. Tak jarang pendaki kesasar, tetapi pendaki yang berpengalaman pasti tahu apa yang akan di lakukan ketika tersesat.

Puncak Gunung piramid memiliki ketinggian di atas 1000mdpl, di ujung puncak terpampang papan tertulis 1520 mdpl. Dengan ketinggian ini kita dapat melihat keindahan alam yang menakjubkan, mempesona bak surga yang tersembunyi.

Siapa sih yang gak kepengen lihat bumi dari tempat tinggi? di puncak bukit Piramid kalian bisa melihat lekukan perbukitan dan hutan asri. Di malam hari juga dapat melihat lampu kota Bondowoso. Hanya ucapan Subahanallah Allhu Akbar yang kita ucapkan ketika melihat kemegahan ciptahan Allah.

Dibalik keindahan Gunung Piramid terdapat misteri yang belum terpecahkan sampai sekarang. Informasinya perbukitan Piramid ini dulunya tempat singgah Dewi rengganis, putri kerajaan yang cantik jelita, entah kapan Dewi rengganis lahir kami belum dapat Biodata lengkap Dewi Rengganis apalagi pada saat itu belum ada kebijakan wajib memiliki E-KTP.

Legenda Dewi Rengganis tersebar se Nusantara, hampir semua rakyat Indonesia mendengar kisah Dewi Rengganis yang cantik Putri tunggal Datu Pandita. Sebagai putri kerajaan, pasti susah menjalin cinta dengan pria yang ia sukai, menarik sekali kisah cinta dewi Rengganis jika bahas.

Di Internet tersebar foto-foto Dewi Rengganis, belum ada yang tahu pasti wajah aslinya. Mana yang benar tidak ada yang bisa meyakinkan. 

Sampai saat ini, warga sekitar mempercayai bahwa Dewi Rengganis masih ada dan meyakini menjaga kawasan Gunung Argopuro. Gunung piramid merupakan kaki Gunung Argorpuro, tak hanya piramid tetap juga ada Gunung Saeng dan Patirana.

Mitos-mitos Bukit Piramid masih ada, namun mitos itu dapat di bendung oleh warga. Pasti kalian masih ingat dengan kalimat Siapapun yang menjaga alam pasti akan di tolong oleh alam, siapapun merusak alam maka alam akan murka.

Mari jaga alam di sekitar kita, jangan sampai rusak. Kasihan mereka yang tidak ikut merusak tetapi ikut merasakan dampaknya.

Baru-baru ini Gunung Piramid berduka, salah satu pendaki bernama Thoriq hilang begitu saja, tidak ada teriakan minta tolong atau meninggalkan jejak. Thoriq yang masih duduk di SMP ini bersama teman lainnya menuju puncak piramid.

Sesampai di tengah perjalanan sebagian temannya kembali ke camp, dan yang lainnya melanjutkan perjalanan ke puncak. Beberapa menit di atas puncak piramid Thoriq Dkk turun menuju camp, pada saat turun itulah Thoriq turun dengan cepat seakan-akan sudah tahu jalan yang penuh kabut dan bebatuan.

Temannya tertinggal 20 meter dari Thoriq, setelah semua berkumpul di camp semua pada bertanya, kemana si Thoriq, semua terheran karena Thoriq turun dengan cepat padahal jalan setapak miring dan kanan kiri Jurang dengan kedalaman 100 meter.


beberapa saat kemudian teman-teman Thoriq melaporkan kepada panitia dan TIM Basarnas bahwa Thoriq hilang. Banyak relawan mencari Thoriq, tidak segan-segan membantu siang hingga malam hari.

Mbah Mijan pun ikut turun membantu keluarga Thoriq, melalui sosial media Mbah Mijan bertanya kepada Netizen biodata Thoriq dan nomer kontak keluarga Thoriq.

Ini kejadian pertama yang menghebohkan Bukit Piramid, biasanya hanya kesasar lalau di cari sudah ketemu. Mudah-mudahan ini kejadian terakhir kalinya, tidak terjadi pada pendaki lain. Bagi pendaki berharap mengajak pendaki yang pernah menuju puncak Piramida.

Demikian berita mengenai Misteri Gunung Piramid. Jangan takut kembali mendaki puncak Piramid Bondowoso, kita punya Allah, berdoa sebelum berangkat, selalu ucapkan salam sebelum bertindak dan jangan merusak alam sekitar.

Sumber :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel