Enam Tipe Perempuan Ini Tidak di Rekomendasikan Sebagai Istri Oleh Mbah Hasyim

Jangan pilih Enam Tipe Perempuan ini sebagai Istri - Pernikahan adalah ikatan batin antara pria dan wanita sebagai suami-istri. Tujuan pernikahan adalah untuk membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan abadi, tidak hanya di dunia tetapi di akhirat.


Ada banyak faktor yang merupakan elemen pendukung untuk penciptaan keluarga dan rumah tangga yang abadi dan bahagia. Salah satunya adalah perilaku istri sebagai pasangan hidup. Perilaku istri yang baik dan buruk berkontribusi pada kebahagiaan dan kegagalan sebuah keluarga.


Wanita Annânah adalah wanita yang banyak mengadu, mengeluh, dan sering membalut kepala mereka. Tidak baik menikahi wanita yang sakit-sakitan dan berpura-pura sakit.

Wanita yang mannânah adalah wanita yang memiliki kebiasaan suka ungkit suami. Dia berkata, "Aku sudah melakukan ini dan itu untukmu!"

Wanita miskin adalah wanita yang merindukan suami lain atau merindukan anak dari suami lain. Sebagai contoh, dia membayangkan bahwa jika dia seperti seorang artis fulan atau jika dia memiliki anak dari pria tampan dia mengidolakan. Wanita dengan perilaku seperti itu harus dijauhi.

Wanita yang memiliki haddaqah adalah wanita yang suka melihat segala sesuatu dan menginginkannya serta menuntut agar suami membelinya.

Wanita yang barrâqah memiliki dua makna, pertama adalah wanita yang selalu merapikan dan mendandaninya sepanjang hari agar terlihat berkilau dengan pakaian. Arti kedua adalah wanita yang suka marah karena makanan. Dia lebih suka makan sendirian dan berpikir bahwa bagiannya dalam semuanya hanya sedikit sehingga perlu untuk meminta tambahan.

Sedangkan wanita syaddâqah adalah wanita yang cerewet atau banyak bicara.

Wanita dengan enam sifat dan perilaku ini tidak cocok untuk dipilih sebagai pasangan hidup dan kurang mendukung dalam menciptakan kehidupan rumah tangga yang bahagia.

Perhatikan juga bahwa pada dasarnya berbagai kualitas buruk yang seharusnya tidak dimiliki oleh seorang istri tidak boleh dimiliki oleh seorang suami. Jika Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari mengatakan bahwa tidak pantas bagi seorang wanita yang memiliki kualitas-kualitas di atas untuk dijadikan seorang istri, maka juga tidak pantas bagi seorang pria yang memiliki kualitas buruk untuk dipilih menjadi seorang suami.

Ini karena kebahagiaan rumah tangga tidak dapat dibangun dengan sempurna ketika satu pasangan berperilaku dan berperilaku buruk.

Dalam hal ini, ada banyak pernyataan yang, seolah-olah, menjadikan perempuan sebagai objek diskusi hanya sebagai cerminan dari budaya masyarakat pada umumnya di mana laki-laki cenderung aktif dalam memilih dan seorang perempuan lebih dipilih secara pasif.

Lalu bagaimana jika seseorang sudah memiliki pasangan hidup yang memiliki satu atau lebih perilaku ini? Dalam kondisi seperti itu bersabar adalah sikap terbaik yang harus dilakukan. Karena mungkin saja sesuatu yang tidak disukai oleh Tuhan memberikan banyak kebaikan. Wallahu A'lam.

Sumber : nu
Baca Juga

Hanya berbagi Informasi Saja, Nggak Aneh-Aneh kok. Yuukk... Ngopi ke Bondowoso, Tapi Jangan Ngajak Si Anida Yaa.