Tips Menjaga Hubungan Bisnis dengan Keluarga

Tips Menjaga Hubungan Bisnis dengan Keluarga - Keakraban dan kepercayaan kita di antara keluarga memang bisa seperti dua bilah. Di satu sisi, ini adalah modal yang baik untuk membangun bisnis. Alih-alih bersama orang lain yang belum jelas, lebih baik untuk keluarga mereka sendiri, bukankah itu perhitungannya?

Tetapi, di sisi lain, ada banyak hal yang memudahkan kita membangun bisnis keluarga berdasarkan keakraban dan kepercayaan itu. Alasannya, antara aturan keluarga dan aturan bisnis tidak sama. Jadi, ketika pendekatan dan sikap kita masih sama, yang biasanya muncul adalah masalah.

Sebagai contoh, jika bisnis itu memerintahkan logika untung-rugi, tetapi jika berada dalam keluarga, komandan merasa baik-tidak-baik, enak-buruk, atau tidak pantas. Dalam keluarga, yang lemah diajukan, tetapi dalam bisnis, itu kuat.

Hal-hal tak kasat mata yang jika Anda tidak mendapatkan perawatan, kemungkinan besar akan memicu retakan, bahkan hingga permusuhan, seperti banyak dari kita saksikan, baik di koran atau di sekitar kita.

Untuk mengantisipasi hal ini, kita perlu mencatat beberapa poin penting tentang bisnis keluarga di bawah ini:

Diperlukan kepemimpinan yang jelas. Selama masih ada orang yang dijadikan pemimpin dan diakui sebagai pemimpin, hampir bisa dipastikan keseragaman langkah bisnis tetap dipertahankan dan potensi konflik akan teredam.

Perlu ada strategi pengembangan bisnis yang dipahami oleh semua pihak (elemen keluarga). Biasanya, begitu ada pihak yang merasa tersisih atau tidak tahu, strategi yang berbeda akan muncul dalam mengembangkan bisnis dan kemudian memicu polemik dan konflik.

Pelatihan kedewasaan dibutuhkan. Pada tahap tertentu, kita perlu memikirkan melibatkan orang luar untuk melakukan ini, misalnya para ahli atau tokoh-tokoh tertentu, jika sumber daya internal tidak cukup dipercaya atau bahkan menyebabkan polemik, itu bukan masalah tidak mampu.

Pelatihan kedewasaan itu penting karena orang akan belajar melihat masalah dari masalah dan bagaimana solusinya, daripada melihat siapa itu dan hanya menyalahkannya.


Kematangan membuat konflik menjadi konflik yang produktif, yang memacu produktivitas individu dan organisasi, dan bukannya menjadi konflik yang destruktif.

Intinya, selama kita melihat peluang dan sumber daya dalam keluarga yang dapat disinergikan ke dalam bisnis, akan lebih baik jika kita mencobanya saja, tetapi perlu ada komitmen untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang selalu kita tingkatkan.

Menjaga kerjasama bisnis dengan saudara dan sahabat memang sangat susah namun banyak manfaat yang akan kalian dapat jika berhasil bekerjasama dalam waktu lama.

Semoga bermanfaat

Sumber :

Hanya berbagi Informasi Saja, Nggak Aneh-Aneh