Pengobatan dan Pencegahan Stroke

Pengobatan dan Pencegahan Stroke - Penyakit stroke adalah penyakit yang sering menjadi momok masyarakat. Semua orang pasti tidak ingin terkena penyakit stroke. Sebab, dapat menimbulkan berbagai efek serius pada kesehatan. Maka anda harus tahu gejala, faktor dan cara pencegahan agar terhindar dari penyakit stroke.

Pengobatan Stroke
Pengobatan khusus pasien stroke dilakukan oleh ahli saraf, tergantung pada jenis stroke yang dialami oleh pasien. Apakah stroke disebabkan oleh gumpalan darah yang menghambat aliran darah ke otak (stroke iskemik), atau disebabkan oleh perdarahan di dalam atau di sekitar otak (stroke hemoragik).
  • Pengobatan stroke iskemik. Pengobatan dini akan fokus pada mempertahankan jalan napas, mengendalikan tekanan darah, dan memulihkan aliran darah. Penanganan dapat dilakukan dengan menyuntikkan rtPA (aktivator plasminogen jaringan rekombinan), obat antiplatelet, obat pengencer darah (antikoagulan), obat antihipertensi, obat statin, dan endarterektomi karotid serta operasi angioplasti.
  • Pengobatan stroke hemoragik. Dalam kasus stroke hemoragik, pengobatan awal bertujuan untuk mengurangi tekanan pada otak dan mengendalikan perdarahan. Ada beberapa bentuk Pengobatan untuk stroke hemoragik, termasuk minum obat dan operasi.
  • Pengobatan TIA (Transient Ischemic Attack). Pengobatan TIA bertujuan untuk mengendalikan faktor-faktor risiko yang dapat memicu stroke, sehingga dapat mencegah stroke. Dokter akan memberikan obat yang termasuk obat antiplatelet atau obat antikoagulan, obat kolesterol, dan obat antihipertensi, tergantung pada faktor risiko yang dimiliki pasien. Dalam beberapa kasus, prosedur bedah untuk endarterektomi karotid diperlukan jika ada akumulasi lemak di arteri karotid.

Pencegahan stroke
Langkah utama untuk mencegah stroke adalah dengan mengadopsi gaya hidup sehat. Selain itu, kenali dan hindari faktor risiko yang ada, dan ikuti anjuran dokter. Beberapa cara untuk mencegah stroke termasuk:
  • Jaga pola makan. Makan terlalu banyak makanan asin dan berlemak dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menyebabkan hipertensi yang dapat memicu stroke. Hindari konsumsi garam berlebihan. Konsumsi garam yang baik adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari. Makanan yang direkomendasikan adalah makanan yang kaya akan lemak tak jenuh, protein, vitamin, dan serat. Semua nutrisi ini dapat diperoleh dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan daging rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit.
  • Berolahraga secara teratur. Olahraga teratur dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Olahraga juga dapat mengurangi kadar kolesterol dan menjaga berat badan dan tekanan darah pada tingkat yang sehat.
  • Berhenti merokok. Risiko stroke meningkat dua kali lipat jika seseorang merokok, karena rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah membeku. Tidak merokok berarti mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit paru-paru dan jantung.
  • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol. Minuman keras mengandung kalori tinggi. Jika minuman beralkohol dikonsumsi berlebihan, maka seseorang rentan terhadap berbagai penyakit yang memicu stroke, seperti diabetes dan hipertensi. Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan juga bisa membuat detak jantung Anda menjadi tidak teratur.
  • Hindari menggunakan narkoba. Beberapa jenis obat, seperti kokain dan metamfetamin, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah.
Kapan pergi ke dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala stroke di atas. Untuk melakukan pemeriksaan, Anda dapat segera membuat janji dengan dokter di rumah sakit di dekat tempat tinggal Anda.

Untuk mnegetahui penyebab dan faktor datangnya penyakit stroke, kalian kunjungi halaman kemaren terkait faktor dan gejala stroke. Kami ingin anda memberikan masukan cara penyembuhan dan tempat terapi alami penyembuhan stroke di Bondowoso, mohon untuk mengisi form kontak kami. Terima kasih

Sumber :
Baca Juga

Hanya berbagi Informasi Saja, Nggak Aneh-Aneh kok. Yuukk... Ngopi ke Bondowoso, Tapi Jangan Ngajak Si Anida Yaa.