Dear Istri, Tetaplah Tersenyum Dihadapan Suami Walau Kesal Karena Pahala Besar Menantimu

Tersenyum Dihadapan Suami - Senyum atau menampakkan wajah bercahaya di depan orang lain bukan tidak berarti dalam Islam. Senyum yang tampaknya sepele dan sepele bagi sebagian orang memiliki makna yang luar biasa sehingga Nabi Muhammad perlu membahas masalah ini dengan sabdanya.


Cara istri mempertahankan Suami


Imam Muslim dan At-Tirmidzi menceritakan kata-kata Nabi Muhammad betapa pentingnya senyum ketika berhadapan dengan orang lain.



Dalam sejarah Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW mengatakan dengan tegas bahwa senyum di depan orang lain memiliki nilai hadiah untuk sedekah. Apalagi jika senyum itu disertai semangat berbagi dengan sesama melalui amal itu sendiri, maka tentu saja itu memiliki makna yang sangat luar biasa.



Senyum tentu memiliki efek sosial, politik, ekonomi dan budaya. Ada begitu banyak manfaat atau manfaat yang dimulai dengan saling senyum dan salam dengan semangat persaudaraan dan semangat persahabatan.

Senyum memang terlihat sepele dan remeh. Namun di balik senyum tulus di depan orang, ada kelapangan jiwa, kerendahan hati, dan semangat menghargai orang lain. Karena itu, Nabi mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh jual mahal tersenyum di depan orang lain.

Lalu bagaimana dengan senyum ke arah orang terdekat, seperti keluarga, saudara, atau bahkan suami-istri? Jawabannya tentu lebih disarankan

Rasulullah SAW telah menasehati putrinya, Siti Fatima RA untuk selalu tersenyum dan menjaga muka di depan suaminya. Karena senyum seorang istri terhadap seorang suami memiliki pahala yang besar dari Allah SWT.



Senyum dan wajah suami dan istri yang cerah satu sama lain dapat melahirkan pandangan tentang anugerah Allah terhadap rumah tangga mereka.

Dari tersenyum dengan satu sama lain, Tuhan memberikan rahmat, berkat, kasih sayang, kedamaian, dan keharmonisan dalam rumah tangga. Wallahu A'lam.

Sumber :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel