Dear Calon Orang Tua, Belajarlah dari Orang Tua Kamu Walau Seorang Petani, Jangan Malu Jangan Gengsi

Jangan Malu Jangan Gengsi, Belajarlah dari Orang Tua Kamu Walau Seorang Petani - Setiap hari peluk mereka hanya 20 detik. Tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk istri atau suami. Dengan berpelukan, kata Nyi Mas, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini adalah hormon bahagia.

Setelah dipeluk, anak akan merasa senang. Anak-anak yang bahagia akan mencapai kesuksesan.

Kemudian, ucapkan ungkapan cinta kepada anak atau suami atau istri. Apa pun responsnya, biasakan untuk mengatakannya kepada mereka. Jika Anda berada di kejauhan dan tidak dapat menahannya, ucapkan melalui pesan teks atau media sosial.

Ketiga adalah memperhatikan penggunaan perangkat atau gadget oleh anak-anak. Seringkali, ketika memberikan perangkat, orang tua tidak memahami sisi negatifnya.

Sebelum memberikan perangkat, orang tua harus terlebih dahulu memberikan pemahaman tentang sisi positif dan negatif perangkat dan disertai dengan penguatan agama untuk anak-anak mereka.

Masalah menggunakan perangkat pada anak ini juga menjadi perhatian Tanti Diniyanti, seorang psikiater di RSIA Kemang Medical Care. Menurutnya, saat memberikan gadget, saat itulah orang tua memberikan seluruh dunia mereka kepada anak-anak mereka.

Orang tua harus menemukan informasi sebanyak mungkin tentang penggunaan perangkat, jangan merasa seolah-olah mereka sudah tahu segalanya. "[Inilah] mengapa hari ini anak-anak lebih suka bermain game daripada bermain dengan orang tua mereka," kata Tanti.

Orang tua tidak mengambil jalan pintas untuk memberikan perangkat kepada anak-anak hanya karena mereka tidak ingin diganggu dengan perilaku mereka. Awalnya mungkin anak terlihat lebih tenang dan pintar bermain game. Namun, setelah mereka berkumpul dengan teman-teman mereka dan bergabung dengan komunitas yang salah, itu membuka peluang untuk masalah yang lebih besar.

Menurutnya, penggunaan perangkat bisa ditekan oleh aktivitas membaca buku. Rasio kemampuan membaca saat ini untuk anak-anak di Indonesia adalah 1.000: 1 atau dari 1.000 anak hanya 1 orang yang suka membaca.



Jika Anda malas membaca, kemampuan anak Anda untuk berpikir dan menjadi kritis atau menganalisis menjadi rendah. Membantu anak-anak untuk gemar membaca dapat dilakukan dengan menyediakan bacaan di rumah.

"Anak-anak tidak benar-benar membutuhkan TV layar datar, mereka tidak memerlukan smartphone atau kulkas tiga pintu. Orang tua sering melupakan ini, sehingga banyak anak sekarang kecanduan pornografi, kekerasan, pelecehan seksual, dan sebagainya."

Sumber :

Hanya berbagi Informasi Saja, Nggak Aneh-Aneh