Pencegahan Diare

Pencegahan Diare - Diare adalah kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dari biasanya. Upaya pencegahan diare tergantung kepada kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan makanan dan minuman.

Setiap orang pasti pernah mengalami penyakit diare dan merasakan gejala diare seperti badan lemas dan letih. Salah satu penyakit yang seringkali dialami oleh bayi dan balita adalah diare, tidak hanya terjadi pada orang dewasa.

Penyakit diare sangat berbahaya. Jadi kenali penyebab dan cara mengatasinya. Inilah pertolongan pertama diare yang bisa Anda coba. Simak penjelasan selengkapnya mengenai pertolongan pertama pada diare dan penanganan diare.

Pencegahan muntaber / diare dapat dilakukan dengan mencari lingkungan yang bersih dan sehat.
  1. Usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh makanan.
  2. Usahakan menjaga kebersihan alat makan.
  3. Kami merekomendasikan bahwa air yang Anda minum memenuhi kebutuhan sanitasi standar di lingkungan tempat tinggal. Air matang benar-benar mendidih, bersih, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.
  4. Tutup makanan dan minuman yang disediakan di meja.
  5. Setiap kali Anda pergi, cobalah untuk selalu mencuci tangan, kaki, dan wajah Anda.
  6. Biasakan anak makan di rumah dan tidak ngemil di sembarang tempat. Jika Anda bisa membawa makanan sendiri saat pergi ke sekolah
  7. Buat fasilitas sanitasi dasar yang sehat di lingkungan sekitar, seperti air bersih dan jamban / toilet.
  8. Membuat jamban harus memenuhi persyaratan sanitasi standar. Misalnya jarak antara jamban (juga jamban tetangga) dengan sumur atau sumber air minimal 10 meter sehingga air tidak terkontaminasi. Dengan demikian, warga dapat menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, untuk memasak, mandi, dan sebagainya.

Pertolongan Pertama
Jika Anda sudah mengalami diare, upaya pertolongan pertama yang perlu dilakukan segera:
  1. Minumlah cairan oralit sebanyak mungkin jika penderita menginginkannya dan dapat meminumnya. Tidak perlu sekaligus, sedikit demi sedikit asalnya sering lebih baik dilakukan. Satu bungkus ORS kecil dilarutkan dalam 1 gelas air rebusan (200 cc). Jika ORS tidak tersedia, buat larutan gula garam. Ambil satu gelas air rebusan. Tambahkan dua sendok teh gula, dan satu sendok teh garam. Aduk rata dan beri sebanyak mungkin orang yang ingin diminumnya.
  2. Pasien harus diberikan makanan lunak dan tidak merangsang lambung, serta makanan tambahan yang bergizi setelah muntah.
  3. Penderita muntah harus dibawa ke dokter jika muntahnya tidak berhenti dalam sehari atau kondisinya parah, haus berlebihan, tidak bisa minum atau makan, demam tinggi, penderita sangat lemah dan ada darah dalam tinja.
Sumber :

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.