Jenis dan Penyebab Diare

Jenis dan Penyebab Diare - Diare adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya (3 atau lebih per hari) disertai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja dari penderita.

Jika melihat definisi tersebut, diare adalah gejala buang air besar dengan konsistensi feses (feses lunak), atau cairan, bahkan bisa berupa air. Frekuensi dapat terjadi lebih dari dua kali sehari dan bertahan untuk waktu yang lama tetapi kurang dari 14 hari.

Seperti diketahui, dalam kondisi normal, orang biasanya membuang besar sekali atau dua kali sehari dengan konsistensi kotoran padat atau keras. Diare biasanya disebut mencret, penyebab mencret berkepanjangan akan di bahas di bawah ini.

Jenis-jenis Diare

1. Diare akut
Diare disebabkan oleh virus yang disebut Rotaviru yang ditandai oleh pergerakan usus halus / cair yang bahkan dapat berupa air dengan frekuensi yang biasa (3 kali atau lebih dalam sehari) dan berlangsung kurang dari 14 hari. Diare rotavirus adalah virus usus patogen yang menempati urutan pertama sebagai penyebab diare akut pada anak-anak.

2. Diare yang bermasalah
Ini disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi. Transmisi tinja-oral, kontak dari orang ke orang atau orang yang dihubungi dengan peralatan rumah tangga.

Diare ini umumnya dimulai dengan diare cair kemudian pada hari kedua atau ketiga muncul darah baru, dengan atau tanpa lendir, sakit perut diikuti oleh munculnya tenesmus panas disertai dengan hilangnya nafsu makan dan tubuh terasa lemah.

3. Diare persisten
Diare permanen akut, di mana titik sentral dari patogenesis diare persisten adalah kehalusan mukosa usus. Penyebab diare persisten sama dengan diare akut.


Penyebab Diare
Menurut Dr. Haikin Rachmat, MSc., Penyebab diare dapat diklasifikasikan menjadi enam kelompok:
1. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit.
2. Ada gangguan penyerapan makanan atau disebut malabsorpsi.
3. Alergi.
4. Keracunan bahan kimia atau racun yang terkandung dalam makanan.
5. Defisiensi imun adalah penurunan sistem kekebalan tubuh.
6. Penyebab lainnya

Direktur Pemberantasan Penyakit Menular Langsung (PPML), Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan (P2MPL) Kementerian Kesehatan yang sering dijumpai di lapangan adalah diare yang disebabkan oleh infeksi dan keracunan.

Setelah melalui pemeriksaan laboratorium, sumber penularannya berasal dari makanan atau minuman yang terkontaminasi virus. Konkretnya, kasus diare terkait dengan masalah lingkungan dan perilaku.

Perubahan dari musim kemarau ke musim hujan yang menyebabkan banjir, kurangnya fasilitas air bersih, dan kondisi lingkungan yang kurang bersih telah menyebabkan meningkatnya kasus diare. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar pasien ternyata tinggal di daerah yang kurang bersih dan tidak sehat.

Ketika persediaan air bersih sangat terbatas, orang kemudian menggunakan air sungai yang jelas kotor oleh limbah. Bahkan tempat buang air besar. Jelas airnya tidak bisa digunakan. Jangan heran jika nanti penderita diare sangat banyak karena menggunakan air yang telah terkontaminasi oleh kuman atau bahan kimia yang meracuni tubuh.

Masalah perilaku juga dapat menyebabkan seseorang mengalami diare. Misalnya, makan makanan atau minuman yang tidak bersih, tercemar, dan mengandung biji penyakit. Jika daya tahan tubuh lemah, akibatnya diare akan terjadi.

Sumber :
Baca Juga

Hanya berbagi Informasi Saja, Nggak Aneh-Aneh kok. Yuukk... Ngopi ke Bondowoso, Tapi Jangan Ngajak Si Anida Yaa.