Apa itu Kanker Serviks?

Apa itu Kanker serviks - Kanker serviks (kanker serviks) adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di serviks. Kanker serviks adalah kanker yang paling umum ditemukan di Indonesia baik di antara kanker pada wanita dan dalam semua jenis kanker, terjadi hampir 27% di antara kanker di Indonesia.

Di antara tumor ganas ginekologis, kanker serviks uterus masih menempati peringkat pertama di Indonesia. Selama periode 5 tahun (1975-1979) di RSUGM / RSUP Sardjito 179 di antara 263 kasus (68,1%).

Soeripto et al. Ditemukan frekuensi relatif karsinoma serviks di D.I.Y Provinsi 25,7% dalam 3 tahun dan 20,0% dalam 2 tahun di antara 5 kanker paling banyak pada wanita sebagai peringkat pertama. Usia penderita 30-60 tahun, paling banyak antara 45-50 tahun.

Periode laten dari fase pencegahan menjadi invasif memakan waktu sekitar 10 tahun. Hanya 9% wanita berusia <35 tahun yang menunjukkan kanker serviks invasif pada saat diagnosis, sementara 53% KIS pada wanita di bawah 35 tahun.

Penyebab kanker serviks belum jelas tetapi ada sejumlah faktor risiko dan kecenderungan yang menonjol, termasuk:
1. Pertama kali Anda melakukan hubungan seksual
Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang lebih muda melakukan hubungan seksual semakin mereka mendapatkan kanker serviks. Pernikahan pada usia 20 dianggap terlalu muda
2. Jumlah kehamilan dan persalinan
Sebagian besar kanker serviks ditemukan pada wanita yang sering mengalami persalinan. Semakin sering partus, semakin besar risiko terkena karsinoma serviks.
3. Jumlah pernikahan
Wanita yang sering berhubungan seks dan memiliki banyak pasangan memiliki faktor risiko besar untuk kanker serviks ini.


4. Infeksi virus
Infeksi virus herpes simpleks (HSV-2) dan virus papiloma atau virus condyloma akuminata dianggap sebagai penyebab kanker serviks.
5. Ekonomi Sosial
Karsinoma serviks sering ditemukan pada kelompok sosial ekonomi rendah, mungkin faktor sosial ekonomi terkait erat dengan gizi, kekebalan dan kebersihan pribadi. Dalam kelompok sosial ekonomi rendah, umumnya jumlah dan kualitas makanan kurang, ini mempengaruhi kekebalan tubuh.
6. Kebersihan dan sunat
Diduga ada pengaruh yang mudah terhadap kanker serviks pada wanita yang pasangannya belum disunat. Ini karena pada pria yang tidak disunat, kebersihan penis tidak dijaga sehingga ada banyak kelompok smegma.
7. Merokok dan IUD (alat kontrasepsi)
Merokok akan merangsang pembentukan sel kanker, sedangkan penggunaan AKDR akan mempengaruhi leher rahim, yang dimulai dari adanya erosi serviks yang kemudian menjadi infeksi dalam bentuk peradangan terus menerus, ini bisa sebagai pemicu pembentukan kanker serviks.

Sumber :
Baca Juga

Hanya berbagi Informasi Saja, Nggak Aneh-Aneh kok. Yuukk... Ngopi ke Bondowoso, Tapi Jangan Ngajak Si Anida Yaa.