Budidaya Durian : Tips dan Teknik Tanam Durian Cepat Berbuah dan Rasa Enak Daging Tebal

Budidaya Durian - Tips Mudah Cara Budidaya Tanaman Buah Durian Agar Mampu menghasilkan buah durian yang banyak dan rasanya enak pasti di tunggu-tunggu para budidaya tanaman buah. Tanaman buah memang membutuhkan perawatan ekstra ketimbang tanaman yang tidak menghasilkan buah.

Teknik Budidaya Durian Agar Cepat Berbuah dengan daging tebal biji kecil mudah di terapkan asalkan kita tahu teknik budidaya durian dengan benar, maka dari itu butuh waktu untuk bereksperimen agar hasil maksimal.

Teknik budidaya duren ini bisa di terapkan di durian jenis musang king, montong, bawor, belanda, merah, serawa, ah seng dan combat.

Indonesia merupakan sebuah Negara yang memiliki lahan pertanian yang sangat luas dan subur. Di Thailand budidaya tanaman durian sudah dilakukan secara intensif dalam kawasan berbentuk kebun yang cukup luas, sedang di Indonesia tidak hanya di kebun, di mana saja dapat di tanam asalkan jauh dari keramaian karena berbahaya jika buah tersebut jatuh mengenai tubuh manusia.

Durian merupakan salah satu buah yang sangat banyak diminati oleh banyak orang terutama di asia tenggara.

Untuk di benua eropa dan amerika buah durian di benci karena aromaya yang menyengat seperti sampah. Dalam aturan maskapai penerbangan, membawa Durian di larang, khawatir menggangu penumpang lain.

Mitosnya apabila cabang pohon Durian keluar dari area pemilik pohon maka cabang pohon akan mengering dan pohon akan mati.

Mitos lainnya jika pohon durian sudah nyaman di area tersebut maka pohon durian akan marah yang berujung enggan untuk berbuah, walupun berbuah kemungkinan sedikit dan tidak senikmat sebelum di pindah.

Mitos Pohon durian benar atau tidaknya kami tidak dapat memastikan kebenarannya. Menanam tanaman buah sangat menyenangkan, siapa saja bisa menanamnya walaupun lahan sempit. Tanaman buah juga dapat di tanam di dalam media pot / polybag (Tabulampot Durian) sampai berbuah.

Khusus Tanaman Durian tidak dapat ditanam di dalam pot karena memiliki akar yang besar pastinya membutuhka pot yang besar. Namun, pohon durian dapat di bonsai dan akan memiliki nilai jual tinggi. Bukan buahnya yang memiliki nilai jual tinggi akan tetapi bentuk pohon durian bonsai.

Cara Memilih Durian yang berkualitas Enak dan tidak Busuk dengan cara memukul buah tersebut. Jika bagian dalam berbunyi tuk tuk tuk bukan tak tak tak tak, itu berarti buah durian telah masak dan enak dengan daging tebal. Buah durian yang paling banyak di incar orang dengan rasa manis pahit, ada rasa manis dan ada rasa pahit.

Jual beli bibit durian telah menjamur di dunia maya, tak bisa di pungkiri permintaan bibit durian melonjak karena begitu senangnya budidaya durian, sedangkan tidak semua kota/kabupaten ada penjual bibit durian.

Nah, sekarang kita menuju pada sejarah pohon durian, Teknik Budidaya Durian Agar Cepat Berbuah, dan cara memanen buah durian. Mau tahu caranya? yuk baca sampai selesai.

Sejarah Durian
Durian adalah tanaman buah dalam bentuk pohon. Istilah durian dianggap berasal dari istilah Melayu, yang berasal dari kata duri diberi akhir an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama digunakan untuk merujuk pada buah dengan kulit berduri tajam.

Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan dalam bentuk tanaman liar. Penyebaran durian ke Barat adalah ke Thailand, Burma, India & Pakistan.

Buah durian telah dikenal di Asia Tenggara sejak abad ke-7 M. Nama lain adalah durian dan duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur).


Budidaya Durian : Tips dan Teknik Tanam Durian Cepat Berbuah dan Rasa Enak Daging Tebal


Jenis Tanaman Durian
Tumbuhan durian termasuk keluarga Bombaceae, sebangsa pohon kapuk-kapakan. yang dikenal sebagai durian adalah tanaman dari genus Durio, Nesia, Lahia, Boschia & Coelostegia.

Ada puluhan durian yang telah diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian & disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan.

Varietas durian adalah: Sukun durian (Jawa Tengah), Petruk (Jawa Tengah), Sitokong (Betawi), Simas (Bogor), Sunan (Jepara), Otong (Thailand), Kani (Thailand), Sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawi) & sihijau (Kalimantan Selatan).

Manfaat Tanaman Durian
Manfaat durian serta makanan olahan & buah segar lainnya, ada manfaat dari bagian lain, yaitu:
  • Pohon Durian ini pencegah erosi pada lahan miring.
  • Batang untuk bahan bangunan / peralatan rumah tangga. Kayu durian mirip dengan kayu sengon karena kayunya cenderung lurus.
  • Benih yang memiliki kandungan pati tinggi, berpotensi menjadi pengganti makanan alternatif (bisa dibuat bubur dicampur dengan buah).
  • Kulit digunakan sebagai abu gosok yang baik, dengan. bagaimana mengeringkannya sampai kering & terbakar sampai hancur.

Di Indonesia, tanaman durian ditemukan di seluruh pelosok Jawa & Sumatera. Sedangkan di Kalimantan & Irian Jaya umumnya hanya di hutan, di sepanjang sungai. Di dunia, tanaman durian tersebar di seluruh Asia Tenggara, dari Sri Lanka, India Selatan hingga Guenea Baru.

Khususnya di Asia Tenggara, durian dibudidayakan dalam bentuk perkebunan yang dikelola secara intensif oleh negara Thailand.

Jumlah produksi durian di Filipina adalah 16.700 ton (2.030 ha), di Malaysia 262.000 ton (42.000 ha) & di Thailand 444.500 ton (84.700 ha) pada 1987-1988. Di Indonesia pada tahun yang sama menghasilkan 199.361 ton (41.284 ha) & pada 1990 memproduksi 275.717 ton (45.372 ha).

Syarat Tumbuh Pohon Durian
1. Iklim cocok untuk budidaya durian
Curah hujan untuk tanaman durian maksimum adalah 3000-3500 mm / tahun & minimal 1500-3000 mm / tahun. Curah hujan merata di sepanjang tahun, dengan kering 1-2 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus menerus.

Intensitas sinar matahari yang dibutuhkan oleh durian adalah 60-80%. Ketika mereka masih muda (hanya ditanam di kebun), tanaman durian tidak tahan matahari di musim kemarau, sehingga benih harus dilindungi / teduh.

Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20 ° C-30 ° C. Pada suhu 15 ° C durian bisa tumbuh tetapi pertumbuhannya tidak optimal. Jika suhu mencapai 35 ° C daun akan terbakar.

2. Media Tanam Durian
Tanaman durian membutuhkan tanah yang subur (tanah yang kaya akan bahan organik). Partikel persiapan tanah seimbang antara tanah liat & debu sehingga mereka mudah membentuk remah.
Tanah yang cocok untuk durian adalah jenis tanah grumosol & ondosol.

Tanah yang memiliki karakteristik hitam keabu-abuan gelap, struktur lapisan tanah atas adalah berbutir, sedangkan bagian bawahnya menggumpal, & kemampuan mengikatnya tinggi. Tingkat keasaman tanah yang diinginkan oleh tanaman durian adalah (pH) 5-7, dengan pH optimal 6-6,5.

Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan akar yang dalam, sehingga membutuhkan kadar air tanah yang cukup (50-150 cm) & (150-200 cm). Jika kedalaman air tanah terlalu dangkal / dalam, rasa buahnya tidak manis / tanaman akan kering / busuk akar karena selalu kebanjiran.

3. Ketinggian Tempat yang Cocok untuk Mengolah Durian
Ketinggian tempat menanam durian tidak boleh lebih dari 800 m di atas permukaan laut. Namun ada juga tanaman durian yang cocok ditanam di berbagai ketinggian. Tanah berbukit / kemiringan kurang dari 15 kurang praktis dari pada tanah datar.

Pembibitan Durian
1. Persyaratan Benih untuk Dihakimi
Benih untuk benih yang dipilih dari biji yang memenuhi persyaratan:
  1. Asli dari induk
  2. Segar & tua
  3. Tidak layu.
  4. Tidak terserang hama & penyakit.
2. Persiapan Bibit & Biji Durian
Pernanyakatan tanaman durian dapat dilakukan melalui cara generatif (dengan biji) atau vegetatif (okulasi, menyusui atau cangkokan).

a) Pengadaan benih dengan cara generatif
Memilih biji yang murni / murni dilakukan dengan mencuci bijinya terlebih dahulu agar daging buahnya mencuat. Benih yang dipilih dikeringkan di tempat terbuka, tidak terkena sinar matahari langsung.

Penyimpanan dilakukan untuk mencegah perkecambahan / kerusakan & degenerasi. Proses memasak benih dilakukan dengan baik (dengan istirahat sebentar), dalam jangka waktu 2-3 minggu setelah diambil dari buah. Setelah itu benih ditanam.

b) Pengadaan benih dengan cara okulasi
Persyaratan untuk bibit durian yang akan dicangkok berasal dari benih sehat & tua, dari tanaman induk yang sehat & subur, sistem akar yang baik & produktif. Benih yang ditanam, dipilih untuk pertumbuhan sempurna. Setelah usia 8-10 bulan, dapat dicangkokkan, dengan:
  • Kulit akar disayat, tepat di atas matanya. Tunas yang dipilih berjarak 20 cm dari tanah.
  • Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas sepanjang 2-3 cm sehingga menyerupai lidah.
  • Kulit seperti lidah dipotong menjadi 2/3.
  • Sisipan "mata" diambil dari pohon induk untuk batang atas (diiris menjadi pelindung) di antara kulit. Setelah okulasi selesai, 2 minggu kemudian, periksa apakah tunasnya hijau atau tidak. Jika berwarna hijau, itu berarti bahwa okulasi bekerja, jika berwarna coklat, itu berarti okulasi gagal.
c) Penusukan
1. Model penusuk / implan
Calon untuk batang atas dipotong setengah menuju bagian atas. Panjang belahan antara 1-1,5 cm diukur dari atas. Tanaman batang bawah yang prospektif harus memiliki diameter yang sama dengan batang atas.

Calon untuk batang bawah dipotong & dilepas, kemudian diiris sampai menunjuk. Bagian yang meruncing dimasukkan ke bagian atas batang calon yang telah disiapkan. Agar calon rootstock tidak mudah dipisahkan, koneksi harus diikat erat dengan rafia.

Selama periode menempel batang bersatu tidak bisa bergeser. Dengan demikian, tanaman batang bawah harus ditopang atau diikat ke tanaman induk (batang tanaman besar) agar tidak goyah setelah sambungan dibuat. Susu harus disiram agar tetap hidup.

Biasanya, setelah 3-6 bulan tanaman dapat dipisahkan dari tanaman induk, tergantung pada usia batang tanaman yang ditumpahkan. Tanaman muda yang tidak memiliki kayu keras dapat dipisahkan setelah 3 bulan. Penyambungan model stik atau implan ini bisa lebih berhasil jika diterapkan pada batang tanaman yang masih muda atau tidak kayu keras.

2. Model sayatan
  • Pilih kandidat untuk batang bawah (bibit) & kandidat untuk batang atas dari pohon induk yang telah berbuah dan dengan ukuran yang sama.
  • Dua batang diiris sedikit ke bagian kayu. Sayatan pada dua batang dicari sehingga bentuk & ukurannya sama.
  • Setelah dua batang diiris, maka kedua batang disematkan tepat ke sayatan & diikat sehingga mereka akan tumbuh bersama.
  • Setelah 2-3 minggu, koneksi dapat dilihat sebagai hasilnya jika batang bawah & batang bawah bisa tumbuh bersama, artinya menyusui berhasil.
  • Jika sambungan berhasil, batang bawah dipotong / dilepas, batang atas dibiarkan berkembang. Jika pertumbuhan atas pucuk sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.
  • Kemudian akan ada bibit durian yang batang bawahnya adalah tanaman benih, sedangkan batang atas dari cabang / cabang pohon durian sudah matang.
d) Cangkok
Batang durian yang ditransplantasikan harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat, subur, cukup tua, berbuah, memiliki susunan percabangan yang subur, cabang-cabangnya tidak lebih besar dari ibu jari (diameter = 2-2,5 cm), kulit masih hijau kecoklatan .

Saat tanam adalah awal musim hujan sehingga terlindung dari kekeringan, atau di musim kemarau, tetapi harus disiram secara teratur (2 kali sehari), pagi & sore. Prosedur pencangkokan adalah sebagai berikut:

  • Pilih cabang durian sebesar ibu jari & yang warna kulitnya masih hijau kecoklatan.
  • Sayap kulit cabang mengelilingi cabang sehingga kulit terlepas.
  • Bersihkan lendir dengan mengikisnya dan biarkan mengering selama dua hari.
  • Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media graft (tanah, serat gambut, mos). Jika menggunakan tanah, tambahkan perbandingan pupuk kandang / kompos 1: 1. Media graft dibungkus plastik / serabut kelapa / bahan lainnya, kedua ujungnya diikat agar media tidak jatuh.
  • Sekitar 2-5 bulan, akar graft akan keluar melalui bungkus graft. Jika akarnya cukup besar, cangkokan dapat dipotong & ditanam di keranjang pembibitan yang mengandung media tanah subur.

3) Teknik Pembibitan dan Pemeliharaan Bibit Durian
Bibit durian tidak boleh ditanam langsung di sawah, melainkan benih terlebih dahulu di persemaian. Biji durian yang sudah dibersihkan dari buah kering sampai kering, tidak ada air yang menempel. Benih dikecambahkan sebelum ditanam di pembibitan atau langsung ditanam di polybag.

Cara biji berada di plastik / anyaman bambu / kotak, dengan perbandingan media tanah & pasir 1: 1 yang diaduk merata. Ketebalan tanah sekitar 2 kali ukuran biji (6-8 cm), kemudian media tanam telah disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah), suhu media cukup lembab (20 ° C). -23 ° C).

Benih ditanam dengan posisi miring menghadap ke bawah (bagian prospektif dari akar tunggang menempel ke tanah), & beberapa masih terlihat di atas tanah (3/4 bagian masih perlu terlihat). Jarak tanam durian antara satu benih dan lainnya adalah 2 cm & 4-5 cm.

Setelah benih direndam, kemudian disemprot dengan larutan fungisida, maka kotak bagian atas ditutup dengan plastik sehingga kelembabannya stabil. Setelah 2-3 minggu benih akan menghapus akar dengan kap akar langsung ke media dengan panjang ± 3-5 cm. Saat itu, tutup plastik sudah dibuka. Selanjutnya, benih besar siap untuk dibesarkan di pembibitan pembesaran atau polybag.

4) Pemindahan Bibit Durian
Bibit yang akan ditanam di sawah semestinya tumbuh setinggi 75-150 cm atau umur 7-9 bulan setelah diinokulasi, kondisinya sehat & pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari tumbuhnya batang yang kokoh, akarnya banyak & kuat, ada juga helai daun di dekat pucuk tanaman yang telah menebal dan warnanya hijau tua.

Pemrosesan Media Tanam Durian
1) Persiapan
Menanam durian, perlu perencanaan matang. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penentuan waktu / jadwal tanam, irigasi, penentuan luas tanam, pengaturan volume produksi.

2) Pembukaan Lahan
Pembersihan & pemrosesan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman benih dilakukan. Batu besar, alang-alang, batang pohon yang tersisa dihilangkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang akan mengganggu pertumbuhan.

3) Pembentukan tempat tidur
Tanah untuk bed pembesaran harus ditanam sedalam 30 cm sampai menjadi longgar, kemudian dicampur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi. Untuk bedengan selebar 1 m, panjang 2 m, diberikan pasir 5 kg dan kompos 5 kg.

Setelah tanah, pasir & kompos dicampur merata & dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat itu tanah disemprot dengan Vapan / Basamid untuk mencegah serangan jamur / bakteri. Di sekitar bedeng, saluran untuk penampungan air perlu dibuat. Jika bedengan siap, benih yang telah tumbuh akarnya segera ditanam dengan jarak 20 x 30 cm.

Penanaman biji durian dilakukan dengan membuat lubang tanam seukuran biji & kedalamannya sesuai dengan panjang masing-masing akar. Setelah semua benih ditanam, permukaan bedengan ditaburi pasir dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.

4) Kalsifikasi
Kondisi tanah tidak subur, misalnya tanah podsolik (kuning merah) & latosol (merah-coklat-kuning), yang cenderung memiliki pH 5-6 & sediaan tidak seimbang antara kandungan pasir, tanah liat & debu, bisa diatasi dengan kalsifikasi.

Itu harus dilakukan sebelum musim kemarau, dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 hingga 90%. Dua hingga 4 minggu sebelum kalsifikasi, tanah harus dipupuk dulu & disemprot 4-5 kali. Untuk mencegah defisiensi Mg dalam tanah, lebih disukai dua minggu setelah kalsifikasi, dolomit ditambahkan segera.

Teknik Tanam Pohon Durian
1) Penentuan Pola Tanaman Durian
Jarak tanam tergantung pada jenis & kesuburan tanah, kultivar durian, dan sistem penanaman yang diterapkan. Untuk kultivar durian yang matang awal, jarak tanam: 10 mx 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur menengah & jarak tanam 12 mx 12 m.

Intensifikasi kebun durian, terutama ketika biji durian masih kecil (kurang dari 6 tahun), dapat dicari dengan tumpang sari. Berbagai budidaya tumpangsari yang biasanya dilakukan dengan horti (lombok, tomat, terong & tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah & ubi jalar).

2) Pembuatan Lubang Tanam
Pemrosesan tanah terutama dilakukan dalam lubang yang akan digunakan untuk menanam benih durian. Lubang tanam disiapkan 1 mx 1 mx 1 m. Saat menggali lubang, tanah yang digali dibagi menjadi dua.

Sisi atas dikumpulkan di sebelah kiri lubang, tanah galian bawah dikumpulkan di sebelah kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering cerah selama ± 1 minggu, kemudian lubang tanam ditutup kembali. Tanah bagian atas digali terlebih dahulu setelah dicampur dengan 35 kg kompos / lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur dengan 35 kg pupuk kandang & 1 kg fosfat.


Untuk menghindari gangguan rayap, semut & hama lain dapat dicampur dengan insektisida granular seperti Furadan 3 G. Kemudian lubang tanam terisi penuh hingga tampak naik setinggi 20-30 cm dari tanah. Tanah tidak perlu dipadatkan. Penutupan lubang harus dilakukan 7-15 hari sebelum menanam bibit.

3) Cara Menanam Durian
Benih yang akan ditanam di lapangan harus tumbuh dari 75 hingga 150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhannya bagus, yang tercermin dari batang yang kokoh & akar yang kuat dan kuat.
Lubang tanam yang tertutup dari tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil, ukuran rumpun tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, penanaman dilakukan sebagai berikut:

  • Polybag / pembungkus benih dihilangkan (dipotong samping / diiris dengan hati-hati)
  • Biji dimasukkan ke lubang tanam ke leher
  • Lubang ditutup dengan tanah galian. Di sisi tanaman, diberikan dorongan agar pertumbuhan tanaman tegak ke arah pasak.
  • Bagian dasar benih ditutup dengan rumput kering / jerami sebagai mulsa, kemudian disiram.
  • Naungan dari pohon sagu atau bahan lain dapat dibangun di atas benih. Warna ini adalah perlindungan agar tanaman tidak layu atau kering dari sinar matahari langsung.

Pemeliharaan Tanaman Durian
Cara mempercepat pertumbuhan tanaman durian dengan cara :
1) Penipisan & Bordir
Penipisan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian sehingga tidak mengkonsumsi energi untuk proses pembuahan. Penipisan mempengaruhi kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah & frekuensi pemupukan setiap tahun.

Pemenjaraan dilakukan bersamaan dengan proses aborsi, begitu bunga selesai, hari berikutnya harus ditipiskan (tidak ditunda). Penipisan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auksin A), ketika bunga baru atau ovarium berumur sebulan.

Pada saat itu beberapa bunga telah dibuka & telah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang dibuahi akan terus membuahi sementara bunga yang belum mampu membuahi akan mati secara otomatis. Jumlah buah durian yang dihasilkan adalah ± 50-60% dari semua buah yang ada.

2) Menyiangi
Untuk menghindari persaingan antara tanaman & rumput di sekitarnya selama pertumbuhan, diperlukan penyiangan (berdiameter 1 m dari pohon durian).

3) Pemangkasan
a) Akar Durian
Akar potong akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman hingga 40% selama ± 1 musim. Selama waktu itu, tanaman tidak dipangkas. Memangkas akar selain membuat tanaman menjadi berbuah dan juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras & lebih lama.

Waktu pemotongan akar paling baik ketika tanaman mulai berbunga, selambat-lambatnya 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melebihi batas, hasil berkurang & pertumbuhan terhambat. Metode pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang.

Agar pohon durian tidak tinggi bisa menggunkan metode pemotongan ini pada ujung pohon durian. Jangan khawatir pohon akan mati.

b) Peremajaan
Tanaman yang sudah tua & kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akarnya, tetapi pemangkasan sudah cukup. Luka pemangkasan dibuat miring agar air hujan tidak tertahan.

Untuk mencegah infeksi dari batang, bekas luka dapat diolesi dengan atau ditempatkan dengan lilin parafin. Setelah 2-3 minggu pemangkasan (di musim hujan), tunas baru akan tumbuh. Setelah pemotretan baru mencapai 2 bulan, pemotretan dapat diinokulasi.

Cara pencangkokan cabang sama dengan metode okulasi tanaman muda (biji). Mencangkok tinggi dari tanah ± 1 - 1,5 m atau 2 - 2,5 m tergantung pada pemotongan batang utama. Memotong batang utama sebaiknya tidak terlalu dekat dengan tanah.

c) Formasi tanaman yang sudah tua
Cabang-cabang yang akan dibentuk tidak harus dililit kawat, tetapi cukup ditarik atau ditarik & dipaksa turun sehingga pertumbuhan tanaman tidak mengarah ke atas. Cabang yang akan dibentuk dibungkus dengan panas agar cabang tidak terluka. Gaun diberi tali, lalu ditarik & diikat dengan pasak. dengan demikian, cabang yang telah tumbuh tegak akan tumbuh ke bawah menuju horisontal.

4) Pemupukan Durian
Sebelum pemupukan kita harus melihat kondisi tanah, kebutuhan tanaman untuk pupuk dan nutrisi yang terkandung di dalam tanah.

a) Cara membuahi durian
Pada tahap awal, buat parit di sekitar tanaman. Bagian tengah selokan disesuaikan dengan lebar kanopi pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkul disisihkan di tepi. Setelah pupuk tersebar merata ke selokan, tanah dikembalikan untuk menutup selokan. Setelah itu tanah diratakan kembali, jika tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman.

b) Jenis & dosis pemupukan
Jenis pupuk yang digunakan untuk pemupukan durian adalah pupuk kandang, kompos, pupuk hijau dan pupuk buatan. Pemupukan yang tepat dapat membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan penanaman, durian membutuhkan pemupukan NPK (15:15:15) 200 gr pohon berikutnya.

Selanjutnya, pemupukan tambahan dengan NPK dilakukan secara teratur setiap empat bulan sampai tanaman berumur tiga tahun. Setahun sekali tanaman dibuahi dengan kompos / pupuk kandang 60-100 kg pupuk organik per pohon selama musim kemarau.

Pemupukan dilakukan dengan cara tertentu. gali lubang di sekitar batang bawah di bawah tajuk terluar tanaman. Tanaman durian yang berumur 3 tahun biasanya mulai membentuk batang & kanopi. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 20-25% pupuk NPK dari dosis sebelumnya. Jika pada tahun ke-3, durian diberikan 500 gram pupuk NPK per pohon, maka pada tahun ke-4 dosisnya adalah 600-625 gram NPK per pohon.

Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat, berkisar antara 120-200 kg / pohon sebelum berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Pupuk ini disebarkan ketika tanaman selesai membentuk tunas baru (sebelum tanaman berbunga).

Cara di atas merupakan Cara memupuk durian baru tanam, cobalah melakukan Pupuk durian agar cepat berbuah dengan dosis tidak berlebihan.

5) Penyiraman & Penyiraman
Durian membutuhkan banyak air dalam pertumbuhannya, tetapi tanahnya jangan sampai tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Benih durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman sekali sehari, terutama jika benih ditanam di musim kemarau.

Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dapat dikurangi sekitar tiga kali seminggu. Durian yang ditanam dalam skala besar mutlak membutuhkan ketersediaan sumber air yang cukup. dalam saluran drainase irigasi perlu dibuat saluran air untuk menghindari genangan air.

6) Waktu Penyemprotan Pestisida
Untuk mendapatkan pertumbuhan benih tanaman yang baik, setiap 2 minggu benih disemprotkan dengan zat pengatur tumbuh Atonik dengan dosis 1 cc / liter air dan ditambah dengan Metalik dengan dosis 0,5 cc / liter air.

Ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman menjadi lebih sempurna. Jenis insektisida yang digunakan adalah Basudin yang disemprot sesuai aturan yang berlaku & berguna untuk pencegahan serangga. Untuk jamur, cukup menaburkan batang dengan fungisida (misalnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Lebih baik jika saat menanam, batang durian ditaburi oleh fungisida.

7) Pemeliharaan lainnya
Pemberian ZPT mengatur fungsi untuk mempengaruhi jaringan di berbagai organ tanaman. Zat ini tidak memberikan unsur tambahan nutrisi pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman lebih lemah sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan instruksi yang dicetak pada label di dalam kemasan, karena penggunaan ZPT ini hanya dicampur.

Hama dan Penyakit Tanaman Durian
1.  Hama Tanaman Durian
Penggerek buah (Jawa: Gala-gala)
Karakteristik: telur diletakkan di kulit buah & dilindungi oleh jaring seperti rumah laba-laba. Larva yang telah menetas dari telur segera menggiling & menusuk dinding buah sampai mereka masuk. Larva tetap di dalam buah sampai mereka menjadi dewasa. Buah yang terserang terkadang jatuh sebelum usia tua.

Penyebaran: serangga penggerek buah menyebar dengan terbang dari satu pohon durian ke pohon lain. Serangga penggerek buah ini bertelur di atas buah durian yang didudukinya. Kegiatan peletakan ini dilakukan secara berkala sebelum musim kemarau.

Pengendalian: dilakukan dengan insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc / liter air.

2. Lebah mini
Karakteristik: hama ini kecil, tubuhnya coklat kehitaman & sayapnya lebar bergaris putih. Setelah lebah menjadi ungu merah, panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat (larva), hama ini menyerang daun durian muda.

Selama hama mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjadi lebah, serangga ini mencari makan dengan merenung ranting muda dan memakan daun muda.

Pengendalian: menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram / liter), & insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram / liter & Temik 106 (Aldikarl 10%).

3. Ulat penggerek bunga (Prays citry)
Ulat ini menyerang tanaman berbunga baru, terutama calon kuncup bunga & buah.
Karakteristik: Ulat ini memiliki tubuh hijau & kepalanya berwarna coklat merah, setelah menjadi kupu-kupu merah kecoklatan, kecoklatan & langsing.

Gejala: kuncup bunga yang terserang akan rusak & banyak putik jatuh. Demikian juga, semua benang sari & kanopi bunga rusak, sementara tunas & putik rusak karena luka ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama.

Pengendalian: penyemprotan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram / liter).

4. Kutu lompat durian
Karakteristik: Serangga kecoklatan & tubuh ditutupi dengan benang lilin putih dari sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap & kaki mirip dengan kutu yang menyerang tanaman lamtoro.

Gejala: kutu berkerumun menyerang tunas muda yang masih muda dengan mengisap cairan pada tulang daun sehingga daun akan kerdil dan pertumbuhan terhambat; setelah mengisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening pekat yang rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun, mengundang semut untuk berkelompok.

Pengendalian: daun & cabang yang diserang dipangkas untuk dihancurkan. Pengendalian kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dengan dosis 100-150 gram / 5 liter air.

Hama Penyakit Tanaman Durian
1. Phytopthora parasitica & Pythium complectens
Penyebab: Pythium complectens, yang menyerang bagian tanaman seperti daun, akar & bercabang.
Penularan & penyebab: penyakit ini ditularkan ke pohon-pohon terdekat lainnya. Penularan terjadi ketika ada akar yang terluka. Penularan terjadi bersamaan dengan pembubaran tanah atau bahan organik yang diangkut oleh air.

Gejala: daun durian terserang kekuningan & gugur mulai dari daun tua, cabang-cabang pohon tampak sakit & ujungnya mati, diikuti perkembangan tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas tanah menjadi cokelat & membusuk.

Pembusukan akar hanya terbatas pada akar yang lebih rendah, tetapi dapat meluas dari akar lateral ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar, akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulit menjadi berwarna tua & jaringan pembuluh menjadi merah muda.

Pengendalian:

  • mengusahakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah & air tidak mengalir ke tanah saat hujan;
  • pohon yang sakit dibongkar sampai ke akar & dibakar;
  • pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebih tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk.

2. Bintik kanker
Penyebab: Pythium palvimora, terutama menyerang kulit kayu &. Sebarkan dengan spora sementara bersama dengan butiran tanah atau bahan organik yang terperangkap dalam air. Penyebaran penyakit ini didorong oleh curah hujan yang tinggi di cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35 ° C.

Gejala: kulit batang durian yang terserang menghasilkan blendok gelap (gusi); jaringan kulit berubah menjadi merah tua, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke kayu; daun rontok & ranting muda dari ujung mulai mati.

Pengendalian: (1) memperbaiki drainase sehingga air hujan tidak mengalir di permukaan tanah & untuk batang yang sakit; (5) dilakukan dengan memotong kulit yang terkena menjadi kayu yang sehat & potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi dengan fungisida, misalnya dipolatan 4 F 3%.

3. Jamur upas
Gejala: pada cabang & kulit ada benang jamur mengkilap seperti jaring laba-laba di cabang. Jamur berkembang menjadi kerak merah muda dan masuk ke kulit & kayu menyebabkan cabang-cabang mati.
Pengendalian:

  • serangan jamur yang masih pada tingkat sarang laba-laba dapat dikontrol dengan melumasi cabang yang terkena fungisida, misalnya calizin RM;
  • Jika jamur telah membentuk kerak merah muda, yang terbaik adalah memotong cabang sekitar 30 cm di bawah bagian berjamur;
  • dengan menyemprotkan Antrocol 70 WP (70,5% propineb), dosis 100-200 gram / liter air atau aplikasi 1-1,5 kg / ha.

Cara Panen Buah Durian
1. Karakteristik & Umur Panen Buah Durian
Berapa lama durian berbuah? Pada usia sekitar 8 tahun, tanaman durian sudah mulai berbunga. Musim berbunga jatuh pada musim kemarau, yaitu dari Juni hingga September sehingga dari Oktober hingga Februari buahnya sudah matang & siap dipetik.

Panen durian dibudidayakan sebelum musim hujan tiba karena air hujan dapat merusak kualitas buah. Warna durian yang hampir matang bervariasi sedikit tergantung pada kultivar. Buah yang matang umumnya ditandai dengan aroma yang menyengat. Dalam durian yang telah dimasak jika Anda mengetuk duri atau buah, Anda akan mendengar dentang udara di antara isi & kulit.

2. Cara Memanen Durian
Buah durian yang matang akan jatuh sendiri. Agar buah tidak segera jatuh, sekitar sebulan sebelum buah matang dapat diikat dengan tali plastik. Tujuan ikatan adalah agar tangkai buah yang terlepas dari batang atau ranting tetap tergantung di tali sehingga buah durian bisa diambil dalam keadaan lengkap.

Durian dari pohon rendah dapat dipetik menggunakan pisau tajam. Batang buah dipotong mulai dari bagian paling atas, ± 1,5 cm dari cabang. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati karena di tempat ini ada rebung yang akan berbunga pada musim berikutnya.

Buah durian yang terletak di bagian atas pohon harus dipetik menggunakan alat yang sesuai agar tidak jatuh ke tanah. Durian yang jatuh ke tanah biasanya retak, daging buah menjadi asam / pahit karena fermentasi alkohol & pembentukan asam.

Tips menjatuhkan buah Durian secara aman dan tidak pecah bisa tonton di youtube https://youtu.be/_lahj2HxABU

3. Prakiraan Produksi Durian
Jumlah durian yang dapat dipanen dalam satu pohon adalah 60-70 item per tahun dengan berat rata-rata 2,7 kg. Jika Anda ingin lebih banyak buah, berat buah akan turun.

Pohon dan Buah Durian Pasca Panen
Apa yang harus di lakukan pasca panen durian? Lakukan ini setalah pohon durian berbuah :

1. Pengumpulan Buah
Pada titik pengumpulan, setiap batang durian diberi label khusus atau dicat dengan warna tertentu untuk menunjukkan taman asal durian. Jika kualitasnya tidak bagus maka bisa diperbaiki tahun berikutnya.

2. Penyortiran & Klasifikasi
Tanaman dikumpulkan, dipilih & disortir berdasarkan ukuran. Seleksi harus dilakukan agar tidak ada buah yang rusak yang dikirim, terutama jika buah itu akan dijual atau diekspor.

3. Penyimpanan
Durian yang dipilih dicuci & disemprot dengan air sehingga kotoran yang menempel pada kulit menjadi bersih. Selanjutnya, buah dicelupkan ke dalam air yang telah diberi fungisida Aliette 800 WP yang terbuat dari aluminium tris (Oethy / phosphonate) 22 cc / liter.

Tujuan pencelupan ini adalah untuk menghindari serangan busuk buah yang disebabkan oleh jamur Phytophtora sp selama pemasakan & transportasi. Kemudian buahnya dikeringkan. Durian dan peti jenazahnya disimpan di gudang yang cukup terang.

4. Kemasan & transportasi
Buah durian yang akan diekspor diperlakukan: setelah buah kering, buah dibungkus dalam kantong plastik & diikat dengan rafia. Setiap kantong plastik berisi satu butir durian. Buah yang dibungkus kantong plastik dibungkus kantong kertas semen.

Setelah itu, masukkan ke dalam kotak karton setebal 3 mm. Setiap paket berisi 5-6 butir durian sehingga setiap kotak karton berisi 10-15 kg durian. Kotak ini melekat dengan lakban tebal (perekat plastik) yang tidak mudah sobek ketika terkena gesekan.

Teknologi pengemasan ini memperhatikan lubang udara sehingga ada sirkulasi udara, tetapi juga ada lapisan plastik luar untuk menahan baunya, sehingga tidak ada kontak antara udara di dalam kotak kemasan dengan udara luar sehingga jika di dalam ada durian yang matang bau tidak menyengat menyengat.

5 Penanganan Lainnya
Jika Anda ingin memproduksi durian beku untuk dipasarkan ke tempat yang jauh, Anda bisa melakukan pengemasan udara vakum, metode ini banyak digunakan oleh petani Thailand. Setelah dikupas, durian dimasukkan ke dalam ruang hampa udara selama 35-40 menit dengan suhu 40 ° C di bawah nol. Setelah itu, buah durian dimasukkan ke dalam plastik 300 gram & diletakkan di ruangan dingin dengan suhu 18 ° C di bawah nol.

Analisis Bisnis Durian
1. Analisis Bisnis Budidaya Durian
Diperkirakan analisis 1 ha pertanian durian.
1) Biaya produksi

  • Tanah 1 ha @ m 2 x Rp. 15.000, - Rp. 15.000.000, -
  • Biji: 150 pohon @ Rp. 50.000, - Rp. 7.500.000, -
  • Pupuk
  • Pupuk kandang: 9500 kg @ Rp. 60, - Rp. 570.000, -
  • UREA: 1400 kg @ Rp. 1.600, - Rp. 2.240.000, -
  • TSP: 1400 kg @ Rp. 1.500, - Rp. 2,100,000, -
  • KCl: 1400 kg @ Rp. 1.600, - Rp. 2.240.000, -
  • NPK: 1400 kg @ Rp. 2,800, - Rp. 3.920.000, -
  • Hormon / mineral: 70 liter @ Rp. 3.500, - Rp. 245.000, -
  • Obat-obatan & pestisida
  • Insektisida: 150 liter @ Rp. 5.000, - Rp. 750.000, -
  • Fungisida: 150 liter @ Rp. 5.000, - Rp. 750.000, -
  • Alat & bangunan
  • Bangunan & sumur Rp. 2.500.000, -
  • Penyemprot: 2 unit @ Rp. 75.000, - Rp. 150.000, -
  • Cangkul: 2 buah @ Rp. 5.000, - Rp. 10.000, -
  • Sabit: 2 buah @ Rp. 3.500, - Rp. 7.000, -
  • Garpu: 2 buah @ Rp. 3.000, - Rp. 6.000, -
  • Golok: 2 buah @ Rp. 7.500, - Rp. 15.000, -
  • Gunting pemangkasan: 3 buah @ Rp. 5.000, - Rp. 15.000, -
  • Pemangkasan gergaji: 2 buah @ Rp. 6.000, - Rp. 12.000, -
  • Ember: 5 buah @ Rp. 3.000, - Rp. 15.000, -
  • Tenaga kerja permanen
  • 5 bok 12 x 2 orang x Rp. 30.000, - Rp. 3.600.000, -
  • Pakaian 5 x Rp. 45.000, - Rp. 225.000, -
  • THR 5 x Rp. 25.000, - Rp. 125.000, -
  • Tenaga kerja lepas
  • Membuat lubang tanam 15 OH @ Rp. 3.000, - Rp. 45.000, -
  • Tanam & tanam 25 OH @ Rp. 3.000, - Rp. 75.000, -
  • Total biaya produksi Rp. 42.115.000, -
  • 2) Penghasilan
  • Produk tahun ke-5 menjadi 1 = 25/100 x 150 x 30 x Rp. 30.000 = Rp. 33.750.000 - = Rp. 33.750.000 - Rp. 42.115.000 - Rp. 8.365.000, -
  • Produk tahun ke-2 menjadi 2 = 25/100 x 150 x 60 x Rp. 30.000 = Rp. 67.500.000, - = Rp. 67.500.000 - (Rp. 8.655.000 + Rp. 16.765.000) - Rp. 42.370.000
Pada tahun ke-7, keuntungan dapat menutupi investasi yang telah dikeluarkan
Investasi rata-rata / pohon: Rp. 175.096.66

2. Tinjauan Peluang Agribisnis Durian
Peluang bisnis durian sangat bagus. Untuk pasar luar negeri pada 1983-1987 dikirim ke Taiwan, Singapura, Malaysia & Hong Kong. & pada tahun 1989 permintaan meningkat ke Prancis, Belanda, Brunei, Australia, Arab Saudi & Jepang. Bahkan pada 1999 di Jepang harga durian bisa mencapai 10.000 yen (Rp. 700.000).

Peluang pasar di Indonesia juga sangat bagus, harga durian berkualitas bisa mencapai Rp30.000 / kg. Sedangkan untuk buah durian di pasaran & kualitasnya normal bisa mencapai Rp. 15.000, - / buah.

Sejauh ini, perdagangan durian telah didominasi oleh negara Thailand, hal ini disebabkan oleh kualitas buah yang baik. Padahal Indonesia bisa melakukan hal yang sama jika kualitasnya ditingkatkan.

Bahkan Indonesia memiliki varietas yang beragam & berbuah sepanjang tahun. dengan penanganan profesional & dibantu oleh kenyamanan pemerintah durian Indonesia, ia mampu mendominasi pasar dunia.

Standard Produksi Durian
1. Cakupan
Standar produksi ini meliputi: persyaratan klasifikasi & kualitas, metode pengambilan sampel, metode pengujian, persyaratan pengemasan & penandaan.

2. Deskripsi
Standar kualitas durian di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-4482-1998.

3. Klasifikasi & Standar Kualitas Durian
Buah durian diklasifikasikan menjadi 3 jenis kualitas, yaitu Kualitas I, Kualitas II & Kualitas III.
  • Kerusakan: kualitas I = tidak ada (bebas dari penyakit & serangga); kualitas II = tidak ada (bebas dari penyakit & serangga); kualitas III = tidak ada (bebas dari penyakit & serangga).
  • Cacat: kualitas I = tidak ada; kualitas II = ada; kualitas III = ada.
  • Rasa & aroma: kualitas I = baik menurut kultivar; kualitas II = baik menurut kultivar; kualitas III = baik menurut kultivar.
  • Kekerasan daging: kualitas I = keras / sedang; kualitas II = keras / sedang; kualitas III = keras / sedang.
  • Kesegaran buah: kualitas I = segar; kualitas II = segar; kualitas III = segar.
  • Warna daging buah: kualitas I = menurut kultivar / kuning; kualitas II = sesuai dengan kultivar / kuning; kualitas III = sesuai dengan kultivar / kuning.
  • Kesegaran Kultivar: kualitas I = seragam; kualitas II = seragam; kualitas III = seragam.
  • Perbandingan berat dengan biji: kualitas I> 2; kualitas II> 1; kualitas III = mungkin <1.
Pengujian buah durian dilakukan berdasarkan pengamatan bentuk fisik & visualisasi standar kualitas yang ada.

4. Contoh
Satu pesta / lot buah durian segar yang terdiri dari maksimal 1.000 paket atau 1000 buah, sampel diambil secara acak dari jumlah bungkus atau jumlah buah dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Jumlah buah / jumlah paket dalam partai / lot: 1–5, pengambilan sampel semua.
  • Jumlah buah / jumlah paket pesta / lot: 6-100, sampling minimum 5.
  • Jumlah buah / jumlah paket partai / lot: 101–300, pengambilan sampel minimum 7.
  • Jumlah potongan / jumlah paket partai / lot: 301–500, pengambilan sampel minimum 9.
  • Jumlah potongan / jumlah paket partai / lot: 501-1001, pengambilan sampel minimal 10.
  • Dari setiap paket yang dipilih secara acak, setidaknya tiga potong kemudian dicampur. Untuk kemasan dengan kurang dari tiga potong, satu buah diambil.
Pengambil sampel harus memenuhi persyaratan, yaitu mereka yang telah dilatih terlebih dahulu & diberi wewenang untuk melakukannya.

5. Pengemasan
Buah durian harus dikemas sesuai dengan pasar yang dituju. Untuk pasar Eropa, Amerika & Kanada, buah durian lebih disukai yang memiliki berat 2,5-3,5 kg / buah & dikemas dengan kotak karton dengan kapasitas 10-12 kg. Untuk pasar Hong Kong, buah durian dipilih dengan berat 2-4 kg / buah & dikemas dalam keranjang bambu dengan kapasitas 35-50 kg.

Sedangkan untuk Malaysia & Singapura atau pasar lokal, buah durian diinginkan dengan bobot 2,0-5,0 kg / buah yang dikemas dalam bambu atau peti kayu, atau tanpa kemasan langsung ditumpuk di bak truk. Label atau gantungan yang menyertai setiap paket harus mudah dilihat & mengandung informasi:
  • Diproduksi di Indonesia.
  • Nama perusahaan / eksportir.
  • Nama kultivar Durian.
  • Kelas berkualitas.
  • Jumlah buah dalam paket.
  • Bruto.
  • Berat bersih.
  • Identitas pembeli di tempat tujuan.
  • Tanggal panen.
  • Tanggal buah itu baik untuk dimakan.
  • Tanggal buah tidak enak lagi.
  • Petunjuk untuk penanganan (suhu, kelembaban) yang direkomendasikan
Apabila anda membutuhkan bermacam-macam bibit tanaman buah atau sekedar bertanya-tanya bisa hubungi pembudidaya tanaman buah bernama Solehuddin di nomer WA/TLP 085331466918. Untuk wilayah Bondowoso Situbondo Jember Banyuwangi dan Probolinggo bisa datang langsung.

Kami ingin mendengar pengalaman anda dan juga kritikan terkait artikel di atas, mohon untuk mengisi kolom komentar. Terima kasih telah mengunjungi website ini dan ayo bewisata ke Bondowoso, jangan lupa share agar lebih bermanfaat.

Sumber : berbagai sumber

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel