Raja Makan Warga Jateng Habiskan 25 Bungkus Nasi Kucing Sekali Makan, Kalian Habis Berapa Bungkus?

Makan adalah kebutuhan semua orang. Namun, apa yang terjadi ketika nafsu makan Anda melebihi batas normal. Fenomena langka ini dialami oleh seorang warga Kudus, Jawa Tengah, yang mampu melahap makanan dalam jumlah besar dan jauh lebih banyak dari yang wajar.

Dia adalah Akadi, seorang pria berusia 42 tahun yang tinggal di Gang 13, Desa Undaan Tengah.

Sekali makan, Akadi mampu menghabiskan banyak makanan. Selasa (19/2/2019), dia makan lima piring nasi dan lauknya dalam bentuk kakap di Restoran Raja Iwak di desanya.

Tidak hanya itu, ia terus makan sepiring daging keong olahan yang penuh kesenangan. Bagi Dirjo, sapaan akrab Akadi, sepiring nasi hanya akan mengundang keinginan untuk menambah porsi nasi.

"Saya benar-benar makan banyak nasi. Lauknya sedikit, "kata ayah dua anak itu.

Jumlah porsi berbanding lurus dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskannya. Sepiring nasi munjung (berlimpah), hanya perlu Dirjo sekitar 2 menit untuk menegaskannya. Banyak kebiasaan makan telah melekat sejak dia masih kecil.

Hingga saat ini, pria yang berprofesi sebagai supir truk masih memiliki kebiasaan yang sama. Di antara profesinya, tidak jarang ia disebut Rai Badokan, yang kemudian disingkat RB. Rai adalah bahasa Jawa yang berarti wajah. Badokan, istilah kasar, berarti makan.

Kemudian diartikan sebagai orang yang memiliki banyak penampilan makan. "Karena dianggap tidak sopan, maka Badokan Rai digantikan oleh Raja Badok atau Raja Makan," kata lelaki tinggi jangkung itu.


Orang-orang yang tinggal di sekitarnya sudah memahami kebiasaan makan Dirjo. Namun, mereka yang tidak tahu itu akan dibuat menggelengkan kepala untuk melihat Raja Badok makan.

Dirjo bercerita bahwa pemilik atau penjaga warung yang ditemani selama istirahat mengemudi sering terkejut. Karena, begitu dia makan dia bisa menghabiskan 4 hingga 6 kali makan. Satu kali makan juga bisa menghabiskan sekitar Rp. 30.000 hingga Rp. 50.000 di warung pinggir jalan sederhana.

"Biasanya para pemilik toko akan bercanda, kok makanannya banyak," kata Dirjo.

Menu makanan favorit adalah nasi sambal. Suatu ketika dia makan di angkringan atau hik, Dirjo menghabiskan 25 bungkus nasi kucing.

Nasi kucing adalah istilah untuk beras yang tersedia dalam angkringan atau warung hik di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Porsi kecil, dalam nasi ada satu jenis lauk yang juga kecil. Seperti bandeng, sarden, ayam, telur dadar, hati ayam atau usus. "Para pedagang bergetar, kok bisa kehabisan begitu banyak beras," kata Dirjo terkekeh.

Meskipun ia memiliki kebiasaan makan yang berada di luar batas normal, hingga kini Dirjo tidak pernah mengeluhkan masalah kesehatan. Dia mengimbanginya dengan berolahraga bulutangkis tiga kali seminggu.

"Untuk penyakit tidak ada keluhan, baik perut dan lainnya. Lalu kemarin saya menguji kadar gula normal.

Kolesterol tidak terlalu tinggi. "Ini hanya asam urat," jelasnya. Banyaknya makan tidak membuat sang istri, Astuti (40), putus asa. Bahkan Tuti merasa senang karena makanan selalu jadi milik sang suami.

"Dia paling suka makan nasi sambal. Bisa berupa sambal cabe atau sambal bledeg. Dia bisa memasak satu kilogram beras sendiri, "katanya.

Saat Astuti memasak makanan lezat. Dirjo tidak lagi menggunakan piring saat makan. Dia akan menggunakan baskom berukuran sedang. Seperti biasa, dia akan menambahkan nasi lagi dan lagi sampai dia merasa kenyang.

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/02/19/kisah-akadi-alias-dirjo-raja-badok-asal-kudus-habiskan-25-bungkus-nasi-kucing-sekali-makan

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.