PSI Menyerukan Hapus Pasal Penodaan Agama, Apa Alasannya?

PSI menyerukan penghapusan artikel tentang UU Penodaan Agama yang sifatnya karet. PSI akan memperjuangkannya ketika partai yang dipimpin oleh Grace Natalie dapat lolos ke parlemen dalam pemilihan 2019 ini.

Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni hari ini mengunjungi Penjara Wanita Tanjung Gusta, Medan, dan bertemu dengan para kritikus Azan, Meliana. Pria yang akrab disapa Toni itu diminta oleh Grace untuk datang merayakan Tahun Baru Imlek bersama Meliana dan keluarganya.

"Saya bertemu dengan Ms. Meliana, Atui (Suami), Ferry dan Nita (anak-anak) dan Ranto Sibarani (pengacara). Ms Meliana dalam kondisi baik. Tetapi demi keadilan, Ms. Meliana meminta agar Mahkamah Agung segera memutuskan kasus mana yang sudah dikirim sejak Desember lalu, "kata Toni dalam keterangan tertulis, Selasa (5/2/2019).

Toni mengatakan bahwa PSI akan mencabut pencabutan UU Penodaan Agama (PNPS / 1965) yang sifatnya karet. Dia mengatakan penghapusan pasal itu akan menjadi agenda utama PSI jika diteruskan ke DPR.

"Undang-undang ini, menurut Amnesty International, telah menjerat lebih banyak orang selama masa reformasi daripada dalam orde Baru. Karena karet, undang-undang ini dapat menjerat siapa pun: Ahok, Meliana atau mungkin Rocky Gerung dan siapa pun lainnya. Meskipun ada pilihan politik berbeda dengan Rocky Gerung "PSI tidak setuju dengan Rocky didakwa dengan undang-undang ini," jelasnya.


PSI, lanjut Toni, meyakini bahwa agama itu sakral. Namun menurutnya, interpretasi agama itu relatif dan subyektif, sehingga negara tidak harus masuk ke mana interpretasi agama mana yang paling tepat, akurat dan objektif.

"Biarkan interpretasi menjadi bagian dari kebebasan berpikir dan berpendapat dan dinamika serta dialektika akademik para cendekiawan, teolog dan akademisi tanpa campur tangan negara," kata Toni.

Sumber : https://news.detik .com/berita/d-4415105/psi-serukan-hapus-pasal-penodaan-agama

Hanya berbagi Informasi Saja, Nggak Aneh-Aneh