Yang Harus Berikrar NKRI Seharusnya Mereka Penjual Aset BUMN kata Sekjen Munarman

Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam DPP (FPI), Munarman, mengatakan bahwa Abu Bakar Ba'asyir tidak perlu lagi bersumpah setia kepada Republik Indonesia (NKRI) untuk mendapatkan pembebasan bersyarat. Dia benar-benar mempertimbangkan penjual elit aset negara untuk melakukannya.

"Justru mereka yang seharusnya berjanji adalah para pemimpin dan penguasa elit serta pejabat tinggi negara yang menjual kekayaan alam Indonesia dan menyerahkan sumber daya ekonomi Indonesia serta mereka yang menjual perusahaan milik negara ke luar negeri," kata Munarman. via pesan teks Rabu (23/1).

"Itu adalah loyalitas yang dipertanyakan dan mereka yang telah menjual Indonesia harus membuat janji," lanjutnya.

Ba'asyir, kata Munarman, memiliki hak untuk mendapatkan pembebasan bersyarat karena ia selalu berperilaku baik saat dalam tahanan. Ba'asyir juga telah melayani dua pertiga dari hukumnya sejak 2011 dan telah mengajukan permohonan pembebasan bersyarat.

Merujuk pada PP No. 99 tahun 2012, para tahanan teroris harus berjanji setia kepada NKRI jika mereka ingin bebas bersyarat.

Menurut Munarman, Ba'asyir tidak perlu melakukan itu. Dia mengatakan bahwa setiap warga negara Indonesia yang sejak itu tinggal di wilayah NKRI tidak perlu lagi membuat janji. Menurutnya, warga negara Indonesia yang bersangkutan setia kepada NKRI dengan sendirinya.

"Janji itu untuk warga negara yang menjalani proses naturalisasi. Aturannya semakin aneh," kata Munarman.


Munarman menganggapnya lucu jika Ba'asyir harus berjanji setia kepada NKRI untuk mendapatkan pembebasan bersyarat. Menurutnya, peraturan itu sebenarnya mencerminkan bahwa negara tidak percaya pada rakyatnya sendiri.

"Ini berarti bahwa negara tidak percaya pada warga negaranya sendiri yang dilahirkan, dibesarkan dan sepanjang hidup mereka di Republik Indonesia," kata Munarman.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih perlu meninjau kembali pemberian pembebasan bersyarat untuk Ba'asyir. Semua lembaga pemerintah yang tertarik akan membahas terlebih dahulu.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Ba'asyir harus berjanji setia kepada Republik Indonesia jika ia ingin dibebaskan bersyarat. Menurutnya, ini adalah aturan hukum yang harus dipatuhi oleh semua pihak.

Pernyataan Jokowi membuat proses pengembangan pembebasan bersyarat Ba'asyir menjadi abu-abu. Karena sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa dia bermaksud membebaskan Ba'asyir dengan alasan kemanusiaan.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190123152354-32-363150/fpi-yang-harus-berikrar-nkri-itu-harusnya-penjual-aset-bumn

Hanya berbagi Informasi Saja, Nggak Aneh-Aneh