Cara Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Jagung

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya jagung adalah hama tanaman atau OPT (Organism Pengganggu Tanaman). Cara yang benar untuk menanam dan mengendalikan cara yang benar juga merupakan persyaratan untuk bisa mendapatkan hasil maksimal pada tanaman jagung.

Pada tanaman jagung biasanya ditemukan berbagai jenis hama, termasuk lalat bibit, ulat tanah, ulat grayak, kutu daun, kumbang bubuk, penggerek tongkol, penggerek batang, penggerek batang dan belalang. Mencegah hama penyakit lebih baik dari pada membasmi hama penyakit apalagi musimnya.

Cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung yang kami sarankan adalah menggunakan musuh alami bukan mengendalikan dan membasmi memakai bahan kimia karena anak cucu kita juga menikmati kesuburan tanah kita.

Jenis hama dan cara mengendalikannya

Lalat (Atheigona sp.)
Jenis hama ini menyerang pucuk muda pada tanaman jagung yang mulai tumbuh. Akibatnya, tanaman jagung bisa rusak hingga 80%. Hama lalat bibit ini adalah larva serangga yang baru menetas dan menyerang dengan meninju lubang pada batang dan memakannya ke pangkal batang. Sehingga tanaman yang terserang akan menguning, kerdil dan bahkan mati.

Metode pengendalian dapat dilakukan dengan memutar tanaman, menjaga kebersihan tanah dan memilih waktu tanam yang tepat.

Pengendalian kimia dapat dilakukan dengan mencampurkan biji dengan nematicides seperti furadan, curater, petrofur, atau pentacur. Dan tanaman dapat disemprotkan setelah 5-7 hari menggunakan curacron, bupati atau prevathon.


Ulat Tanah (Agrotis sp.)
Ulat tanah ini menyerang tanaman jagung di batang dan daun tanaman muda, menyebabkan tanaman mati. Hama ini sangat aktif dan menyerang tanaman jagung di malam hari, pada siang hari bersembunyi di tanah. Dan biasanya serangan ulat tanah ini dengan memotong batang pada tanaman muda.

Metode kontrol dapat dilakukan dengan mengolah tanah yang tepat, memutar tanaman, dan menjaga kebersihan tanah. Dan itu harus disemprotkan pada malam hari menggunakan insektisida curacron, lannet atau prevathon.

Grayworm (Spodoptera sp.)
Hama ulat grayak ini biasanya menyerang tanaman jagung berkelompok, dan di bawah daun ada tempat persembunyian. Cacing tentara ini biasanya menyerang daun, yang dapat menyebabkan daun menjadi transparan, berongga dan bahkan hanya tulang daun yang tersisa.

Metode kontrol dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida lannet, saintat, curacron atau prevathon.

Kutu daun (Myzus persicae)
Kutu daun menyerang daun muda dengan mengisap daun, dan dapat menyebabkan daun menguning, menggulung dan dapat menyebabkan jamur jelaga.

Cara mengendalikannya bisa dilakukan dengan menyemprotkan menggunakan insektisida penghancur, curacron, cronus, numectin atau bamex.

Serbuk Kumbang (Sitpohilus zeamais Motsch)
Hama kumbang bubuk biasanya menyerang tongkol jagung di tanah sebelum masa panen, ke area penyimpanan setelah panen. Dan hama kumbang bubuk ini menyerang biji jagung yang menyebabkan benih menjadi berlubang dan rusak.

Metode kontrol dapat dilakukan dengan memutar tanaman, menggunakan
varietas tahan dan waktu panen tepat waktu. Dan pencegahan juga bisa dilakukan dengan menjaga agar tongkol tetap tertutup sampai masa panen.

Penggerek Bawang (Heliotis armigera, Helicoverpa armigera)
Penggerek tongkol disebabkan oleh larva lalat heliotik. Jenis lalat ini
letakkan telur di rambut jagung sampai menetas dan menyerang tongkolnya dan memakan biji yang masih dalam pengembangan. Dan biasanya hama ini menyerang tangkai bunga terlalu banyak terlebih dahulu, lalu masukkan rebus.

Cara mengendalikannya bisa dilakukan dengan agen biologis seperti tricoderma sp. dan eriborus argentiopilosa yang memiliki peran berbeda, yaitu sebagai parasit telur dan sebagai parasit larva.

Penggerek Batang (Ostrinia fumacalis)
Penggerek batang biasanya menyerang seluruh fase pertumbuhan tanaman jagung. Dan hama jenis ini adalah larva telur ngengat yang menetas. Biasanya telur terletak di permukaan daun bagian bawah, yang kemudian menetas dan menyerang seluruh bagian tanaman, yaitu mulai dari alur bunga jantan, daun, batang, pangkal tongkol dan di tasel. Dan ini mengakibatkan kerusakan pada bunga jantan, daun berlubang, batang berongga dan tasel yang rusak mudah patah.

Cara mengendalikannya bisa dilakukan dengan menggunakan musuh alami seperti
tricoderma sp. predator dari euborellia annulata dan bacillus thuringiensis.
Dan kontrol kimia dengan menyemprotkan insektisida yang terbuat dari carbofuran monocrotophos diclhorofos atau triazophos aktif.

Belalang (Oxya chinensis dan Lacusta sp.)
Ada dua jenis belalang yang dapat menyerang jagung, yaitu Oxya chinensis da Lacusta sp., Dan serangan hama belalang ini dengan memakan tanaman jagung muda. dan dapat menghabiskan semua bagian daun bahkan ke tulang daun. Hama ini biasanya ditemukan di dataran rendah, sawah dan tanah yang berdekatan dengan hamparan rumput yang luas. Jenis hama belalang
ini dapat diatasi dengan musuh alami, yaitu burung, laba-laba dan Systoecus sp.

Metode pengendalian dapat dilakukan dengan aplikasi biopestisida yang dibuat dari Metarhizium anisopliae, dan mampu mengendalikan 70% hingga 90% hama belalang. Kontrol kimia dapat menggunakan pestisida, curacron, lannet atau prevathon.

Cara mengendalikan hama tikus pada tanaman jagung hanya dengan racun tikus.

Kami ingin mendengar pengalaman anda dan juga kritikan terkait artikel di atas, mohon untuk mengisi kolom komentar. Terima kasih telah mengunjungi website ini dan selalu kunjungi website bendebesah, jangan lupa share agar lebih bermanfaat.

Artikel Terkait

Load comments