Cara Mengatasi Ulat Tanah Paling Ampuh dan Mudah

Caterpillar adalah ulat yang hidup di tanah biasa sebagai hama yang serangannya menyebabkan pangkal batang patah. Hama akan menyerang dengan memotong batang tanaman sehingga tanaman mati. Kemungkinan hama ulat berasal dari penggunaan kotoran ayam dan sapi yang kurang fermentasinya.

Ulat tanah biasa disebut orong-orong (grayak, embuk tanah) biasanya menyerang pada saat perubahan cuaca dari musim hujan ke kemarau atau sebaliknya dari kemarau ke hujan. Tanaman buah yang sering di serang ulat tanah biasanya tanaman jagung, sawi, tomat, cabai, dan kacang tanah.

Hama ulat tanah juga menyerang pohon besar, namun biasanya menyerang bibit pohon misal bibt pohon sengon, jati, gmelina, turi, lantoro, dan lain-lain. apabila menggunakan kotoran hewan, kami sarankan fermentasi terlebih dahulu atau di keringkan sampai benar-benar kering.

Lalu bagaimana cara membasmi ulat tanah paling ampuh? daripada membasmi ulat ini lebih baik mencegah ulat tanah untuk datang menyerang. Kita kenali dulu karakter ulat tanah karena tidak semuanya harus di basmi / di cegah.

Karakteristik ulat tanah
Ulat ini berwarna kehitaman, berbintik-bintik atau bergaris-garis. Denah tanah memiliki pupa coklat / kepongpong. Bahannya tanah liat lunak, panjangnya sekitar 3-5 cm. Pada siang hari, ulat ini hidup di tanah di sekitar tanaman.

Sedangkan pada malam hari, ulat memakan bagian leher batang atau bagian bawah tanah. Telur ditempatkan di atas daun. Ulat muda memakan daun dan pucuk daun. Plat tanah berwarna hitam dengan imago abu-abu dengan sayap cokelat. Imago betina mampu bertelur hingga 1800 telur.

Di Indonesia, hanya ada 3 spesies ulat tanah yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman, yaitu Agrotis Ipsilon, Agrotis Segetum, dan Interupsi agrotis.
  • Caterpillar Agrotis Ipsilun berwarna cokelat gelap hingga kehitaman dengan penampilan agak mengkilap dan dilengkapi dengan garis-garis cokelat di kedua sisi.
  • Ulat Agrotis Segetum diwarnai dengan warna colat tua hingga hitam,
  • Caterpillar Agrotis Interjection memiliki warna cokelat muda dengan garis memanjang di hampir seluruh tubuh.
Semua spesies ulat hidup di atas tanah dan sangat rakus memakan batang utama tanaman yang diserang. Ketika siang hari, ulat bersembunyi di dalam tanah, dan pada malam hari ulat mulai menyerang tanaman yang dibudidayakan. Karena target serangan adalah batang utama tanaman.


Jenis tanaman yang sering terserang ulat tanah
1. kacang
2. Kentang
3. Tembakau
4. Cabai
5. tomat
6. bawang merah
7. kubis
8. jagung
9. Kentang, dll.

Namun, tidak semua spesies ulat tanah dapat menjadi hama, beberapa juga menjadi makroflora tanah yang baik untuk meningkatkan sifat tanah.

Tanah ulat dapat diatasi dengan cara berikut:
1. Cara mekanis, yaitu dengan mengumpulkan dan menghancurkan ulat yang hadir pada malam hari ketika ulat mulai aktif. Selain itu, menjaga kebersihan area budidaya dari puing-puing tanaman, seperti kacang-kacangan, pisang, cabai, kentang, labu, dan tebu. Anda juga dapat menggunakan umpan beracun yang terbuat dari 10 kg dedak, 1 kg gula merah, dicampur dengan 100ml Diazinon 60EC.

2. Cara Hayati. Yaitu dengan memanfaatkan musuh ulat alami, baik parasitito, patogen, dan predator. Jenis parasetoite termasuk apanteles ruficrus, heteroni goniophana, cuphocera varia, dan tritaxys baru. Kemudian, jenis petogen dalam bentuk botrytis sp., Jamur metarhizium spp., Dan nematode steinernema sp. Sementara itu, predator dari keluarga carabidae.

3. Metode kimia, yaitu dengan membuat kebocoran menggunakan insektisida seperti: Dursban 200EC, Furadan 3G, Rugby 10G, curacron, tiodan dengan dosis disesuaikan dengan label.

Mengatasi ulat tanah pada tanaman menggunakan bahan kimia berlebihan tidak disarankan karena dapat merusak sifat tanah dan cacing pengurai yang dibutuhkan oleh tanaman. Jadi gunakan obat berbahan kimia sesuai anjuran dan dosis pencegahan ulat tanah.

Kami ingin mendengar pengalaman anda dan juga kritikan terkait artikel di atas, mohon untuk mengisi kolom komentar. Terima kasih telah mengunjungi website ini dan selalu kunjungi website bendebesah, jangan lupa share agar lebih bermanfaat.

Hanya berbagi Informasi Saja, Nggak Aneh-Aneh