Cara Tanam Semangka Berbuah Lebat dan Manis

Cara sukses budidaya semangka - Cara budidaya semangka yang sukses Tanaman semangka adalah tanaman yang sangat populer di masyarakat Indonesia. Selain itu, tanaman Semangka adalah tanaman yang sangat bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung banyak air dan serat. Karena itu, penanaman tanaman perlu dilakukan dengan baik dan sesuai dengan instruksi teknis untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Apa manfaat semangka? dan Vitamin apa yang terkandung dalam semangka?
Semangka memiliki bermacam-macam manfaat yang salah satunya untuk diet. Semangka mengandung vitamin A C E , kalium, kalsium, karbohidrat, serat, folat, asam pantotenat, tembaga dan banyak lainnya. Semangka untuk ibu hamil juga sangat bagus namun jangan berlebihan karena yang berlebihan juga tidak baik.

Syarat Tumbuh Semangka
Curah hujan ideal 40-50 mm / bulan. Seluruh area tanam membutuhkan sinar matahari karena naik untuk tenggelam, suhu optimal adalah +/- 250 C. Semangka cocok untuk ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m di atas permukaan laut. Kondisi tanahnya cukup longgar, kaya akan bahan organik, bukan tanah masam dan kebun / tanah kebun yang sudah kering. Cocok untuk jenis tanah berpasir dengan pH keasaman tanah 6-6,7.

Teknis Budidaya Semangka

1. Persiapan Media Pembibitan

  • Campurkan 100 ml Solbi Agro dengan 50 kg pupuk kandang, dan tanah seluas 1000 m2, diamkan selama 1 minggu di tempat teduh dengan kelembaban dan selalu diaduk / berputar kembali.
  • Gabungkan 2 (dua) ember tanah halus (diayak), pupuk matang yang telah diayak 1 ember, dan TSP +/- 50 gram dan masukkan polybag 8 10 cm hingga diisi 90%.

2. Perkecambahan Biji Teknis

  • Benih dimasukkan ke dalam kain dan kemudian direndam dengan larutan Solbi Agro 5 cc per liter air selama 10 jam.
  • Setelah perendaman, biji-biji tersebut ditekan ke kertas penutup coklat atau koran selama 1 hari selama2 hari.
  • Benih yang telah berkecambah dipindahkan ke media pembibitan.

3. Pembibitan dan Pemeliharaan Bibit

  • Media bibit disiram dengan air secukupnya
  • Bibit 2 cm yang keluar dari akar ditabur dalam polibag sedalam 1-1,5 cm.
  • Polibag pembibitan berbaris dan terkena sinar matahari penuh
  • Penyiraman 1-2 kali sehari dan pada umur 12-14 hari benih siap ditanam ditanam ke tanah.

Pengolahan Media Tanam

1. Pembukaan Lahan

  • Buat pembajakan sedalam 30 cm dan kemudian halus dan ratakan.
  • Bersihkan tanah dari sisa-sisa akar dan batu.
  • Buat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi 0,5 m, dan lebar telasah 2 m.
  • Beri kapur dolomit hingga mencapai pH 6-6,7
  • Berikan pupuk kandang dicampur dengan Agro Solbi (1 liter Agro Solbi untuk 1 ton pupuk kandang), seminggu sebelum tanam.
  • Pemupukan dasar dengan TSP 200 kg / ha, ZA 140 kg / ha dan KCL 130 kg / ha.
  • Tempat tidur perlu diberi mulsa plastik dengan lebar 110-150 cm untuk membantu mengurangi penguapan air dan pertumbuhan tanaman mengganggu lainnya.

Tanam Semangka
Perencanaan Awal
1. Membuat lubang tanam

  • Dilakukan satu minggu sebelum tanam dengan kedalaman 8 cm, dengan jarak 20-30 cm dari tepi bedengan.
  • Jarak antar lubang 90-100 cm.
  • Penanaman harus pagi atau sore hari kemudian disiram sampai cukup basah.

Perawatan Tanaman Semangka

1. Menyulam
Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam.

2. Menyiangi

  • Lakukan penyiangan dengan mengatur cabang primer dan hanya memelihara 2-3 cabang tanpa memotong cabang sekunder.
  • Ujung cabang sekunder menyisakan 2 daun.
  • Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas di mana buahnya dipotong agar tidak mengganggu pertumbuhan buah.
  • Lakukan rebung muda yang tidak berguna karena mereka memengaruhi pertumbuhan buah.

3. Penyiraman dan Penyiraman

  • Irigasi dilakukan dengan membasahi saluran di antara bedengan dengan menyiram dengan pipa atau dibor selama 4-6 hari.
  • Volume penyiraman jangan terlalu berlebihan.

4. Pemupukan

  • Pemupukan satu minggu setelah tanam menggunakan ZA 40 kg / ha, KCL 140 kg / ha
  • Pemupukan semangka dua minggu setelah tanam menggunakan 120 kg ZA / ha, TSP 85 kg / ha, KCL 170 kg / ha.
  • Pemupukan semangka saat berbunga menggunakan ZA 130 kg / ha, KCL 30 kg / ha
  • Semprotkan Solbi Agro dengan dosis 500 ml yang diencerkan dengan 200 liter air, dan semprotkan secara merata setiap 2 minggu.

5. Sortir Buah
Pilih buah yang cukup besar untuk dibulatkan dan tidak rusak, terletak antara 1-1,5 m dari akar tanaman.
Sisakan hanya 1-2 potong, yang lain dipotong.
Jika berat buah hampir 2 kg, bolak-balik buah untuk mendapatkan cahaya matahari dan warna datar.

Cara mengatasi Penyakit dan Hama Semangka
1. Hama Semangka

  • Thrip Kecil, ramping, hitam kekuningan pucat, memiliki anggota badan yang kesemutan. Cara penularan dengan berkeliaran di malam hari, menetap dan berkembang biak. Pengendalian: semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.
  • Penghancuran Daun Caterpillar Green dengan garis-garis hitam / hijau dengan garis-garis kuning, gejala: daun dimakan sampai lapisan lilin tetap dan terlihat dari kejauhan seperti lubang. Pengendalian: semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.
  • Tungau Kecil, hewan kecil kecil yang sedikit kekuningan / kehijauan mengisap cairan tanaman. Tandanya adalah bahwa jaring sarang ini muncul di bawah permukaan daun, warna daunnya akan pucat. Pengendalian: semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.
  • Ulat tanah berbintik-bintik / bergaris hitam, panjang badan 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak di malam hari. Daun yang menyerang, terutama tunas muda, ulat dewasa memangsa akar tanaman. Pengendalian: (1) penanaman secara serentak di daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan membasmi sarang ngengat di sekitarnya; (2) kontrol: semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.
  • Lalat Buah Karakteristik memiliki sayap kuning yang transparan dengan bercak dan memiliki batang. Tanda-tanda serangan: ada bekas luka di kulit buah (seperti belalai tusukan), daging buah beraroma sedikit asam dan terlihat memar. Pengendalian: semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.

2. Penyakit Tanaman Semangka

  • Fusarium layu Penyebab: lingkungan / situasi yang memungkinkan jamur tumbuh (udara terlalu lembab). Gejala: busuk terjadi pada tanaman yang padat dan subur. Pengendalian: (1) dengan memutar periode tanam dan mempertahankan kondisi lingkungan, menanam di daerah baru yang belum ditanam, (2) memberikan fungisida yang direkomendasikan untuk penyakit ini.
  • Penyebab Daun: Spora benih dibawa oleh angin dari tanaman lain yang diserang. Gejala: permukaan daun bercak kuning kemudian menjadi coklat dan akhirnya mengering dan mati, atau ada rumbai halus berwarna abu-abu / ungu. Kontrol: seperti pada layu fusarium.
  • Antraknosa Penyebab: seperti layu fusarium. Gejala: daun muncul bercak coklat yang akhirnya berubah menjadi kemerahan dan akhirnya daunnya mati. Saat menyerang buah, tampaknya bola merah muda berangsur-angsur mengembang. Kontrol: seperti mengendalikan layu fusarium.
  • Benih Busuk Serang benih yang ditabur. Gejala: batang benih berwarna coklat, merambat dan jatuh lalu mati. Pengendalian: pemberian fungisida yang direkomendasikan untuk penyakit ini.
  • Buah Busuk Penyebab: jamur / bakteri patogen yang menginfeksi buah sebelum matang dan aktif setelah buah mulai dipetik. Pengendalian: hindari dan cegah kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada siang hari mendung / hujan. f. Karat Daun Penyebab: virus yang dibawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, bergaris-garis, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul fraktur longitudinal pada batang. Kontrol: sama seperti layu fusarium.

3. Penggunaan Solbi Agro
Untuk menghindari kerugian akibat serangan hama dan penyakit, sebenarnya kuncinya adalah menjaga tanaman tetap sehat, memberi makan tanaman, kemudian menyemprotkan Solbi Agro dengan dosis 500 ml per 200 liter air atau 2 tutup per tangki sprayer dan melakukannya secara teratur setiap 2 minggu sehingga memungkinkan bagi tanaman untuk tumbuh sehat sehingga kerugian akibat hama dan penyakit dapat segera diminimalkan.

Panen Semangka

  • Karakteristik dan Umur Panen Umur panen setelah 70-100 hari setelah tanam. Karakteristik: ada perubahan warna buah, dan batang buah mulai menyusut, buah bisa dipetik (dipanen).
  • Cara Panen Pemetikan buah harus dilakukan saat cuaca cerah sehingga buah kering di permukaan kulit, dan pegang di tempat penyimpanan atau di tangan pengecer. Kami menyarankan Anda memotong buah semangka dan batangnya.

Artikel terkait dengan keberhasilan budidaya semangka: budidaya semangka hidroponik, budidaya semangka hibrida, budidaya semangka kuning, budidaya semangka non-benih, budidaya semangka, budidaya melon, budidaya tomat, metode sukses budidaya semangka, budidaya mentimun

Kami ingin mendengar pengalaman anda dan juga kritikan terkait artikel di atas, mohon untuk mengisi kolom komentar. Terima kasih telah mengunjungi website ini dan selalu kunjungi website bendebesah, jangan lupa share agar lebih bermanfaat.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.