Cara Menanam Jagung Berbuah Lebat dan Cepat

Cara Menanam Jagung - Tanaman jagung adalah tumbuhan yang memiliki tingkat fotosintesis tinggi, sehingga mereka benar-benar membutuhkan sinar matahari. Jadi lokasi yang baik untuk budidaya jagung adalah area terbuka dalam bentuk sawah atau ladang yang tidak terlindung dari sinar matahari.

Lokasi untuk budidaya jagung tidak boleh dibanjiri, tetapi memiliki kandungan air yang cukup. Selain itu, dalam memilih lokasi untuk tanaman jagung, harus sesuai dengan kondisi untuk menanam tanaman jagung, atau yang dibutuhkan oleh tanaman jagung. Kondisi pertumbuhan dijelaskan sebagai berikut.
1. Komposisi atau sifat tanah
Sebenarnya semua jenis tanah dapat ditumbuhi jagung, tetapi sifat tanah yang paling diinginkan oleh tanaman jagung adalah drainase yang halus, subur dengan humus dan pupuk yang cukup untuk menumbuhkan persediaan.

2. Iklim
Iklim atau cuaca rata-rata suatu daerah memainkan peran dalam menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman. Iklim yang tidak mendukung, misalnya, banyak badai hujan dan angin kencang dan bahkan banjir, akan mempengaruhi pertumbuhan, termasuk jagung.

Meskipun tanaman jagung sangat cocok di daerah dengan iklim dingin dan dingin, jika terlalu banyak hujan juga akan menurunkan kualitas jagung.

Tanaman jagung dapat berproduksi dengan baik dan berkualitas di daerah beriklim dingin dari 50 derajat hingga 40 derajat LS dengan ketinggian hingga 3000 meter di atas permukaan laut. Namun, untuk jenis jagung tertentu, itu juga dapat berada di tempat yang berbeda dari kondisi ini dan dapat berproduksi dengan baik.

3. Tingkat keasaman tanah (pH)
Tingkat keasaman tanah dipengaruhi oleh sejumlah besar unsur kimia di dalam tanah dan kandungan air di dalam tanah. Daerah yang cenderung basah dan banyak humus akan menyebabkan tanah menjadi asam.

Sebaliknya, tanah kering berkapur dengan sedikit kandungan air akan lebih bersifat basa. Untuk tanaman jagung, toleransi atau kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan cukup baik, yaitu dengan kelangsungan hidup maksimum pada tingkat keasaman 5,5-7.

Tingkat keasaman memiliki skala 14 skala, untuk skala 1 sampai 7 bersifat asam, sedangkan antara 8 dan 14 bersifat basa.

4. Kandungan air
Jumlah air yang ada di dalam tanah akan menentukan kandungan air tanah. Tanaman jagung membutuhkan air, terutama untuk pertumbuhan dan pembiakan. Begitu banyak penanaman jagung dimulai ketika musim hujan mulai tiba. Selain menghemat energi untuk penyiraman itu juga menambah dingin / meningkatkan kelembaban udara. Sehingga tanaman tidak kekurangan air, karena dapat mengganggu proses fotosintesis atau persiapan makanan yang dibuat untuk aktivitas dan produksi tanaman jagung ini.

5. Intensitas sinar matahari
Intensitas cahaya adalah jumlah sinar matahari yang intens yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Untuk tanaman jagung, banyak intensitas cahaya yang cukup dan diperlukan selain fotosintesis, juga untuk menghasilkan, karena tanpa intensitas cahaya yang cukup, bunga tidak dapat berhasil menjadi buah.

6. Suhu lingkungan
Suhu adalah derajat panas suatu benda di lingkungan. Lingkungan tempat hidup jagung sangat penting untuk diperhatikan, karena suhu tinggi dan kondisi kering akan mengganggu kelangsungan proses persiapan makanan atau fotosintesis pada tanaman jagung.

Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman jagung adalah antara 21 hingga 30 derajat Celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, yang paling tepat adalah antara suhu 21 hingga 27 derajat Celcius. Jadi, sedikit lagi membutuhkan suhu yang lebih dingin untuk pertumbuhan kecambah.

istock
Secara umum, tanaman njagung ditanam di lahan kering dengan cara multikultural, yang berarti mereka ditanam bersama dengan beberapa jenis tanaman lainnya. Namun, menanam jagung di lahan kering ini tidak mutlak, karena ternyata tanaman jagung juga bisa tumbuh di lahan basah yang memiliki irigasi dan sawah tadah hujan, di monokultur yang merupakan lahan tanam hanya dengan satu jenis tanaman.

Ada dua cara untuk menanam jagung, yaitu:

1. Multikultur
Multikultural adalah penanaman lahan dengan berbagai jenis tanaman yang berbeda. Misalnya, suatu saat di lahan yang ditanami jagung, singkong dan kacang tanah.

Metode ini sering juga disebut sebagai tumpang sari, yang memiliki tujuan agar kesuburan tanah tetap terjaga, yaitu dengan menjaga keseimbangan pasokan unsur yang ada di dalam tanah.

2. Monokultur
Monokultur mengolah tanah hanya dengan satu jenis tanaman sebentar-sebentar, atau secara bergantian. Misalnya, sekarang jagung, tahap kedua adalah nasi atau sebaliknya.

Menanam dengan mobil ini sering disebut sebagai rotasi tanaman. Rotasi tanaman pada dasarnya memiliki tujuan yang hampir sama dengan tumpang sari, kecuali bahwa waktu tanam berbeda, maka pengambilan unsur-unsur yang ada di tanah juga bergantian. Tetapi dengan bergantian elemen juga akan berkurang, sehingga diharapkan bahwa dengan penanaman bergantian, keseimbangan jumlah elemen dalam tanah juga dipertahankan.

Sel juga diselingi dengan tanaman kacang sehingga dapat diperkaya dengan Nitrogen, karena tanaman kacang tanah di akarnya memiliki nodul yang memiliki bakteri Rhizobium yang dapat mengikat Nitrogen dari udara bebas. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan menanam kacang tanah, tanah akan subur kembali.
Kedua metode tersebut merupakan bagian dari metode penanaman yang digunakan untuk mengatasi lahan yang sudah kritis.

Sebenarnya masih ada mobil lain untuk menghadapi lahan kritis, yaitu dengan sengkedan dan teras. Sengkedan dilakukan di tanah yang dapat berdampak pada erosi tanah. Sedangkan terasering dilakukan di tanah miring yang terbuat dari sawah berteras dengan tujuan menghambat erosi.

Tanah yang terkena erosi berkelanjutan akan mengalami:
Sebuah. Kekurangan nutrisi di dalamnya
b. Tanah longsor
c. Pengurangan tingkat kesuburan
d. Tidak bisa ditanam
e. Mengurangi hasil produksi
Di bawah ini adalah upaya mengembalikan kesuburan tanah jika terjadi erosi di lahan tanam jagung, baik dengan air atau angin:

1. Pengeringan
Pengeringan adalah cara yang telah dilakukan oleh petani untuk waktu yang lama, terutama di sawah, dengan mencangkul tanah dan membaliknya, lalu dibiarkan memanas matahari selama beberapa hari. Tujuan pengeringan adalah untuk:

Sebuah. Bunuh bakteri pengganggu di tanah
b. Tanah mendapat aerasi / udara
c. Tingkat keasaman tanah atau alkalinitas dapat dikurangi
d. Tanah bisa kembali ke kesuburan

2. Penghijauan
Tanah yang tidak subur karena erosi, biasanya akan sulit untuk ditanami. Untuk mengatasi hal ini, bisa dengan penanaman kembali atau reboisasi, yaitu dengan menanam pohon pelindung.
Tujuan reboisasi adalah untuk:

Sebuah. Meningkatkan kesuburan tanah, dengan membuat humus oleh tanaman pelindung melalui daun jatuh.
b. Akar tanaman pelindung dapat menahan laju air.
c. Mikroorganisme dalam humus akan dapat menguraikan zat-zat organik di tanah lapisan atas, sehingga menambah nutrisi dan kesuburan di dalam tanah.

3. Rotasi tanaman
menanam sebidang tanah dengan tanaman yang berbeda secara bergantian. Misalnya ditanam dengan jagung, lalu ditanam dengan nasi dan sebagainya. Tujuan dari rotasi tanaman adalah:

Sebuah. Sehingga unsur hara yang ada di dalam tanah tidak habis sekaligus
b. Berbagai jenis tanaman akan membutuhkan elemen yang berbeda, sehingga mengambil elemen terjadi secara bergantian.

4. Fertilisasi
Pemupukan adalah upaya untuk menambah atau mengganti hilangnya beberapa jenis unsur yang hilang bersama dengan proses kultivasi.

Proses yang dapat menyebabkan hilangnya beberapa elemen adalah:
Sebuah. Panen dengan mengekstraknya ke akar
b. Drifting bersama dengan air selama penyiraman.

Jenis-jenis pupuk yang dapat digunakan meliputi:

Sebuah. Pupuk
Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari pupuk kandang.

b. Kompos
Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari peluruhan sampah organik. Misalnya dari sisa sisa daun atau bagian lain dari tanaman yang telah mati.

c. Pupuk hijau
Pupil hijau adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan yang sengaja diekstraksi, kemudian ditanam di sekitar lahan pertanian. Tanaman yang sering ditanam adalah jenis kacang.

d. Pupuk anorganik atau pupuk buatan
Pupuk anorganik adalah berbagai pupuk buatan pabrik.
Sebagai contoh:

1) Amonium sulfat (NH4) 2 SO4 atau sering disebut ZA
2) Nitrogen Posfor Potassium (NPK)
3) Urea
4) ASN atau amonium sulfat nitrat

1. Persyaratan untuk tumbuh
Lokasi yang baik untuk menanam jagung harus memenuhi persyaratan yang berkembang. Misalnya kesuburan tanah, suhu lingkungan, sinar matahari, dan tempat tinggi.

2. Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi
Ketersediaan fasilitas transportasi dapat memfasilitasi transportasi tanaman, mengurangi biaya transportasi dan mencegah penurunan kualitas jagung sebelum pemasaran.

3. Tujuan pemasaran
Lokasi penanaman jagung tidak boleh jauh dari lokasi pemasaran. Tujuannya adalah untuk mencegah penurunan kualitas jagung dan menghemat transportasi, termasuk biaya transportasi dengan tenaga kerja.

4. Ketersediaan tenaga kerja
Tenaga kerja sangat diperlukan, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan dan panen serta pengolahan hasil panen, sehingga mendapatkan produksi yang baik dan berkualitas serta tidak menurunnya kualitas jagung.

B. Benih Tanaman Jagung
Penyediaan benih merupakan hal atau faktor yang bersifat awal dan penting dalam kegiatan pertanian jagung. Sebagai langkah pertama dalam menanam jagung, pemilihan bibit unggul biasanya dilakukan sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang tinggi.

Karakteristik yang harus diperhatikan dalam memilih benih jagung yang baik adalah sebagai berikut:
1. Tongkol diambil dari tanaman induk yang sehat, kuat dan tua.
2. Tongkol jagung tua besar, panjang dan ramping.
3. Temui klobot dari ujung ke pangkal daun jagung.
4. Benih ditempatkan dalam garis lurus
5. Tongkol memiliki banyak ranbut
6. Tongkol telah dijemur sampai kering

Benih unggul ditentukan oleh:
1. Faktor genetik
Faktor genetik adalah faktor yang berhubungan dengan genotipe yang baik, dan biasanya berasal dari induk dalam keturunan mereka, misalnya ketahanan terhadap penyakit, dan kekuatan reproduksi.

2. Faktor fisik
Faktor fisik adalah benih berkualitas tinggi yang meliputi kemampuan berkecambah tinggi, kadar air rendah, bersih dan bebas kotoran.
Untuk mendapatkan bibit, kita harus membeli dari tempat perkembangbiakan, karena jika kita menggunakan bibit dari penanaman sebelumnya, maka akan mengalami penurunan / penurunan kualitas / kualitas.

Kami dapat membeli bibit unggul di toko saprotan, distributor benih atau Balai Benih Induk (BBI). Dan untuk mencegah terjadinya penyakit benih yang disebabkan oleh jamur, maka kita harus fungisida biji, atau insektisida yang berguna untuk membasmi jamur.
Misalnya, untuk mencegah waktu henti, dengan cara berikut:

1) Berikan 1 liter air
2) Masukkan air 5 g Ridomil
3) Masukkan biji jagung ke dalam larutan
4) Rendam benih selama 15 menit
5) Setelah itu, keringkan hingga kering dengan cara dijemur.

C. Tanah dan penanaman
Pengolahan lahan tanaman jagung bertujuan untuk mendapatkan kondisi lingkungan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung.

Tujuan pengolahan lahan adalah untuk:

1. Menyediakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan dan pembibitan jagung.
2. Memperbaiki sifat fisik tanah.
3. Mencegah pertumbuhan gulma dan mengganggu tanaman.
Tanah untuk menanam jagung dapat diolah menggunakan cangkul, bajak atau dengan traktor.
Pengolahan lahan untuk budidaya jagung terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

1. Menerobos
Yang dimaksud dengan memecah tanah untuk membudidayakan jagung adalah mengubah kondisi tanah yang keras dan padat menjadi longgar dan lunak sehingga dapat diproses lebih lanjut. Alat untuk memecah kondisi tanah adalah traktor.

2. Balik
Membalik tanah dalam memproses tanaman jagung menggantikan atau memindahkan posisi dari bagian kesebelas dari tanah ke bawah atau sebaliknya.
Ini dilakukan karena masing-masing komposisi tanah memiliki sifat yang berbeda, baik konten unsur maupun kesuburan tanah. Alat yang digunakan untuk membalik tanah adalah cangkul.

3. Permukaan tanah

  • Proses selanjutnya setelah tanah dipecah dan dibalik rata, sehingga proses pengolahan lainnya dapat berlangsung dengan mudah. Alat yang digunakan untuk meratakan adalah garu, dengan kekuatan ternak atau kerbau atau kekuatan manusia.
  • Di bawah ini kita perlu mengetahui susunan lapisan tanah secara horizontal yang terdiri dari 3 lapisan utama, yaitu:

a. Tanah atas
Tanah lapisan atas memiliki karakteristik termasuk:

  • Terletak di bagian paling atas dari tanah
  • Sebagai tempat menanam berbagai tanaman
  • Warnanya gelap
  • Tempat untuk tumbuh dan mengembangkan akar tanaman dengan mencari makan di bagian atas tanah ini
  • Tempat hidup untuk berbagai mikroorganisme
  • Tempat untuk pelecehan
  • Tanahnya gembur
  • Banyak mengandung nutrisi untuk tanaman
  • Porositas dan drainase sangat bagus.
  • Ketebalannya dipengaruhi oleh kemiringan, ketinggian dan jumlah tanaman di atasnya

b. Subsoil bawah tanah
Karakteristik lapisan tanah adalah sebagai berikut:

Lebih muda dan lebih cerah
Porositas rendah dan drainase
Ikatan butir tanah lebih stabil
Banyak mengalami pelapukan
Banyak yang mengandung tanah liat

c. Lapisan material atau rock / bed rock
Lapisan batu ibu memiliki karakteristik termasuk:

  • Lapisan tersebut masih dalam bentuk batu yang belum mengalami pelapukan.
  • Tempat di mana kantung udara mengisi.
  • Menempatkan proses pelapukan secara fisik, kimia dan bilateral dalam ruang yang panjang.
  • Kondisi tanah yang dirawat dalam keadaan non-basah akan lengket dan sulit bercampur. Selain itu tidak terlalu kering, karena akan terasa keras, membutuhkan banyak energi. Jadi pilihlah dalam kondisi lembab sehingga mudah diproses.

Cara mengolah tanah untuk menanam jagung, yaitu:

  • Setelah tanah diolah, maka tanah dibuat dari tempat tidur dengan ukuran yang sesuai dengan luas lahan.
  • Selain itu, parit dibuat parit untuk pengaturan irigasi, yang lebar 20 cm dan lebar 40 cm.
  • Segera buat lubang tanam menggunakan batang kayu
  • Menciptakan jarak antara lubang tanam tergantung pada kesuburan tanah dan pertumbuhan bibit.


4. Menanam tanaman jagung

  • Penanaman jagung dilakukan pada awal atau akhir musim hujan, selama musim pertumbuhan tanaman jagung masih tersedia dari curahan hujan.
  • Penanaman dilakukan dengan mengisi lubang tanam dengan satu biji jagung dengan furadan 1 g per lubang. Jangan lupa tentang setiap lubang tanam dengan menggulungnya kembali dengan tanah.

D. Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman jagung adalah proses yang penting, karena itu juga akan menentukan hasil produksi pertanian jagung kita.

Membersihkan tanaman jagung mengandung:

1. Penyiraman
Cara termudah untuk memenuhi kebutuhan udara untuk tanaman jagung adalah membuat saluran udara di sekitar tanah atau dari tetesan air hujan. Karena, jika kita harus menyirami lahan yang luas, itu akan sangat merepotkan.

Air untuk tanaman jagung diperlukan untuk:

  • Tahap pertumbuhan awal adalah untuk perkecambahan
  • Saat membentuk tongko

Karena kurangnya udara adalah:

  • Biji tua / gagal berkecambah
  • Tongkol jagung menjadi kerdil

Cara menyiram tanaman jagung adalah sebagai berikut:

  • Di daerah dengan udara yang cukup, penyiraman dilakukan dengan menyalurkan udara ke saluran udara di antara deretan tanaman jagung ... tunggu hingga 3 jam, jika udara masih tersisa di sxaluran, maka udara harus dikeluarkan.
  • Di lahan kering, penyiraman dilakukan dengan menggunakan cerat.


Waktu untuk menyirami tanaman jagung adalah:

  • Setelah masa tanam jagung selesai, biji jagung agar-agar segera berkecambah.
  • Setiap hari, sekali tanaman jagung disiram selama satu minggu.
  • Setelah istirahat, penyiraman dilakukan setelah minggu ke-4.
  • Saat membuat tongkol, tanaman jagung disiram satu kali sehari untuk tumbuh sempurna.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyirami tanaman jagung adalah:

  • Jangan menyirami jagung jika hujan. Karena jika begitu banyak udara maka tanaman jagung bisa membusuk dan akhirnya mati.
  • Penyiraman hanya dilakukan jika tanahnya kering.


2. Penyiangan
Penyiangan adalah aktivitas menghilangkan gulma / pengganggu yang tumbuh bersama tanamanjagung, yang sering disebut gulma.
Jenis-jenis gulma yang sering tumbuh di ladang jagung adalah:

  • Puzzle rumput
  • Reeds
  • Kaki / tapak kaki
  • Meniran
  • Krokot

Metode ini mengelola gulma atau gulma adalah dengan:

  • Segera dicabut dengan tangan secara bergiliran.
  • Dengan menggunakan herbisida, mereka adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membasmi rumput liar.


3. Embedding
Menanam adalah akumulasi tanah di sekitar tanaman jagung. Metodenya adalah sebagai berikut:

  • Pertama kita bersihkan rumput terbaring yang tumbuh cemerlang dari tanaman jagung, dengan membuangnya
  • Ambillah hasil penipuan rumput, dan tumbuk dengan tanah di sekitar tanaman jagung.

4. Pemupukan administrasi

  • Aplikasi pupuk di perusahaan ini adalah pemupukan lanjutan, yang setelah tanaman jagung telah didirikan selama 2 minggu, dengan memercikkannya pada susunan tanaman jagung.
  • Pemberian urea juga diberikan setelah 40 hari tanaman jagung, dengan tujuan meningkatkan jumlah dan kualitas tongko, jagung.

5. Menyediakan garam bahasa Inggris
Tujuan pemberian garam untuk tanaman jagung adalah untuk:

  • Meningkatkan kesempurnaan pertumbuhan struktur daun
  • Menambah kesempurnaan pertumbuhan tongkol jagung
  • Memperkuat ketahanan tanaman dari serangan penyakit, seperti jamur
  • Cara memberi garam inggris pada tanaman jagung adalah sebagai berikut:
  • Larutkan garam Inggris di udara dengan rasio 4: 1
  • Tutupi daun tanaman
  • Semprotkan setiap minggu selama 4 minggu berturut-turut.


6. Penghilangan bunga jantan
Pembuangan bunga jantan pada tanaman jagung dilakukan ketika bunga jantan keluar, tetapi sebelum bunga mekar, penyerbukan belum terjadi.
Tujuan penghapusan bunga jantan adalah untuk:

  • Transfer daya / daya untuk membuat tongkol
  • tongkol jagung gar lebih besar
  • Agar tongkol menjadi lebih banyak
  • Pembuangan bunga jantan dilakukan setelah 40 hari penanaman, untuk tanaman jagung yang ditanam di dataran rendah. Sedangkan untuk tanaman jagung yang ditanam di dataran tinggi, pembungaan bunga jantan dilakukan setelah 50 hari penanaman, karena perbedaan intensitas sinar matahari yang diterima.


Cara menghilangkan bunga jantan adalah sebagai berikut:
Kocok batang perlahan, tidak terlalu keras karena dapat merusak bunga,
Perhatikan pelepah daun, tunggu hingga pelepah daun melebar.
Jika pelepah daun telah melebar, tariklah tangkai bunga jantan dengan hati-hati di atas tanaman jagung.

E. Pengendalian Hama dan Penyakit
Kegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dilakukan agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya mengganggu produksi mereka.
Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

1. Secara tradisional

  • Secara mekanis atau langsung menangani.
  • Caterpill diambil segera dan dimusnahkan
  • Tikus, dengan cara roll and roll
  • Burung dengan ketapel
  • Tanaman liar secara langsung disiangi / dipetik
  • Menjauhi burung, dengan orang-orang dipasang untuk menakut-nakuti dan pergi sehingga mereka tidak makan jagung.
  • Dengan menanam secara bersamaan.
  • Dengan memegang rotasi tanaman sehingga terhindar dari hama dan penyakit.

2. Modern

  • Untuk mencegah serangan penyakit, digunakan fungisida / fungus / senyawa kimia jamur. Misalnya, Manzate, DIthane, Antracol, Cobox, dan Vitigran Blue.
  • Untuk pengendalian hama, insektisida / insektisida, yang disemprotkan cairan, digunakan sebagai insektisida / senyawa kimia.
  • Misalnya, Diazinon 60 EC, Baycard 500 EC, HOpcin 50 EC, Klitop 50 EC, Mipcin 50 WP, Azodrin 15 WSC,
  • Sedangkan yang dalam bentuk butiran adalah furadan 3G, Dharmafur, dan Curater.

1. Daun ulat (prodenia litura)
Gejala tanaman jagung yang terserang hama ulat daun adalah sebagai berikut:

  • Caterpillars menyerang puncak daun.
  • Umur tanaman yang diserang daun ulat adalah sekitar satu bulan
  • Daun tanaman jika mereka besar menjadi rusak.
  • Pencegahan dengan menyemprotkan insektisida dengan polydol, basudin, diazinone dan agroside dengan ukuran 1,5 cc dalam setiap 1 liter air.

2. Benih terbang

  • Disebabkan oleh lalat biji (Atherigona exigua)
  • Gejala yang dialami oleh tanaman jagung adalah bekas gigitan pada dedaunan, daun yang layu, dan akhirnya tanaman jagung mati.
  • Kontrol dengan mengeluarkan 5% HCH pada usia 5 hari. Atau perawatan dengan menyemprotkan insektisida Hostathion 40EC, sebanyak 2cc per liter air dengan volume semprot 100 liter per hektar lahan jagung.

3. Ulat hama ulat
Gejala yang dialami pada bagian batang muda akhirnya adalah tanaman jagung mati.
Agrotis sp. Serang di malam hari dan siang hari. Ada 3 jenis ulat tentara / agrotik, yaitu:
  • Agrotis segetum, yang berwarna hitam, sering ditemukan di daerah dataran tinggi.
  • Agrotis ipsilon, hitam kecoklatan, ditemukan di dataran tinggi dan dataran rendah
  • Suntikan Agrotis, hitam, ada banyak di pulau Jawa
  • 3. Kontrol ulat ini dengan insektisida Dursban 20 EC, dengan dosis 2 ml per 1 liter air. Setiap hektar dapat digunakan 500 liter larutan

4. Daun penggerek dan penggerek batang

  • Bagian tanaman jagung yang diserang oleh sesamia menyimpulkan ulat dan pyrasauta nubilasis adalah segmen batang bawah dan titik pertumbuhan daun tanaman jagung.
  • Gejala tanaman menjadi layu.
  • Mitigasi menggunakan insektisida Azodrin 15 WSC dengan dosis 30 liter dalam 10 liter air.

5. Caterpillar cob (Heliothis armigera)

  • Gejala dapat dilihat dengan adanya bekas gigitan pada biji dan keberadaan terowongan di tongkol jagung.
  • Ulat menyerang / masuk ke dalam tanaman jagung melalui tongkol, kemudian makan biji jagung.
  • Kontrol dengan penyemprotan menggunakan Furadan 3G atau dengan membuat lubang di dekat tanaman, diberikan insektisida dan ditutup lagi.
  • Dosis yang digunakan adalah 10 gram per meter persegi.
  • Itu harus dilakukan ketika tanaman jagung masih berbunga, bukan sebelum panen, karena dapat membahayakan kita yang mengkonsumsi jagung karena residu dari insektisida.
  • Penyakit tanaman jagung, yaitu:

1. Daun busuk atau daun berkarat
Daun hawar terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
a. Daun turcicum cacar

  • Gejala penyakit ini adalah berupa tambalan kecil berbentuk jorong, abu-abu hijau. Seiring waktu, bintik-bintik menjadi besar dan berwarna cokelat. Bentuknya seperti gulungan, jika daunnya sama beratnya seperti terbakar.
  • Penyebab penyakit ini adalah Helminthos porrirum turcicum.

b. Hawar daun Maydis
Gejalanya adalah bintik-bintik coklat keabu-abuan pada semua permukaan daun.
Jika sudah parah, bisa mencapai jaringan tulang daun, yang akhirnya bisa mati.

c. Hawar daun Corbonum

  • Gejala berupa bintik-bintik memanjang kekuningan berwarna kecoklatan yang dapat menyatu dan mematikan daun.
  • Penyebabnya adalah jamur zeicola Dreschslera yang tumbuh di daerah dingin, suhu rendah, lembab dan di daerah dataran tinggi.
  • Kontrol dengan fungisida atau dengan thiram dan carboxin, dan dengan fumigasi atau pengobatan suhu panas selama 17 menit dengan suhu 55 derajat Celcius.

2. Bulai
Jamur berbulu halus pada daun jagung disebabkan oleh jamur atau sclerospora maydis fungi
Gejala termasuk daun dengan tanaman jagung bergaris kekuningan, sejajar dengan urat daun dan tampak kaku.

Pencegahan dengan memberikan Ridomil 35 SD ke biji agar tidak tumbuh jamur pada biji jagung.

Tanaman jagung yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengalami berbagai gangguan, termasuk:

1. Kekurangan Nitrogen (N)
Sebagai akibat dari kurangnya unsur Nitrogen, tanaman menjadi kerdil, tipis, dan daun hijau kekuning-kuningan. Konsekuensi paling parah dari tanaman jagung tidak berbuah.

2. Kekurangan fosfor (P)
Kekurangan fosfor juga menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daunnya sedikit ungu dan kaku. Pertumbuhan tongkol terganggu, sehingga baris benih tidak teratur.

3. Defisiensi kalium (K)
Gejala yang muncul adalah ujung bawah daun menguning dan mati. Tanaman menghasilkan buah kecil dan ujung runcing.

4. Kekurangan kalsium (K)
Kekurangan kalsium menyebabkan daun muda tidak muncul dari ujung tanaman, daun agak kaku, kuning kehijauan dan kerdil.

5. Kekurangan Magnesium (Mg)
Tanaman jagung kekurangan magnesium, biasanya dikerdilkan, bagian atas daun berwarna kuning. Dengan garis putih yang abnormal. Daun tua berubah warna ungu kemerahan di ujung ujung daun.

6. Kekurangan sulfur (S)
Gejala yang muncul pada tanaman jagung yang tidak memiliki sulfur semuanya daun menguning, baik dari daun muda hingga yang tua. Gejala lainnya adalah tubuh tanaman jagung menjadi kerdil dan tidak / berbunga akhir.

7. Kekurangan Seng (Zn)
Penyakit ini terlihat setelah tanaman berumur 2 minggu, yaitu di tengah daun terdapat garis kuning di sepanjang tulang daun, sedangkan ujung daun tetap hijau

8. Defisiensi besi (Fe)
Gejala penyakit ini dapat dilihat pada daun tanaman hijau pucat sampai putih di antara vena daun.

9. Kekurangan Tembaga (Cu)
Gejala penyakit ini muncul dengan mulai mengeringkan daun termuda, kemudian tanaman jagung menjadi kerdil dan daun tua mati.
Gejala lainnya adalah batang jagung menjadi lunak sehingga mudah ditekuk atau roboh terkena angin.

Demikianlah cara menanam jagung agar cepat berbuah dan lebat, jika anda membutuhkan cara menanam pohon pisang silahkan kunjungi halaman sebelumnya.

Kami ingin mendengar pengalaman anda dan juga kritikan terkait artikel di atas, mohon untuk mengisi kolom komentar. Terima kasih telah mengunjungi website ini dan selalu kunjungi website bendebesah, jangan lupa share agar lebih bermanfaat.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.