Keseringan Onani Dapat Turunkan Daya Ingat dan Lutut Rusak

Hidup Sehat - Keseringan Onani Dapat Turunkan Daya Ingat - Onani (masturbasi pada pria) merupakan tindakan merangsang diri sendiri guna memperoleh kepuasan bersenggamaSebenarnya onani tidak memiliki keterkaitan secara langsung dengan penurunan daya ingat. 

Namun, onani yang berlebihan bisa menyebabkan seseorang menjadi ketagihan lalu akibatnya ingin melakukannya lagi dan lagi. Hal ini berdampak buruk pada kesehatan otak, salah satunya karena mengakibatkan atrofi (penyusutan) otak depan.

Onani adalah kegiatan senggama tanpa persetubuhan yang sering dilakukan oleh pria maupun wanita.
Onani atau masturbasi oleh sebagian besar dokter dan ahli masuk dalam kategori safesex asalkan dilakukan dengan benar, tidak menimbulkan masalah dengan kesehatan dan tidak terlalu sering atau kecanduan untuk melakukannya.
Sayangnya tidak ada batasan atau pembatasan tentan frekuensi orang melakukan onani sampai ketagihan.
Dikutip di indonesiakita, Melalui dari beberapa sumber referensi di situs-situs kesehatan yang membahas tentang permasalahan ini, kami bagikan beberapa tanda jika Anda salah seorang yang sering melakukan onani.
Perlu Anda ketahui bahwa otak depan merupakan bagian otak yang berperan penting dalam:



Menjaga konsentrasi dan daya ingat

Berpikir bijak dan logis
Menyelesaikan masalah
Membentuk karakter dan kepribadian
Pusat kecerdasan intelektual, dan sebagainya

Karenanya, atrofi otak depan salah satunya bisa menyebabkan Anda mengalami penurunan dalam berkonsentrasi maupun daya ingat. Akibatnya, Anda akan lebih mudah lupa dan sulit mengingat banyak hal yang baru.


Di samping itu, banyak juga faktor lain yang bisa menyebabkan penurunan daya ingat, misalnya kurang gizi, kualitas dan kuantitas tidur kurang baik, jarang berolahraga, kebosanan, kurang berlatih, atau memiliki penyakit tertentu, seperti Parkinson dan Alzheimer.

Saran yang bisa kami berikan adalah sebaiknya hindari kebiasaan onani berlebihan. Anda bisa menyalurkan hasrat bersenggama Anda misalnya dengan melakukan kegiatan lain yang lebih berguna bagi masa depan Anda, seperti belajar, berolahraga, melakukan hobi, bekerja, bersosialisasi dengan lingkungan, atau menikah.


Ini sama juga dengan kecanduan dengan benda lain, kecanduan onani tentu nampak negatif, baik untuk kesehatan maupun dari segi perilaku.
Tanda yang memungkinkan Anda mengenal Anda sering onani akan terlihat dari fitur-fitur yang dirasakan oleh Anda sendiri.
Misalnya Anda lebih menyukai masturbasi atau onani dibandingkan hubungan senggama normal, selalu akan mengulang lagi jika ada kesempatan, dan lain-lain.
Anda rasa atau beranggapan salah satu atau beberapa dari fitur tersebut ada pada diri Anda, segera periksa diri Anda dan berusahalah semaksimal mungkin untuk menguranginya.
Berikut ini 7 tanda-tanda Anda sudah sering onani, mari kita bahas satu per-satu.
1. Menjadikan onani sebagai pelampiasan emosi

Gairah senggama memang kadangkala meningkat ketika emosi sedang tidak stabil.

Salah satu penyaluran yang umum dilakukan adalah dengan melakukan masturbasi.
Jika Anda selalu menjadikan onani sebagai pelampiasan emosi Anda maka ada kemungkinan Anda telah kecanduan.
2. Timbul sakit pada area kelamin
Aktifitas onani melibatkan stimulasi yang intens pada area kelamin secara terus menerus.
Terlalu banyak masturbasi tentu akan menimbulkan kerusakan pada jaringan yang terus menerus dirangsang.
Akibatnya adalah timbul lecet pada kulit penis atau yang paling parah pembuluh darah jadi rusak.
Jika ini yang Anda rasakan saat ini maka bisa dipastikan Anda terlalu banyak onani.
3. Mengganggu hubungan
Bagi pasangan suami istri, onani bisa jadi adalah salah satu variasi senggama yang bisa dilakukan secara bersama-sama.

Tetapi jika salah satu pasangan lebih menikmati masturbasi sendiri dari mutual dan memiliki kemungkinan mengganggu hubungannya dengan pasangannya, maka itu adalah pertanda onani yang dilakukannya tidak normal lagi alias terlalu banyak.

4. Kesepian
Jika Anda merasa hampa, tidak memiliki teman untuk berbagi, malas beraktifitas dan lebih memilih melakukan masturbasi maka itu berarti Anda sudah kecanduan.

Hal tersebut terjadi karena efek dari hormon dopamin yang Anda keluarkan saat mencapai orgasme.

5. Timbul rasa malu
Menurut dari beberapa dokter, tampak paling umum dari masturbasi adalah kondisi psikis pelaku terganggu.

Tampaknya adalah menurunnya tingkat kepercayaan diri dan malu saat berada di lingkungan sosial.Penampakan psikis seperti ini umumnya hanya dirasakan oleh orang yang melakukan onani terlalu sering.

6. Terobsesi
Seperti orang yang terobsesi dengan makanan, maka orang yang terobsesi melakukan onani tidak bisa menghilangkan pikiran untuk melakukan onani dari pikirannya.Setiap ada kesempatan atau waktu luang, atau jika melihat sesuatu yang menggairahkan, maka pikirannya selalu mencari cara untuk melakukan masturbasi.
7. Menyesal

Semua orang yang aktif melakukan onani memiliki perasaan bersalah dan selalu berniat berhenti onani setelah melakukannya.Sayangnya niat berhenti itu muncul hanya sesaat, ketika gairah senggama bangkit lagi atau jika ada pemicu maka dia akan bermasturbasi lagi, Ngaku dah lu

Bahaya Onani
Meskipun banyak dokteryang menyebut onani terlalu banyak tidak berbahaya dan tidak akan membuat sperma habis, aktifitas ini bukan berarti tanpa risiko sama sekali.

Banyak penelitian telah membuktikan adanya penurunan kualitas hidup pada orang-orang yang terlalu banyak onani atau kecanduan.



Demikianlah dampak Keseringan Onani bukan dapat menurunkan daya ingat dan lutut rusak. Lakukan kegiatan positif agar bermanfaat bagi semua.


Terima kasih telah mengunjungi website ini dan selalu kunjungi website bendebesah, jangan lupa share agar lebih bermanfaat.

Artikel Terkait