Pengorbanan Hewan Terbesar di Dunia

bendebesah.com - Pengorbanan Hewan Terbesar di Dunia - Sebelumnya pasti anda mengetahui tentang acara pengorbanan hewan terbesar di dunia, namun posting ini hanya bertujuan untuk menambah wawasan, tidak ada niat SARA. Ada foto dan info yang mungkin tidak cocok untuk dilihat. Tahukah anda? 

Upacara Gadhimai, ritual pengorbanan hewan terbesar di dunia.

Sekitar 200-500.000 hewan telah dibawa ke sebuah kuil yang terletak 160 km di selatan ibukota Nepal Kathmandu, dan dekat dengan perbatasan India. Perayaan 5 tahun ini adalah persembahan untuk Gadhimai, Dewi Kekuasaan dan Kesejahteraan dalam kepercayaan Hindu. Bagi warga nepal yang telah berjanji seperti "Saya akan mengorbankan seekor kerbau jika bisnis saya berhasil", maka setiap ritual diadakan mereka harus menepati janji itu. Ketika semua binatang berkumpul, ritual dibuka dengan sebuah kuil yang dipimpin oleh imam.


Hewan pertama yang disembelih adalah seekor kerbau. Setelah itu akan ada berbagai unggas, kambing dan babi. Sapi tidak pernah ambil bagian dalam ritual karena dianggap hewan sakral bagi masyarakat Hindu. Tukang jagal akan membawa tajam Khukri dan berkelana untuk menyerang binatang satu demi satu. Proses pemotongan akan memakan waktu 2 hari, biasanya hari Jumat dan Sabtu diambil sebagai hari terbaik. Hanya darah dan kepala binatang yang dikorbankan untuk dewi. Daging hewan akan didistribusikan secara merata ke masyarakat.

Kira-kira mirip dengan ritual pengorbanan dalam ajaran Islam, meskipun di kepala Islam dan darah tidak dijadikan sesajen. Di zaman modern, ritual ini telah menerima banyak kritik, terutama dari aktivis binatang. Setiap acara diadakan, mereka akan memotong kelapa dan sayuran di luar kuil sebagai bentuk protes. Meski kontroversi, pemerintah nepal tentu tidak bisa melarang ini karena menyangkut masalah budaya dan agama setempat. "Kami tidak bisa melakukan ini (melarang ritual Gadhimai) Kami tidak bisa menentangnya, itu ada hubungannya dengan budaya," kata seorang kepala distrik Nepal yang tidak disebutkan namanya dalam laporan CNN.

Terima kasih telah mengunjungi website oreng bendebesah (orang Bondowoso), jangan lupa share agar lebih bermanfaat.

Artikel Terkait