Apa Bedanya MRT LRT? dan Bagaimana Dengan Nasib KRL?

bendebesah.com - Apa Bedanya MRT LRT? dan Bagaimana Dengan Nasib KRL? - Sekali lagi, diskusikan LRT MRT yang sama dan buat posting tentang perbedaan di antara keduanya, kali ini kita akan membahas tentang 3 Perbedaan Utama dari MRT dan LRT, jadi kita juga tahu apa sebenarnya yang membedakan Mass Rapid Transit dengan Light Rapid Transit yang saat ini lebih banyak dibangun oleh DKI Jakarta. Lalu kapan Stasiun Bondowoso ada MRT dan LRT? tunggu tanggal mainnya, tidak lama lagi masyarakat Bondowoso menikmati MRT LRT.

Sesuai namanya, MRT atau Mass Rapid Transit adalah jenis kereta yang dapat mengangkut massa dalam jumlah besar. Menurut Ahok, Gubernur Jakarta, MRT Jakarta diperkirakan akan mengangkut sekitar 2.000 orang di setiap seri yang terdiri dari 8-10 kereta. Nah, kapasitas transportasi MRT kurang lebih sama dengan KRL yang sebagian dari Anda sering benar-benar naik.


Sementara, jika LRT atau Light Rapid Transit ini kapasitasnya lebih kecil. Dari setiap rangkaian kereta api yang terdiri dari maksimal 3 kereta, LRT hanya bisa mengangkut sekitar 628 penumpang aja. Kapasitasnya sangat berbeda, ya.

Perbedaan bentuk dari MRT dan LRT
Perbedaan bentuk dari LRT (kiri) dan MRT (kanan)

Namun dibalik perbedaannya, baik MRT maupun LRT digerakkan oleh arus listrik di bagian atas. Kemudian, dua moda transportasi ini memiliki ukuran rel yang sama, yaitu 1067 milimeter. Ukuran rel ini sama dengan rel yang digunakan oleh KRL, saudara jauh MRT dan LRT.

Perbedaan selanjutnya adalah radius belokan. Jadi pada dasarnya, setiap kendaraan harus memiliki radius putar. Penjelasan mudah mengenai radius putar adalah seperti ini: semakin kecil radius putar kendaraan, semakin rumit karena ruang sempitnya, tapi bagus di jalan-jalan padat seperti Jakarta. Begitu juga sebaliknya untuk kendaraan yang memiliki radius putar besar. Kendaraan dengan radius putar yang besar jelas lebih leluasa, Cukup kalo pasang di jalanan super padat seperti Jakarta ya masih bisa dieja susah :)

radius 2
Yang biru adalah putaran ban, dan merah adalah radius putar ban.

radius putar 1
deskripsinya kurang lebih seperti ini. C adalah titik balik, sementara B adalah alas bulat dan A mengikuti.

Light Rapid Transit sendiri memiliki radius putar 20-30 meter, perbedaannya cukup jauh dengan MRT dan radius putar KRL yang cukup besar. Karena itulah LRT dianggap cocok jika ditempatkan di Jakarta, karena tidak mengenai plot penyeberangan, perbedaan KRL yang sama yang telah melintasi sebuah plot. Oleh karena itu, meskipun kecepatan LRT kurang sama dengan MRT, tetapi waktu yang diharapkan akan berjalan lebih cepat, karena LRT dibangun di Jakarta dengan jalan layang.

Kalo Mass Rapid Transit sendiri memiliki dimensi tubuh sekitar 3,2 - 3,5 meter, lebih besar dari LRT hanya 2,7 - 2,8 meter. Oh ya, karena ukurannya yang kecil juga, kontrol LRT menjadi lebih mudah. KRL yang berbeda yang harus menggunakan masinis dengan kontrol mesin cukup sulit.

Kalo MRT hampir sama operasi LRT, alias tanpa masinis, jadi tinggal menekan tombol dari tengah, baik deh tuh MRT dan berhenti di masing-masing stasiun. Kabarnya, MRT ini hanya berjarak 5 menit dari stasiun ke stasiun. Kecepatan jarak tempuh ini karena MRT menggunakan jalur layang dan bawah tanah tanpa melewati pesawat yang menyeberang seperti KRL.

Soal kecepatan, LRT jelas kalah jauh dari MRT. Light Rapid Transit memiliki kecepatan hanya 30-40 kilometer / jam. Bandingin Mass Rapid Transit yang sama jaraknya hingga 100 kilometer / jam.

Kira-kira itulah perbedaan antara MRT dan LRT.

Terima kasih telah mengunjungi website oreng bendebesah (orang Bondowoso), jangan lupa share agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Artikel Terkait